Tag Archives: jogja

Breakfast Photography

Saya baru ingat, saya punya foto makanan yang belum saya posting semenjak pulang dinas kemarin. Tanggal 21-22 Juni lalu saya ditugaskan untuk dinas ke Semarang. Menginapnya di hotel MG Suite.

Karena sedang tidak puasa, saya sempat menikmati sarapan yang disediakan oleh pihak hotel. Ada beberapa makanan yang saya cicipi. Diantaranya ada bubur dan kroket.

MG Suite Porridge

Croquettes

Terlihat enak? iya. Tapi saat itu saya sedang tidak enak badan, jadi makanan yang kelihatannya enakpun jadi tidak enak.

Saat itu saya justru sedang membayangkan makan makanan lainnya. Saat itu saya kepingin sekali makan makanan tradisional yang disediakan di kebanyakan pesta perkawinan orang Jogja.

Makanan itu biasanya terdiri dari bihun goreng dengan banyak potongan wortel, sambal goreng kentang yang porsi cabainya lebih banyak dari kentangnya, kue apem, kerupuk merah muda, dan lain sebagainya.

Mengharapkan makanan seperti itu di sini tentu mustahil. Jadi daripada kelaparan, saya makan saja makanan yang ada sambil foto-foto hehe…

©Tina Latief 2015

Tidak Heran Jika PNS Masih Laris

pns

diambil dari statik.tempo.co

Tidak mengherankan sebetulnya jika profesi Pegawai Negeri Sipil hingga saat ini masih menjadi profesi yang digantungkan penghidupannya oleh banyak pihak. Karena secara historis negara kita memiliki kisah di mana jawatan-jawatan diperbesar guna menangani masalah kesejahteraan masyarakat.

Dulu sebelum kemerdekaan, pemerintah kolonial menekan keleluasaan rakyat agar sekecil mungkin bisa ikut andil dalam pemerintahan. Pemerintah dengan sengaja tidak memperluas dinas-dinas umum bagi rakyat jajahannya karena khawatir akan menambah pengeluaran. Ide menaikkan pajak sempat menjadi alternatif mereka untuk memasok kembali kas pemerintahan. Namun pemerintah memutuskan tetap bersikukuh dengan kebijakan semula. Karena mereka tau, meskipun mereka menaikkan pajak, rakyat tetap tidak bisa memenuhi kas pemerintahan. Rakyat terlalu miskin untuk membayar pajak yang terlampau tinggi. Konsekuensinya, pada titik tertentu baik pemerintah kolonial maupun rakyat harus terseret ke dalam lingkaran setan kemiskinan dan kurangnya pendapatan pemerintah. Sehingga saat kemerdekaan tercapai yakni di tahun 1945, hal yang pertamakali dilakukan selain melakukan penggantian pejabat pemerintahan adalah memperbesar jawatan-jawatan yang ada untuk menangani masalah kesejahteraan rakyat.

Benar, saat jawatan-jawatan diperluas, banyak sekali orang yang berbondong-bondong mendaftarkan diri. Pada 23 November 1958, dinyatakan oleh Wakil Perdana Menteri Republik Indonesia saat berbicara di depan konferensi Induk Koperasi Pegawai Negeri di Bandung, Indonesia memiliki sekitar 2 juta pegawai negeri sipil yang memperoleh gaji bulanan dan harian atau setara dengan perbandingan 1:10 di setiap keluarga. Sementara di Jogja sendiri terdapat peningkatan kegiatan pemerintahan dan personalianya dengan jumlah yang jauh berbeda dari masa pemerintahan oleh Belanda. Hal ini menyebabkan pengeluaran pemerintahan Jogja membesar. Di tahun yang sama, tercatatpengeluaran sebesar lebih dari 103 juta untuk gaji, dan lebih dari 60 juta untuk semua pengeluaran lainnya.

Lima puluh delapan tahun yang lalu setidaknya kebijakan pemerintah Indonesia menyokong kehidupan masyarakat dengan jalan membuka peluang kerja di pemerintahan adalah tindakan yang dirasa perlu guna membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat meski pemerintah harus mengalami inevisiensi pekerjaan karena terlalu banyak pegawai yang ditampung. Masalahnya peminatan pegawai negeri hingga saat ini tidak berkurang, justru sebaliknya. Berapa setiap tahunnya masyarakat yang datang mendaftar hingga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk sebuah harapan penghidupan dari profesi pegawai negeri sipil?

Dari historisnya mungkin kita bisa mengatakan menjadi PNS adalah kultur yang diwariskan pendahulu kita yang dulu sempat merasakan jayanya hidup saat menjadi pegawai negeri. Namun tentunya kita turut bertanya, jika 68 tahun kemudian menjadi pegawai negeri masih merupakan profesi yang prestise, mungkinkah kesejahteraan rakyat saat ini masih rendah? Atau hanya merekalah yang haus kekuasaan dan kedudukankah? Mengingat jabatan-jabatan pemerintahan sejak jaman kolonial dianggap memiliki kekuasaan yang besar dan prestise di masyarakat. Bisa jadi kedudukan ini masih sangat bernilai di masyarakat.

Goodbye Jogja, See You Next!

Tuntas sudah masa liburan saya di Jogja kali ini. Selama lebih dari satu bulan saya menikmati berbagai kisah dan pengalaman baru nan menarik di Jogja. Ada banyak momen menyenangkan, mungkin beberapa pengalaman menjengkelkan juga hehe. Terutama karena seringnya Jogja diguyur hujan. Wah, jadi sulit mau ke mana-mana.

Tapi takkan merasa kurang jika liburan sebulan lebih itu terasa hambar. Jogja tentu saja menyenangkan. Sampai-sampai saya tak sabar menunggu liburan berikutnya. Padahal harus kuliah juga haha.

Ngomong-ngomong, saya jadi ingin membuat video lookback seperti yang dibuatkan Facebook. Sepertinya menarik jika setiap kali saya liburan membuat video seperti itu. Memudahkan saya  mengingat masa liburan hanya dalam beberapa detik, hehe.

Nah Jogja, sampai jumpa dilain waktu kemudian! 🙂

Kuliner Ekstrim, Mau?

jamur kidang

Jamur Kidang

Sup Jamur Kidang

Sup Jamur Kidang

Meskipun terlihat seperti jamur budidaya kebayakan, jamur ini termasuk ke dalam salah satu kuliner ekstrim di Gunung Kidul. Tergolong ekstrim karena untuk mendapatkan jamur yang tidak beracun, orang harus cermat memilih. Jamur ini tumbuh liar di tanah dan memiliki banyak saudara serupa yang beracun. Jika salah memilih, orang bisa keracunan dan mati.

Apakah Anda berniat mencoba? Datanglah ke Jogja lantai dua!

Jogja cerah hari ini

Sebelum sampai di jogja saya sudah khawatir akan mendapati jogja dalam guyuran hujan. Tanda-tandanya sudah terlihat tatkala pesawat yang saya tumpangi ke jogja mendarat. Sesampainya di bandara adi sucipto, saya dan penumpang yang baru saja turun terpaksa lari kalang kabut karena diguyur hujan.

Beberapa hari yang lalu teman-teman di jogja mewanti-wanti saya dengan kondisi jogja yang selalu dingin dan basah. Ketiadaan matahari selama berhari-hari membuat semuanya dingin. Tantangan liburan kali ini lebih besar daripada liburan tahun lalu. Alih-alih mendapatkan liburan menyenangkan, kalau tidak aware dengan cuaca bisa manjadi korban masuk angin dan flu berat.
image

image

Tapi beruntunglah pagi ini
read more

#BN2013, kumpul 1000 blogger

1378218_10200885355084217_1402099514_nBeruntung sekali, momen Sabtu, 30 November 2013 lalu berhasil mempertemukan saya dengan 1000 blogger (bahkan lebih) dari berbagai penjuru nusantara. Saya pun terperangah, selain karena menemukan fakta bahwa blogger di Indonesia memang banyak sekali, antusias para blogger datang ke Yogyakarta memang luar biasa.

Saking semangatnya mengikuti acara kopdar ini, banyak blogger yang nekat meninggalkan pekerjaan dan anak. Ada pula yang rela tertekuk-tekuk di bus dan kereta bahkan ngetrack dari rumah sampai ke Jogja. Sayapun termasuk salah satu dari mereka yang menunjukkan antusiasnya. Mahasiswa yang anti bolos ini akhirnya meninggalkan kuliah di hari Jumat demi datang ke acara kopdar Blogger Nusantara 2013. Oh yeah!

Dari sekian blogger yang telah lebih dulu berbagi, sayapun ingin mengisahkan cerita selama mengikuti serangkaian acara BN2013. Namun sebelumnya, saya ingin bercerita tentang asal mula saya ngeblog sampai akhirnya mengikuti acara-acara kumpul blogger seperti #bn2013 kemarin. Karena diantara yang lebih dulu berkiprah di dunia perbloggeran, saya tergolong yang muda dan jarang sekali nongol di acara kopdar.

Saat itu saya masih duduk di SMA kelas satu. Meskipun internet sudah booming, saya belum memiliki ketertarikan dengan hal-hal di dunia maya. Sampai suatu ketika read more

Musim hujan telah tiba

Panas terik yang minggu-minggu kemarin sempat membuat kepala pening-pening akhirnya digantikan dengan dinginnya guyuran hujan.

Di sini udah hujan. Lebat banget. Hehehe

Saya menghela nafas,bersyukur. Akhirnya Jogja hujan juga. Setelah berminggu-minggu seperti dipanggang, akhirnya suasana mulai mendingin dengan turunnya hujan pertama. Bahkan Mom pun ikut bersorak “Wuih, udah mulai hujan”. Sekarang petani-petani mulai bisa bercocok tanam kembali, dan tentunya orang yang mengirim pesan ini bisa beraktivitas dengan lebih nyaman, tidak melulu kepanasan 🙂

Tidak mau ketinggalan, sekitar pukul tiga kemarin, Depok menyusul diguyur hujan lebat. Hujannya bercampur angin disertai petir yang menyambar-nyambar. Semuanya jadi basah kuyup, bahkan jalanan sampai tidak terlihat karena tergenang banyak air. read more