Tag Archives: REVIEW

The End of The Hunger Games: Mockingjay 2

Setiap perjuangan selalu diikuti dengan pengorbanan. Seperti menelan pil pahit, namun untuk sembuh dari kekacauan semua itu harus dilakukan. Keluarga yang tewas, saudara, dan orang yang dicinta selamanya akan menjadi kenangan. Hanya satu yang akan benar-benar mereka lupakan, tidak akan ada lagi Hunger Games.
***

Katniss Everdeen dan distrik 13 masih terus berjuang untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Snow. Sementara itu, Peeta yang masih menjalani perawatan medis pasca dicuci otaknya oleh Capitol terus berupaya mengingat apa saja memori kebenaran yang pernah terjadi dalam hidupnya. Bersama dengan Katnis, ia mengikuti unit untuk menjalankan misi membunuh Snow. Namun seperti kembali ke dalam Hunger Games, mereka harus menghadapi Capitol yang kini telah diubah menjadi arena dengan ribuan ranjau mematikan.

Satu persatu dari anggota unit tewas dalam pertempuran. Dalam misi itu, tim harus kehilangan Finnick, Boogs dan sejumlah anggota lainnya. Pada penyerangan berikutnya, senapan dan bom semakin membabi buta, warga Capitol pun dijadikan sasaran. Pada saat bom kedua dijatuhkan, Katniss baru menyadari bahwa adiknya, Prim, berada di sana dan turut menjadi korban.

Katniss segera mengetahui bahwa penyerangan itu didesain oleh Coin untuk kemenangannya sendiri. Setelah Capitol dikuasai, Coin mengangkat dirinya menjadi Presiden Panem dan berniat menyelenggarakan Hunger Games untuk anak-anak Capitol. Katniss sekali lagi menjadi Mockingjay, tepat di bawah Presiden Coin berdiri, ia akan melakukan eksekusi terhadap Snow. Dengan mata memandang tajam, ia mengarahkan mata panahnya tepat di mana Snow diikat. Namun tanpa diduga, ia mengalihkan panahnya dan  melepaskannya tepat ke arah Presiden Coin.

Saya akui, buku trilogi terakhir Suzanne Collins membuat saya berekspektasi tinggi. Seperti yang biasa saya harapkan dari film yang mengangkat cerita dari buku, penggarapan filmnya, setidaknya harus bisa lebih hidup dan merebut perhatian publik.

Sejauh ini, penggarapan Mockingjay Part 2 tidak buruk. Musik, kostum dan make up artistnya seperti biasa, keren. Hanya saja film ini cenderung tergesa-gesa. Seolah penonton tak diizinkan berlama-lama berfantasi di dalamnya. Ketergesaan ini tentu saja tidak menguntungkan karena mengurangi feel dari si film itu sendiri. Jika diingat-ingat, bahkan saya tidak merasakan bagaimana sedih dan hancurnya Katniss saat Prim tewas dalam pertempuran.

Adegan yang paling terasa ketergesaannya adalah di bagian akhir cerita yaitu di mana Katniss dan Peeta menikah dan memiliki anak. Poin utama di sini seharusnya menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat pasca revolusi dan Hunger Games. Namun lagi-lagi sang sutradara terlalu tergesa dalam mengeksekusi cerita sehingga endingnya terasa begitu janggal. Pada saat closing scene ini muncul, penonton banyak yang tertawa. Entah hanya penilaian saya saja atau apa, tetapi bayi yang digendong Katniss itu memang sangat kontras sekali jika dipilih sebagai model untuk anak Katniss dan Peeta.

©Tina Latief 2015

Oliver Twist: Reading The Life of London in The Past

I’VE BEEN FINISHED MY READING ON OLIVER TWIST THIS WEEKEND and I found some interesting in this classic book. Well I don’t really understand the story at the beginning because the use of language in this book is quite different with the books that are written nowadays.

But maybe because I’m still not used to the classic books so I got difficulties in understand the meaning of the event in this story. However, classic books are certainly beautiful. Maybe the language sounds weird and unusual to us now but believe me they are contain a deep meaning that will only understood by people who love to understand something deep like that.

B

Reading the book Oliver Twist by Charles John Huffam Dickens or usually known by Charles Dickens is like reading the life of Oliver Twist in London many years ago. Moreover, the writer itself ever experience of hard life such as financial difficulties or poverty, prison living, and lack of education. This experience of shows him about the life of poor and of course it influence him in many of his works, including Oliver Twist.

The little Oliver was born in an orphanage. His mother died when he was a baby. After his mom died, he lives with another orphans in another house. But there he lives in a very miserable home because the owner, Mrs Mann, never really care to the orphans.

One day, Mr Bumble come to the house and look for Oliver. He wants to took Oliver back to the orphanage. Oliver thinks he would be very happy come back to the place when he was born. But he’s wrong. There, his miserable life never change but worse.

Another miserable life also happen when Oliver moves to another house. He met the cruel Mr Sowerberry and his family, and Oliver always treated rudely. This time, Oliver gets bravery so he can run to another place. But of course he still followed by unlucky life. Next, he met with a bunch of thieves—Fagin, Nancy, and Sikes— that makes him more and more miserable.

For a while, I was thinking Oliver will never find a happy life. He always failed to gain a happy life because he was surrounded by bad people. But unexpectedly, his meeting with Sikes and Fagin makes him found a new family. Here Oliver gets a new family that loves him as a real family. Finally, although Charles closed this story by by showing the reader about the killing and hanging, so far this story is happy ending.

***

Like I said in the beginning, Oliver Twist could be a simple-thin book but contains a deep meaning. It shows me how difficult for several social class to achieve a proper life. Like I can feel the hard life of London several years ago.

Charles, perhaps do not said directly about London. He shows us with a picture of violent, rough talks, food shortage, and crime in Oliver life. But look, crime related to an economic condition in a country. I believe London has the same condition that time and it makes the lower class difficult to survive.

In another hand, there’s another interesting thing I found here. It’s on the page of 29. In Bahasa it’s said:

Oliver menyadari bahwa pemakaman orang-orang kaya, sanak famili yang bersedih ketika si kaya masih hidup, seringkali bergembira setelah si kaya meninggal. Para suami terlihat tetap tenang walaupun kehilangan isteri mereka. Para isteri biasanya mengenakan pakaian hitam pada saat pemakaman para suaminya, tetapi mereka berdandan dan berusaha tetap terlihat cantik.

Oliver juga melihat bahwa orang-orang yang terlihat sangat berdukacita selama pemakaman, akan sembuh dengan cepat begitu mereka tiba di rumah dan menikmati secangkir teh. (Oliver Twist,29)

Well, I know this is normal if people today said it’s so cruel. I can’t imagine, how if this condition happen in my life. But we must understand for the people that lived in that time, social status is only obtained through ascribed status. Living by rely on legacy is a common culture. That’s why they will be happy if their member of family died.

 ©Tina Latief

Oliver Twist by Charles Dickens
Publisher:Narasi
Publication:2015
Thickness:216 pages
ISBN:978-979-168-400-2

How You Enjoy Your Fine Weekend

IF the question is about how I enjoy my weekend, so my answer is around these five things: books, a glass of milk, some snacks or biscuits, running shoes, and backpack. Well, I really love to spend my fine weekend outside, having a glass of milk and reading much and much books by lying above the meadow or sleeping under the tree.  Something different that you don’t do in the regular day.

For me, weekend is precious time so that I want to enjoy every weekend time by having some important but fun time. And I conclude that reading while having a simple picnic is good choice. It’s kind of a tools that makes you fun but also sharpen your mind.

I usually buy some books for once a month so I have an enough stock to read for the next weekend. But the problem is my old backpack is need replacing. Last time I check the zipper was already broken. I can’t use it anymore. So, I need a new bag before the next weekend comes.

Actually I still find difficulties in choosing the best backpack. But my friend told me about City Scout Backpack. She said that it was good and funky bag for you who loves picnic or traveling.

I’m curious about that City Scout so I Google it. And this is it the backpack my friend told me. Like she said, it was funky 🙂

Jansport

Jansport1

This backpack from JanSport is one of the collection of Zalora. Zalora has many kind of backpacks which provide us many favorite colors and pattern. Well I think I already have a new agenda before the weekend comes. Well, lets see… I think I want to buy one of this backpack and prepare for the next weekend ritual.

So see you on the next weekend! 🙂

©Tina Latief

Gelombang, Petualangan Memecahkan Misteri Mimpi

1

Petualangan memecahkan misteri mimpi menguak jati diri.

HIDUP di tengah masyarakat Batak, Ichon, yang kemudian lebih sering disebut sebagai Alfa Sagala, tidak pernah menyangka sebuah upacara gondang akan benar-benar mengubah jalan hidupnya. Kemunculan sososk si Jaga Portibi dan mimpi-mimpi aneh di dalam tidurnya membuatnya diliputi misteri, terlebih ketika orang-orang sakti mulai berdatangan memperebutkan dirinya.

Misterinya menjadi semakin rumit tatkla di dalam setiap tidurnya nyawa adalah taruhannya. Sementara orang berharap untuk segera terlelap, Alfa harus terus terjaga agar mimpi-mimpi itu tidak datang membunuhnya. Ada sesuatu di dalam dirinya.

Petualangan memecahkan misteri mimpinya berlanjut tatkala ia merantau sebagai imigran ilegal di Amerika. Pertemuannya dengan Nicky dan Dr. Colin di Somniverse membuatnya semakin teguh untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Maka bertolaklah ia ke Lembah Yarlung, Tibet, menemui dr. Kalden Sakya demi sebuah petunjuk. Di sana ia berhasil mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Namun petualangan masih meninggalkan sepenggal misteri tentang sosok Ishtar, the legendary one night stand yang sempat hadir di dalam mimpinya.

Pada awal mula membaca seri pertama buku ini saya tau, novel ini bukan novel biasa. Sehingga, tak ubahnya para tokoh di dalam cerita yang berupaya memecahkan misteri hidupnya, sebagai pembaca setia seri Supernova, saya pun turut menerka-nerka petunjuk apa yang akan muncul pada kisah berikutnya.

Melalui Gelombang, pada akhirnya petunjuk itupun dimunculkan. Di sini saya mulai bisa membuat prediksi bagaimana kelanjutan cerita tokoh-tokoh seperti Bodhi (Akar), Elektra (Petir), Zarah (Partikel), dan Ferre (Ksatria). Atau siapakah sebenarnya sosok Ishtar, Gio, Diva, ataupun Kell.

Meskipun demikian sudah terlihat, di sini Dewi Lestari tidak ingin memuaskan pembacanya, melainkan membuatnya semakin penasaran dan mungkin kecewa. Sesuai dengan skenario yang telah dipersiapkan sejak 2001—skenario yang sempurna, menurut saya. Mendadak saya tidak sabar menunggu novel keluaran baru Dee, Intelegensi Embun Pagi.

©Tina Latief

Cerpen Pilihan Kompas 2012, Potret Kehidupan dan Problematika Masyarakat Indonesia

DIBANDINGKAN dengan cerpen, dulu saya lebih memilih membaca novel. Alasannya novel lebih kaya cerita. Kreativitasnya tidak berbatas sehingga mampu membawa pembaca ke ranah imajinasi yang sangat luas.

Cerpen menurut saya, saking banyaknya aturan yang diberlakukan (khususnya di media-media cetak) justru sering menjadikan ceritanya menggantung di tengah jalan. Saya sempat mempertanyakan pada waktu itu. Mengapa tidak membiarkan pengarang menuntaskan cerita dengan sendirinya? bukankah dengan lebih panjang ceritanya akan lebih kaya?

Kritik ini pernah disampaikan pula oleh beberapa kalangan yang menganggap membatasi jumlah halaman berarti membatasi kreativitas. “Membatasi ruang eksplorasi untuk menguak banyak hal” demikian sebuah pendapat yang saya kutip dari tulisan Mahayana.

Namun rupanya anggapan tersebut keliru. Bahkan, untuk cerita yang dibatasi tak lebih dari 2000 kata itupun tidak kalah kreatif dan imajinatifnya dengan cerita-cerita panjang lainnya. Hal ini telah saya buktikan setelah dua kali membaca kumpulan cerpen pilihan kompas yakni tahun 2011 dan 2012.

wpid-c360_2015-01-24-10-43-49-728.jpg

Bicara soal kreativitas di ranah sastra, tentu saya tidak bisa segamblang Maman dalam memberikan ulasan. Apalagi menyangkut metafora atau keindahan bahasa, soal itu biarlah epilog Maman pada akhir kumpulan cerpen ini yang akan menjelaskan.

Membaca cerpen-cerpen ini, bagi saya, seperti membawa saya blusukan ke pelosok-pelosok Indonesia. Menunjukkan potret kehidupan dan berbagai problema masyarakat Indonesia yang secara real terjadi di sekitar kita.

Permasalahan itu umumnya adalah masalah sosial-kultural yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan apik di tanah air kita. Atau yang seringkali saya jumpai, masalah yang berkaitan dengan masa kelam rezim Soeharto di masa lampau yang bagaimanapun masih menyisakan getir bagi sebagian kalangan. Hadirnya potret masyarakat yang lekat dengan mitos-mitos turut melengkapi bahasan tentang problem-problem di Indonesia. Dan di sinilah menurut saya kunci dari kreativitas para penulis cerpen di dalam menuliskan cerita, untuk mengisi ruang Kompas yang terbilang terbatas tersebut, mereka mampu mengangkat realita yang konkret dan berbobot tersebut ke dalam bahasan yang imajinatif dan multitafsir hanya dengan beberapa halaman cerita.

Meskipun demikian, sejalan dengan kritik yang juga dilontarkan oleh Maman di dalam epilognya, penting bagi suatu karya cerpen untuk tetap mempertahankan logika ceritanya di sela-sela keinginan untuk memperindah bahasa. Menurut saya, di sinilah penulis terjebak di dalam permainannya sendiri, bagaimana mungkin masalah-masalah yang sangat konkret itu digambarkan secara tidak logis?

Saya memang bukanlah seseorang pembelajar sastra. Namun sebagai penikmat, saya memiliki rasa yang tak kalah peka. Jika hendak memamerkan kalimat, maka hal yang dipamerkan itu perlu tanpa cacat (Mahayana,244). Bagaimanapun juga, dibandingkan dengan kata-kata berbunga dan mengawang-awang, tentu saya lebih suka dengan karya yang runtut, mampu menyampaikan maksud cerita kepada semua jenis pembacanya.

©Tina Latief

Allianz, Satu Asuransi untuk Menjangkau Semua Aspek Kehidupan

QA1

FAKTANYA kesehatan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Karena dengaan sehat orang dapat melakukan beragam aktivitas. Semua orang pasti ingin senantiasa sehat, sebaliknya tidak ada orang yang ingin sakit. Sayangnya tidak semua orang mampu dan mau menjaga kesehatannya dengan baik.

Berbagai kendala terkait biaya dan akses perawatan kesehatan menjadi penyebab umum orang sulit memenuhi kebutuhan kesehatan. Akibatnya, kebanyakan dari mereka jatuh sakit. Sebagian dari mereka beruntung selamat, namun banyak pula dari mereka yang tidak terselamatkan akibat sulit mengakses sarana perawatan kesehatan.

Akses terhadap sarana perawatan kesehatan sebetulnya dapat ditingkatkan dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan terbukti dapat meningkatkan akses perawatan kesehatan individu. Masalahnya belum semua orang menyadari pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Bagi masyarakat Indonesia, kasus ini tidak hanya dialami oleh kalangan wanita, melainkan juga pria.

1

Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 mengenai cakupan asuransi kesehatan (Health Insurance Coverage), terdapat lebih dari 5 dalam 10 laki-laki dan perempuan Indonesia yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Penemuan menunjukkan, enam dari sepuluh perempuan tidak memiliki asuransi kesehatan (63%). Sementara itu, tujuh dari sepuluh laki-laki tidak tercakup dalam asuransi kesehatan (69%).

2

Masih banyaknya jumlah laki-laki dan perempuan yang tidak tercakup asuransi menunjukkan bahwa akses perawatan kesehatan masih sulit dijangkau. Disamping itu, hal ini menunjukkan masih banyak pula orang yang belum memahami pentingnya tercakup asuransi kesehatan sebagai sarana pemenuhan perawatan kesehatan.

Ketika ditinjau kembali, penemuan menunjukkan tingkat pendidikan berkorelasi dengan jumlah pengguna asuransi. Masalah pendidikan menjadi masalah mendasar bagi sebagian besar masyarakat untuk sadar terhadap pentingnya memiliki akses sarana perawatan kesehatan. Pengetahuan tentang pentingnya tercakup asuransi kesehatan dipengaruhi oleh seberapa tingkat pendidikan seseorang. Sehingga semakin rendah pendidikan seseorang, kemungkinan memiliki asuransinya juga rendah.

3

Di satu sisi tingkat pendidikan berkaitan dengan pengetahuan terhadap akses perawatan kesehatan, kesejahteraan masyarakat juga berhubungan dengan ketercakupan asuransi kesehatan. Kesejahteraan masyarakat ditunjukkan melalui jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. Artinya, semakin berada dan sejahtera seseorang, kemungkinan untuk tercakup asuransinya semakin tinggi.

Masalahnya, pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya memiliki akses kesehatan lebih banyak diperoleh melalui pendidikan. Sementara itu, orang yang tidak berpendidikan di Indonesia masih cukup banyak. Disamping lemahnya pengetahuan menghambat kesadaran seseorang, tingkat pendidikan secara otomatis berkaitan dengan jenis pekerjaan, penghasilan dan kesejahteraan seseorang. Dengan demikian, kemungkinan masyarakat memiliki asuransi sangat kecil dan hal ini sekaligus menunjukkan semakin rendah pula jumlah orang yang memiliki akses perawatan kesehatan.

4

Masalah lain yang menghambat ketercakupan asuransi juga tidak terlepas dari wilayah tempat tinggal atau residence. Dalam penemuan survey, orang yang tinggal di daerah perdesaan cenderung lebih banyak yang tidak memiliki asuransi baik laki-laki maupun perempuan, sementara hal tersebut terjadi sebaliknya pada orang yang tinggal di perkotaan.

Orang yang tinggal di perkotaan, tentu cenderung lebih mudah mendapatkan perawatan kesehatannya karena aksesnya lebih mudah. Sementara itu, bagi masyarakat di perdesaan selain karena hambatan pengetahuan dan kesejahteraan, akses menuju sarana perawatan kesehatan juga kurang memadai.

5

Dari fakta-fakta tersebut, maka jelaslah bahwa asuransi kesehatan masih belum mencakup seluruh lapisan masyarakat. Masih banyak orang-orang yang kesulitan mengakses sarana kesehatan karena masalah pendidikan, kesejahteraan, dan terbatasnya akses karena berbeda wilayah tempat tinggal.

Layanan kesehatan hanya dapat terjangkau jika tersedia akses. Sehingga, selama pendidikan, kesejahteraan dan tempat tinggal masih menjadi masalah kepemilikan asuransi, akses terhadap perawatan kesehatan di masyarakat akan terus terhambat.

QA

ALLIANZ sebagai perusahaan penyedia asuransi terbesar di dunia pun menyadari bahwa masih banyak orang yang belum memperoleh akses perawatan kesehatan. Terbukti dari total 240 juta penduduk Indonesia, baru 11 juta (4,5%) yang tercover asuransi jiwa.

Sementara itu gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, makan dan minum tidak sehat, stress, dan kebiasaan merokok menjadi urgent karena kerap menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit. Jika demikian, untuk kasus di Indonesia, momok utama yang perlu diberi perhatian selain masalah kesehatan itu sendiri adalah bagaimana mengedukasi masyarakat sehingga memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pendidikan.

allianz insurance products

Hingga saat ini terdapat 6 jenis produk asuransi yang dikembangkan Allianz di Indonesia meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi umum, asuransi syariah, asuransi kumpulan, dan asuransi jiwa bank. Masing-masing jenis asuransi tersebut terbagi ke dalam bermacam kategori perlindungan yang menjangkau banyak aspek yakni:

Asuransi Jiwa

  • SmartLink New Flexi Account Plus
  • SmartLink Flexi Account
  • Smartlink CI100
  • Allisya Hospital and Surgical Care++
  • Smartlink Maxi Fund Plus

Asuransi Umum

  • Asuransi Allianz MobilKu
  • Asuransi Perjalanan TravelPro
  • Asuransi Rumahku Plus
  • Asuransi Dana Kesehatanku

Asuransi Syariah

  • Allisya Benefit Account
  • Allisya Maxi Fund Plus
  • Allisya Rumah
  • Allisya Mobil
  • Allisya Invest Plus

Asuransi Kumpulan

  • SmarPension
  • SmartHealth
  • Smart Protection
  • Payung Keluarga
  • Smart Finance

Asuransi Jiwa  Bank

  • HSBC
  • SCB
  • Bank Permata
  • Bank Muamalat dan BTPN

Asuransi Kesehatan

  • SmartMed Premier – Asuransi Kesehatan
  • SmartHealth Maxi Violet – Asuransi Kesehatan
  • SmartHealth – Asuransi Kesehatan Kumpulan
  • Asuransi Kesehatan Allisya Care

Allianz productBagi saya, Allianz telah memfasilitasi masyarakat dengan sarana perawatan kesehatan yang menjangkau berbagai kriteria kesehatan. Pelayanannya begitu memadai meliputi masalah pengobatan di dalam maupun luar negeri, memberi penggantian biaya rawat inap sekaligus santunan kematian, hingga memberikan penggantian biaya perawatan untuk perorangan dan keluarga.

Dalam mempermudah pelayanan terhadap pengguna asuransi, Allianz pun telah melakukan inovasi dengan menciptakan Allianz eAZy Claim app. Kini melakukan klaim Asuransi kesehatan semakin mudah dan cepat, pengguna asuransi hanya tinggal menekan beberapa tombol tanpa perlu bersusah payah mencuri-curi waktu di tengah padatnya aktivitas.

Caranya sangat mudah, pengguna asuransi tinggal mendownload aplikasi dari ponsel masing-masing kemudian mengikuti langkah-langkah penggunaannya. Lihat pada ilustrasi berikut!

Aplikasi berikut memiliki keunggulan, diantaranya:

      • Memudahkan proses klaim melalui smartphone hanya dengan mengirimkan gambar tagihan, kapan dan dimana saja, dan tidak repot.
      • Memudahkan pengguna mencari rumah sakit rekanan Allianz terdekat melalui peta interaktif.
      • Memudahkan pelacakan riwayat klaim kapan dan dimana saja.

Dengan eAZy Claim, kini claim terhadap asuransi kesehatan dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Menyadari kemudahan serta penyediaan pelayanan yang memadai ini membuat saya berimajinasi. Andai saja fasilitas-fasilitas ini dapat dinikmati oleh semua orang, mungkin saat ini ada banyak orang yang beruntung terselamatkan dari kematian akibat ketiadaan akses perawatan kesehatan. Mungkin akan ada banyak orang yang bersyukur karena memiliki proteksi sejak dini.

Akan tetapi, bagaimana caranya? sementara masih ada banyak hambatan dalam menjangkau asuransi kesehatan terkait masalah keterbatasan pengetahuan dan kesejahteraan.

Saya jadi berpikir, bagaimana jika suatu saat nanti Allianz memperluas jangkauan pelayanannya hingga ke bidang pendidikan. Dengan berperan sebagai agen perubahan dalam hal melek kesehatan melalui program edukasi, besar kemungkinan masalah akses perawatan kesehatan melalui asuransi dapat teratasi.

Dukungan saya terhadap Allianz untuk menyelenggarakan program asuransi pendidikan sebetulnya berasal dari pengalaman buruk saya menggunakan salah satu asuransi pendidikan. Padahal asuransi tersebut merupakan salah satu asuransi yang berasal dari perusahaan asuransi ternama di Indonesia. Saya kecewa karena rencana pendidikan saya berujung kandas di tengah jalan. Saya jadi tahu, ternyata tidak semua asuransi memberikan pelayanan terpercaya kepada penggunanya.

Untuk itu saya membuat sebuah skema tentang gagasan asuransi pendidikan. Skema dari gagasan tersebut adalah asuransi pendidikan diperuntukkan bagi siswa yang ingin meneruskan pendidikan tinggi. Pemberian asuransi ini selain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, juga ditujukan untuk menciptakan duta masyarakat yang sadar mengenai pentingnya memiliki sarana perlindungan kesehatan.

Karena seperti temuan data sebelumnya, tingkat pendidikan berkorelasi dengan kemungkinan seseorang memiliki asuransi. Selain karena pendidikan menentukan tingkat pengetahuan, pendidikan juga memengaruhi kesejahteraan masyarakat melalui pemilihan pekerjaan.

Sehingga dengan meluaskan cakupan Allianz mencapai aspek pendidikan, Allianz tidak hanya akan berkontribusi terhadap peningkatan pendidikan di Indonesia melainkan juga kesejahteraan masyarakatnya. Dengan kata lain, seiring dengan peningkatan pendidikan dan taraf hidup, cakupan asuransi dapat diperluas sehingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat baik di desa maupun kota.

Allianz for education

Memang, untuk merealisasikan upaya ini kita dibayang-bayangi masalah perekonomian yang dibuktikan dari sebanyak 49% orang merasa bahwa perekonomian tahun 2014 akan sama dengan di tahun 2013. Akan tetapi kita tidak perlu pesimis, dalam situasi seperti ini masih terdapat sejumlah orang yang percaya kondisi keuangan mereka akan semakin membaik.

Jika sebanyak 53% responden masih percaya bahwa akan ada harapan untuk kondisi keuangan yang lebih baik, berarti masih ada harapan untuk mewujudkan program edukasi ini. Saya percaya Allianz tidak hanya dapat memberikan akses terhadap perawatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh tetapi juga mampu mengupayakan akses terhadap pendidikan.

6

Saya optimis Allianz mampu memberikan program penyelenggaraan pendidikan mengingat Allianz juga memiliki program-program berbasis edukasi seperti Allianz Junior Football Camp. Besar harapan saya Allianz dapat memberikan sumbangsihnya pula di ranah pendidikan yakni melalui penyediaan asuransi pendidikan sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Mengapa pada akhirnya saya memilih Allianz untuk menyelenggarakan akses pendidikan, karena sebagai aspek penting bagi kehidupan pendidikan sudah selayaknya ditangani oleh pihak yang terpercaya. Allianz merupakan perusahaan besar yang sustainability-nya tidak diragukan lagi. Jangkauannya luas, dan merupakan salah satu komunitas keuangan terkuat yang beroperasi di 70 negara.

Allianz map of operation

Sebagai seorang akademisi, saya sangat berharap tersedianya kesempatan pendidikan dapat direncanakan melalui media perencanaan pendidikan yang tepat. Jika Allianz dapat berkontribusi dan berperan penuh sebagai mitra terpercaya di bidang kesehatan, tidak menutup kemungkinan pula di bidang pendidikan.

Asuransi pada setiap aspek kehidupan Allianz IndonesiaHarapannya, tidak hanya dalam kesehatan ataupun pendidikan, melainkan agar Allianz menjadi satu-satunya asuransi yang dapat menjangkau seluruh aspek kehidupan. Allianz: first choice,trusted brand, that deliver promises with memorable experiences!

7

Di Balik Manis Senyum Karyamin

IMG_20140503_093956

Terlepas dari karya Ahmad Tohari atau bukan, yang selalu mendahului rasa penasaran saya pada buku kumpulan cerpen adalah rahasia dibalik judul cerpen yang dipilih menjadi judul utama sebuah buku kumpulan cerpen. Karena orang tidak mungkin begitu saja meletakkan judul anu tepat di halaman muka sampul buku. Jelas tidak. Continue reading