Tag Archives: nike running

Membangun Komitmen Berlari

Lima hal yang perlu kamu ketahui untuk membantu berkomitmen dalam berlari

BERTEMU dengan banyak teman pelari dari berbagai level usia dan komunitas seringkali membuat kami bertukar pikiran tentang bagaimana awal mula berlari dulu. Lalu pertanyaan itu berkembang menjadi bagaimana menjaga konsistensi berlari. Bagi kebanyakan orang, memulai berlari mungkin sesederhana ingin memiliki berat badan yang ideal, atau ingin membuat badan menjadi lebih kurus. Sayangnya apa yang saya hadapi tidak semudah itu. Saat itu saya dihantui perasaan takut pada Continue reading

Tentang Berlari dan Mitos Kaki Menjadi Besar

Banyak perempuan yang enggan berlari karena khawatir kaki menjadi besar. Namun bagaimana jika ternyata berlari justru membuat kaki menjadi semakin ramping?

DULU saya punya banyak teman perempuan yang kalau diajak berlari pasti tidak mau. Alasannya mereka takut kakinya menjadi besar. Saya sempat terpengaruh juga waktu itu, sampai sempat membuat saya tidak mau lari lagi. Tapi pada akhirnya saya tetap berlari karena Continue reading

My First Run with Depok Running Buddy (DERBY)

SEKEMBALINYA DARI LIBUR PANJANG DI JOGJA, saya khawatir saya tidak bisa berlari lagi. Saya khawatir tidak punya teman lari. Karena bagi pelari pemula, ada baiknya jika saya memiliki teman atau mentor lari yang dapat memotivasi.

Saya takut, ketika tidak punya teman lari, saya akan dihinggapi penyakit malas untuk berlatih. Bayangkan jika rasa malas sudah menghinggap. Mungkin untuk membawa kaki ini melangkah keluarpun akan sangat sulit. Untuk itulah saya menurut kata teman saya “Carilah teman yang mau diajak berlari atau komunitas lari” begitu ucapnya.

Benar, sayapun mulai mencari teman. Dari mulai bertanya kepada teman kampus, hingga akhirnya berkenalan dengan anggota komunitas di Facebook, pada akhirnya Minggu kemarin saya bisa join dengan salah satu komunitas lari di Depok yaitu Depok Running Buddy (Derby).

20150314_075910_1

AIni adalah foto yang kami ambil tatkala usai berlari. Diantaranya saya baru mengenal Bang Jali (dari kiri nomor dua) dan Dony, teman saya sendiri (tengah). Sebenarnya ada banyak anggota Derby, kebetulan saja teman-teman komunitas sedang mengadakan ivent trail running di Salak, “Jadi banyak yang ngga datang”, kata salah seorang pelari.

meWell, bagi saya no problem. Saya sudah senang akhirnya menemukan teman lari. Dari sini saya bisa belajar berlari. Seriously, mereka jago-jago berlari.

Ngomong-ngomong, ini adalah record lari pertama saya dengan Derby kemarin. Dengan mengambil rute lingkar luar UI, pelan-pelan saya bisa membuntut teman-teman Derby berlari.

Meskipun sempat tertatih, tertinggal dengan teman-teman yang lain, senang rasanya bisa mengimbangi jarak lari sejauh ini. Saya tidak menyangka akan kuat berlari seperti ini. Meskipun pace-nya masih jelek, hehe, bisa terus berlari sampai di finish bagi adalah kepuasan tersendiri.

Satu hal lagi yang membuat saya senang, yaitu karena apa yang saya yakini telah terbukti. Running can absolutely chase away my pessimism. Makin semangat saja untuk berlari. Jadi #ayolari !

©Tina Latief

Running is about to chase away your pessimism

DUA BULAN yang lalu setidaknya, saya beranggapan berlari mengelilingi Hutan Kota UI itu mustahil. Ah, jangankan itu, menyelesaikan lari 2km saja, saya masih kepayahan.

Karena berlari terlanjur menjadi sesuatu yang sulit, lama kelamaan saya jadi enggan untuk berlari. “Lari itu capek, pokoknya cuma bikin capek.”, begitu kata saya dulu.

Pada akhirnya saya kapok berlari. Kalaupun mau berlari, paling-paling tidak pernah sampai di finish.

***

Beberapa hari sebelum pergantian tahun, saat itu bertepatan pula dengan liburan semester, saya berkesempatan mengikuti teman berlatih berlari. Mulanya saya hanya mengamati bagaimana dia berlari. Lama-kelamaan muncul dorongan di dalam diri saya untuk ikut berlari.

Dorongan itu berupa rasa penasaran. Saya penasaran dengan apa yang saya tangkap pada saat teman saya berlari. Yaitu rasa senang. Saya ingin membuktikan, apakah lari benar-benar menyenangkan seperti yang teman saya rasakan…?

Oleh karena itu, sayapun menguntit. Pokoknya setiap kali dia berlari, saya ikut. Pertama saya jogging di tempat yang elevasinya rendah, yaitu di Bandar Udara Gading, lalu disusul dengan track-track lain seperti Bukit Sodong dan Danau Tong Tong. Kuat sampai di finish, akhirnya muncul keberanian dalam diri saya untuk mau terus berlari.

Hari demi hari saya habiskan untuk berlatih berlari. Didampingi teman saya yang dengan sabar mengiringi ayunan kaki saya yang lamban, saya mulai serius belajar berlari. “Run is for fun”, begitulah yang sering disebutkan oleh teman saya meluruskan paradigma saya yang sudah terlanjur bengkok. Dan benar. Setelah berlari mencapai kurang lebih 50km, saya mulai bisa menerima bahwa berlari itu memang menyenangkan.

Apa yang menyenangkan dari berlari? Bagi saya, tentu bukan semata-mata karena bisa sampai di finish. Yang membuat senang adalah prosesnya, saat-saat yang menentukan antara ingin menyerah atau tetap berusaha.

Waktu saya berlari ke Danau Tong Tong, ada jalananan menanjak yang begitu melelahkan. Rasanya hendak menyerah, lutut saya sudah benar-benar goyah. Akan tetapi di saat saya ingin menyerah, justru muncul keinginan untuk terus berusaha. Alhasil saya bisa melewatinya. Dan ketika saya menenggak sebotol Pocari Sweat, rasanya benar-benar senang…

Nah, kemarin saya kembali berlari, sendiri. Berbekal latihan selama liburan kemarin, saya mengitari Hutan Kota UI dengan rute: halte asrama-hutan kota ui-teknik-fe-fib-fisip-psiko-stasiun ui-ui wood-faculty club ui-mang engking-halte asrama. Yang membuat saya senang kali ini adalah karena saya berhasil mengusir ketakutan dan ketidakpercayadirian pada diri saya. Dari sini sayapun berani menjajal rute yang lebih panjang. Next run, saya mau mencoba keliling UI. 🙂

©Tina Latief

Kristal-kristal Putih di Badan Usai Jogging

ADA sebuah keanehan yang muncul usai jogging beberapa kali kemarin. Dua kali jogging dengan jarak mencapai lebih dari 5km, badan saya mengeluarkan kristal-kristal mirip pasir putih.

image

Mulanya saya mengira kristal-kristal itu adalah sunblock yang saya pakai. Kebetulan, krim sunblock yang saya gunakan memiliki partikel-partikel yang kasar. Tetapi kemudian saya sanksi karena saya tidak menggunakan krim sunblock di kaki. Teman saya menjelaskan kristal-kristal itu adalah sejenis garam beracun yang keluar dari dalam tubuh melalui keringat.

Kata teman saya hal tersebut normal terjadi. Terutama jika kualitas lari cukup baik. Kristal-kristal serupa akan muncul jika tubuh mengandung cukup banyak racun. Kasusnya seperti kristal pada batu ginjal. Jika tidak dikeluarkan, ginjal akan bekerja lebih keras.

Saya masih belum menemukan apa nama ilmih dari peristiwa ini. Yang pasti, keluarnya kristal sejenis ini akan terjadi beberapa kali selama tubuh masih mengandung racun.

Apakah tubuh Anda pernah mengeluarkan kristal-kristal serupa? Mungkin ada penjelaslan yang lebih baik dari tulisan ini.

© Tina Latief

Sunday Jogging, Not Bad!

ENTAH mengapa saya begitu optimis jogging tadi pagi. Meskipun tidak bangun terlalu pagi, saya begitu bersemangat untuk berlari. Dengan sigap saya ambil Nike Running saya di rak penyimpanan, bergegas mengenakan dan mengencangkan tali sepatunya.

Pagi itu saya jogging. Seperti biasa saya mengambil jalur track UI di sebelah hutan kota UI.

***

Tidak sampai setengah jam saya sudah selesai jogging. Dengan jarak 2 km saya berhasil menyelesaikannya dalam waktu 15 menit. Meskipun waktu tempuhnya masih tergolong lambat, namun saya senang. Jogging hari ini lancar dan sangat nyaman. Banyaknya keringat hangat yang bercucuran menjadi pertanda bahwa saya jogging dalam keadaan sehat.

Saya masih ingat, beberapa waktu lalu saya sempat jogging dengan keadaan yang tidak begitu baik. Hasilnya bukan keringat hangat seperti sekarang, melainkan keringat dingin disertai pegal-pegal di seluruh badan.

Saya jadi berkesimpulan, jogging memang sebaiknya dilakukan pada saat badan berada dalam kondisi bugar. Caranya adalah dengan cukup tidur di malam sebelumnya, cukup makan-makanan yang sehat, dan tidak berangkat jogging terlalu pagi.

Dengan begitu badan akan lebih siap untuk diajak jogging.

©Tina Latief