Tag Archives: life

I’m a Girl and It’s not a Sin to do The Girl Thing

“Tina, why I never see you in makeup?” tanya teman lelakiku suatu hari. “And I never see you hang out with girls too,” sambungnya.

“Well, I don’t like wearing makeup”, jawabku singkat sambil tersenyum simpul. “And I’m hanging out with my running friends sometimes.” sambungku.

“Really? While running?” tanyanya tak puas.

Aku menjawabnya dengan senyum. “Why do you suddenly asking me this?”, tanyaku balik. Continue reading

Tahun ini Menyambut Ramadhan di Jakarta

IMG_20160605_213245SETELAH menantikan jalannya perhelatan sidang isbat nasional di televisi, akhirnya ditetapkan juga oleh pemerintah bahwa 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 6 Juni 2016. Suasana di rumah saat itu mendadak pecah dengan ucapan syukur dan teriak kegembiraan. Karena itu berarti malam ini seluruh umat Islam di tanah air sudah bisa mengawali shalat tarawih dan esok harinya sudah mulai berpuasa secara serentak.

Continue reading

Dinamika

Untitled InfographicTIGA TAHUN MENJADI MAHASISWA membuat saya terbiasa menandai hari libur dengan kalender pendidikan. Saat ujian akhir semester telah usai, mahasiswa akan libur panjang: sebulan untuk semester ganjil dan tiga bulan untuk semester genap. Waktunya melemaskan otot-otot jidat yang menegang.

Akan tetapi, ketika berada di luar institusi pendidikan, misalnya saat magang, maka libur berdasarkan kalender pendidikan tidak lagi berlaku. Liburan ditentukan oleh aturan instansi di mana saya bekerja. Dalam kasus libur lebaran misalnya, akhirnya saya merasakan juga yang namanya mudik menjelang hari H lebaran.

Ini pengalaman baru. Sebelumnya saya biasa mudik lebih awal dan menghabiskan sebulan puasa bersama keluarga. Namun saya segera menyadari bahwa bukan saatnya lagi saya komplen soal liburan. Saya berpikir, mungkin beginilah menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Sudah saatnya saya merasakan bagaimana menjalankan puasa di sela-sela bekerja.Sudah saatnya saya merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan tiket mudik. Dan memang sudah saatnya saya merasakan bagaimana singkatnya berkumpul dengan keluarga dan teman-teman akibat tuntutan pekerjaan. Meski rasanya baru kemarin mudik, harus ikhlas jika sekarang sudah harus balik lagi…IMG_20150723_214033

Tahun ini memang terasa besar dinamikanya. Di mana tahun lalu saya masih gencar mengejar acara liburan, tahun ini saya harus sadar untuk pandai-pandai membagi waktu. Dengan waktu yang sangat singkat saya harus membagi waktu untuk syawalan, kondangan, kegiatan masyarakat, dan rutinitas pribadi. Mau tidak mau memang begitu.

Saya sudah besar. Sudah tiba saatnya menjadi bagian dari masyarakat…

©Tina Latief 2015

If Only I Could Turn Back Time

TODAY was still middle test. So I tried to wake up on time and ate my breakfast and still had enough time to reread my notes. I wasn’t in a hurry because my schedule was in 11 am. Therefore, I still had time to open up this blog after got bath.

I took the school bus on 10.30 am. Based on my calculation, I wont be late to come to the class. My residence was near that’s why 30 minutes was enough to reach school. But I wasn’t lucky. I was on time, but the test was already started since 30 minutes ago.

I was in a wrong schedule. The lecturer said the test is started in 10.30, but I wrote it in my note on 11.00. I felt like being struck by lightning. My mind wasn’t  focus anymore. I confused and full. Time was running out and there were many questions that should be working on.

12:30 am, I went out with a crumpled face. I was so screwed, today was the worst test of my life. I did not know anymore what would happen with my test. I just took a deep breath, hurried to the mosque and took the water and started to pray. Oh God, I am so sad…

I walked by took another way to home. I went to the place that could make me calm. It was a place with many trees and grasses. It was a place I know from someone’s writing in a blog I found long time ago. It was just near my campus.

It was a simple but lovely place. It made me calm and feeling better. While taking pictures, I imagined I could turn back time, back to the time when I look at the schedule in front of the building E. I hope I could wrote  it right, but I know it was just imagination. It would not change anything…

Life is Not Easy. If Iife is Easy Maybe It’s just Our Perspective.

TIBA-TIBA saya berpikir tentang kehidupan. Saya berpikir tentang bagaimana orang menjalani dan memaknai hidupnya. Karena di kehidupan ini, nyatanya tidak semua orang memiliki segala sesuatunya dengan sama, baik itu hak, kapasitas, kemampuan, kekayaan, peran, keberuntungan dan lain sebagainya. Uniknya, tidak semua orang yang memiliki segala-galanya merasa hidupnya mudah dan bahagia. Sebaliknya, orang yang justru tidak memiliki segala-galanya—hidup sederhana, miskin bahkan— justru ada yang merasa begitu bahagia sehingga hidup terasa mudah baginya. “Life is easy”. “Here I’m and I’m the rich!”.

Jadi bagaimanakah sebenarnya hidup? Apakah hidup ini mudah? atau sebaliknya hidup itu susah?

Ketika saya membaca-baca, saya menemukan beberapa quote berikut. Keseluruhan quote ini berisikan tentang makna kehidupan. Hidup. Namun dari keempat quote ini tidak ada yang menyebutkan bahwa hidup itu mudah. Keempat penulis berikut menyebutkan bahwa hidup adalah tidak mudah.

“Life is not easy for any of us. But what of that? We must have perseverance and above all confidence in ourselves. We must believe that we are gifted for something and that this thing must be attained.” —Marie Curie

“Life itself is simple…it’s just not easy.”
―Steve Maraboli, Unapologetically You: Refelections on Life and the Human Experience

“Living is too hard right now. Dying is easy. Let me die.”
― Kristin Kashore

“I was taught from a very young age that life is not easy. You have to fight for your dreams and keep on moving forward. Its okay to look back sometimes too, its a reminder where you have been and what you been through. It makes you realize how far you have.” —Anonim

Lantas apakah hidup itu nyata susah? Coba kita lihat beberapa cerita berikut…

Dalam sebuah kisah, saya sempat mengenal seorang anak yang dulu hidup sederhana seperti anak-anak biasa pada umumnya. Namun beberapa waktu kemudian, anak tersebut hidup bergelimang kemewahan. Anak itu kini bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang dulu tidak bisa ia dapatkan di rumahnya dan ia nampak begitu senang. Namun dibalik kehidupan mewah anak tersebut, rupanya terdapat peristiwa yang saya yakin tidak mudah bagi siapapun yang mengalaminya. Di usianya yang masih anak-anak saat itu, ia sudah harus menjadi seorang ibu atas bayi yang lahir dari perbuatan asusila.

Kisah lain yang sudah sering kita dengar adalah kisah anak-anak di Lebak, Banten. Anak-anak yang demi pendidikan harus menjalani kehidupan sekolahnya dengan menyeberangi jembatan rusak di atas derasnya arus sungai. Tidak ada jembatan yang cukup memadai yang dapat dilewati karena ketiadaan infrastruktur yang dibangun di tempat itu. Setiap hari mereka menantang maut, mempertaruhkan nyawa di atas seutas tali, belum lagi mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai ke sekolah. wpid-wp-1412911698866.jpeg

Jadi bagaimanakah hidup itu? Apakah hidup ini mudah?

Dari kedua cerita tersebut, ditambah dengan quote-quote berikut, maka cukup membuktikan bahwa sesungguhnya hidup ini tidak mudah. Hidup itu susah, bahkan kadang terasa begitu pahit kenyataannya. Kemiskinan, korban asusila, kurangnya akses pendidikan, ketiadaan transportasi yang memadai, kekerasan, korban ketidakadilan, semua itu adalah bentuk real dari sulitnya hidup.

Lantas bagaimanakah sesungguhnya dengan orang miskin yang bisa menjalani kehidupannya dengan begitu bahagia? Saya yakin siapapun orangnya, ia pasti menyadari betapa sulitnya hidup. Hanya saja cara pandangnya saja yang berbeda. Ada yang memandang kesulitan dan keterbatasan sebagai tantangan, di lain pihak ada pula yang menganggapnya sebagai masalah.

Seperti yang dialami kedua anak dalam cerita, kenyataan bahwa mereka harus mengalami kekerasan seksual dan terbatasnya akses pendidikan adalah salah satu bentuk kesulitan yang nyata, bukan sekedar sudut pandang. Mereka tahu bagaimana kerasnya perjuangan yang harus diupayakan untuk bisa tetap survive sehingga mereka tetap bertahan, terus bisa mengenyam pendidikan dan bertahan dalam struktur sosial. Dalam pikiran mereka, kesulitan itu benar adanya. Namun cara pandang merekalah yang memberikan harapan, yang memberikan kekuatan bahwa hidup akan baik-baik saja.

Yes, life is not easy. If life is easy, it depends on our perspective.

tinaa

Your Ultimate Statement

SAYA baru saja penasaran dengan kata ultimate pada frasa ultimate statement. Entah mengapa frasa ini terdengar begitu menantang bagi saya. Setelah melakukan olah literatur, rupanya benar kata ultimate mengandung makna yang wah, makna yang terdengar ampuh. Berdasarkan kamus Oxford online, kata ultimate diartikan sebagai the best achievable or imaginable of it’s kind atau a final or fundamental principle. Sehingga secara lengkap, ultimate statement bisa diartikan sebagai pernyataan (dari sebuah prinsip) yang bersifat final.

Saya pernah mendengar ultimate statement dari seseorang yang berbunyi seperti ini

“Keberhasilan berawal dari seberapa besar kita mau bermimpi”

Wow. Jadi kalau diperhatikan ultimate statement itu sesungguhnya mirip sebuah mantera yang diucapkan tentang sesuatu yang bersifat final dari seseorang (aku sekali). Setiap orang bisa jadi memiliki ultimate statement yang berbeda karena prinsip maupun sesuatu yang ingin dicapai seseorang pastinya berbeda. Hmm, saya jadi berpikir, apa ya ultimate statement saya he he…

Well, dalam hidup terkadang ada banyak rintangan yang membuat kita patah semangat bahkan serasa kehilangan harapan. Orang kemudian mulai menyalahkan keadaan, tidak mau membangun kepercayaan bahwa kekuatan (keberhasilan) berasal dari dalam diri sendiri. Padahal, apa yang terjadi pada seseorang, tergantung orang itu sendiri yang merubahnya. “It’s not what happens to your life, it’s what you do about it. You’re the force!”.  Jadi, apa ya ultimate statement untuk hal ini? Uhmmm bagaimana dengan ini?

image

Nah, sudah terlihat ampuh?

Mana ultimate statement-mu?

tinaa