Tag Archives: nike plus

Saturday and My First Trail Run

SATURDAY“BUSYET, ITU LARINYA DI MANA SAMPE BERLUMPUR GITU…” 

Hihihi… Acapkali ingat kata-kata berikut, rasanya saya tidak bisa menahan tawa. Komentar tersebut keluar dari mulut salah seorang pelari santai yang saya lewati bersama teman-teman Derby di saat menjelang finish. Ia terheran dengan kondisi kaki dan sepatu kami yang tak seperti layaknya pelari lainnya di UI.

Sepatu-sepatu kami tertutup lumpur, banyak bercak cipratan lumpur di betis hingga lutut. Bagi yang belum pernah lihat pelari seperti ini, mungkin mengherankan. Tapi bagi teman-teman Derby lari seperti ini sih biasa. Memang seperti itu trail running…

20150411_072841_1

Yup, hari ini Derby merubah tema lari. Lari yang biasanya mengambil trek di sepanjang jalan UI, hari ini ganti ke hutan UI.

Sejak diumumkan Bang Arief di grup kemarin, saya jadi antusias. Trail running, huh? Kalau saya ikut, ini akan menjadi trail run pertama yang saya ikuti.

IMG-20150411-WA0039_1

Maka Sabtu paginya pun saya segera bergegas ke parkiran Masjid UI yang biasa menjadi tempat mangkal Derby. Setelah pemanasan, dijelaskanlah rute untuk trail run pagi itu. Well, sejujurnya saya tidak begitu mengerti dengan rutenya karena memang tidak ada rambu-rambu yang pasti di hutan. Saya hanya mengandalkan teman-teman yang ada di depan. Setelah bergerak melewati parkiran Fisip, di situlah kami mulai masuk ke hutan, melewati UI Wood, kemudian berputar-putar di dalam hutan, lantas menembus jalan jalan yang mengarah ke Politeknik.

Kira-kira seperti inilah rutenya…

tina latief first trail run

IMG-20150411-WA0035_1

IMG-20150411-WA0030_1

Setelah keluar dari hutan, kami menuntaskan lari hingga halte perpustakaan lama. Seperti biasa, setelahnya ada pendinginan kemudian foto-foto.

IMG-20150411-WA0014_1

20150411_073132_1

My 1st trail run, saya pikir sangat menyenangkan. Dari pengalaman saya, trail run tadi itu jelas sangat berbeda dengan run biasa. Tekanannya lebih berat. Di dalam trek yang seolah tidak terlihat itu, otak harus bisa mensinkronkan antara mata yang harus tetap awas dengan jalanannya yang licin dan berlumpur serta memperhitungkan waktu yang digunakan.

Selain itu, jenis lari ini jelas memerlukan pertimbangan jenis sepatu tertentu. Karena dengan medan seperti tadi itu, jenis sepatu seperti milik saya ini jelas tidak begitu kompatibel.

Saya khawatir jika asal memakai sepatu, justru akan mencederai kaki. Ngomong-ngomong kaki saya tadi sedikit memar di bagian ibu jari dan telunjuk. Sepertinya ini akibat dari kemiringan medan yang cukup memaksa jari-jari kaki saya untuk membuat keseimbangan.

Well, Rute baru selalu membawa suasana baru. Sebagai tipikal pelari yang gemar menjajal rute baru, tadi itu sangat seru. Hanya saja mungkin saya tidak akan pernah menjajalnya sendirian, terutama di hutan UI. Selain seram, banyak hal tak terduga seperti misalnya bertemu kawanan anjing.

Di dalam hutan tadi, saya dan teman-teman sempat berhenti karena ada anjing. “Anjingnya ada empat, satu (pelari) lawan empat (anjing) pasti kalah” kata Bang Arsy. Itu sebabnya saya tidak mau ngetrail sendirian. Lagipula apa sih enaknya lari sendirian. Lari itu enaknya ya kalau rame-rame begini.

IMG-20150411-WA0011_1

Begitu deh ceritanya lelarian tadi. Sampai jumpa di acara lari berikutnya.

Salam Derby 🙂

©Tina Latief 2015

Note: Pictures mostly taken by Tata and Arsy, edited by Tina Latief

Berhasil Mencapai Kilometer 5

PUKUL 15.30 matahari masih cukup terik kemarin. Tetapi panasnya tidak menyurutkan semangat saya untuk terus berlari mengitari Bandar Udara Gading. Saya ingat, sudah menjadi niat saya untuk serius berlari. Meskipun nafas mulai tersengal, lutut mulai terasa goyah, di dalam hati saya terus berkata saya pasti bisa menahklukkan jarak lari sejauh 5.75 km (setara 2X keliling) tersebut.

Lagi-lagi saya pesimis akan bisa sampai di finish. Sebagai pelari pemula, ciut rasanya melihat track yang sebegitu panjangnya. Namun saya mencoba sabar, menganggap lari sebagai sesuatu yang menyenangkan. Sambil sesekali melihat wajah teman jogging yang tak henti menyemangati saya, tanpa terasa kurang dari 1 jam saya berhasil mencapai jarak 5.75km.

Yeah!

jogging 3

Senang sekali rasanya. Sebelumnya, saya belum pernah sekalipun kuat berlari hingga sejauh ini.

Pada akhirnya saya bisa mengalahkan pesimisme di dalam diri saya. Bahwa sayapun bisa berlari dengan jarak hingga lebih dari 5km.

Entah mengapa, sesudahnya saya merasa lebih percaya diri. Mungkin lebih tepatnya, kini saya mulai percaya pada diri saya bahwa sayapun cukup kuat untuk berlari dengan jarak yang cukup panjang. Muncul semangat menggelora ketika tantangan yang diciptakan sendiri berhasil dilewati. Kini saya tidak ragu lagi. Seberapapun jauh dan sulitnya, jika saya belum mencoba, saya tidak akan berkata tidak bisa.

Kuncinya adalah just do it!

©Tina Latief