Tag Archives: jogging

Kristal-kristal Putih di Badan Usai Jogging

ADA sebuah keanehan yang muncul usai jogging beberapa kali kemarin. Dua kali jogging dengan jarak mencapai lebih dari 5km, badan saya mengeluarkan kristal-kristal mirip pasir putih.

image

Mulanya saya mengira kristal-kristal itu adalah sunblock yang saya pakai. Kebetulan, krim sunblock yang saya gunakan memiliki partikel-partikel yang kasar. Tetapi kemudian saya sanksi karena saya tidak menggunakan krim sunblock di kaki. Teman saya menjelaskan kristal-kristal itu adalah sejenis garam beracun yang keluar dari dalam tubuh melalui keringat.

Kata teman saya hal tersebut normal terjadi. Terutama jika kualitas lari cukup baik. Kristal-kristal serupa akan muncul jika tubuh mengandung cukup banyak racun. Kasusnya seperti kristal pada batu ginjal. Jika tidak dikeluarkan, ginjal akan bekerja lebih keras.

Saya masih belum menemukan apa nama ilmih dari peristiwa ini. Yang pasti, keluarnya kristal sejenis ini akan terjadi beberapa kali selama tubuh masih mengandung racun.

Apakah tubuh Anda pernah mengeluarkan kristal-kristal serupa? Mungkin ada penjelaslan yang lebih baik dari tulisan ini.

© Tina Latief

Berhasil Mencapai Kilometer 5

PUKUL 15.30 matahari masih cukup terik kemarin. Tetapi panasnya tidak menyurutkan semangat saya untuk terus berlari mengitari Bandar Udara Gading. Saya ingat, sudah menjadi niat saya untuk serius berlari. Meskipun nafas mulai tersengal, lutut mulai terasa goyah, di dalam hati saya terus berkata saya pasti bisa menahklukkan jarak lari sejauh 5.75 km (setara 2X keliling) tersebut.

Lagi-lagi saya pesimis akan bisa sampai di finish. Sebagai pelari pemula, ciut rasanya melihat track yang sebegitu panjangnya. Namun saya mencoba sabar, menganggap lari sebagai sesuatu yang menyenangkan. Sambil sesekali melihat wajah teman jogging yang tak henti menyemangati saya, tanpa terasa kurang dari 1 jam saya berhasil mencapai jarak 5.75km.

Yeah!

jogging 3

Senang sekali rasanya. Sebelumnya, saya belum pernah sekalipun kuat berlari hingga sejauh ini.

Pada akhirnya saya bisa mengalahkan pesimisme di dalam diri saya. Bahwa sayapun bisa berlari dengan jarak hingga lebih dari 5km.

Entah mengapa, sesudahnya saya merasa lebih percaya diri. Mungkin lebih tepatnya, kini saya mulai percaya pada diri saya bahwa sayapun cukup kuat untuk berlari dengan jarak yang cukup panjang. Muncul semangat menggelora ketika tantangan yang diciptakan sendiri berhasil dilewati. Kini saya tidak ragu lagi. Seberapapun jauh dan sulitnya, jika saya belum mencoba, saya tidak akan berkata tidak bisa.

Kuncinya adalah just do it!

©Tina Latief

Semakin Tertantang untuk Serius Berlari

image

image

MULANYA saya pesimis bisa menaklukkan Bandar Udara Gading saat jogging pertama kemarin. Saat itu saya sempat bergumam “Gila, jauh sekali rutenya…”.

Namun setelah melihat hasil percobaan pertama, tiba-tiba muncul keberanian saya untuk bisa berlari dengan jarak yang lebih panjang lagi. Pada kesempatan berikutnya saya ingin jogging dengan jarak tempuh dua kali lebih panjang.

Berdasarkan record, pada percobaan pertama saya berhasil menempuh 2,3 mil (setara dengan 1X putaran). Sedangkan pada percobaan kedua saya berhasil menempuh jarak sebesar 2,46 mil.

Meskipun tak genap 2X putaran, ada rasa optimis jika pada percobaan berikutnya saya akan berhasil melakukan 2X putaran lari. Adapun dengan sebuah catatan: tidak terlalu banyak minum terlebih dulu.

Hambatan saya pada saat berlari kemarin berasal dari rasa sakit di perut yang muncul setelah minum isotonik berlebih. Meminum air terlalu banyak saat berlari ternyata membuat perut saya tidak nyaman sama sekali

image

Jadi saya punya dua catatan penting selama berlatih berlari, yaitu selain berlari dengan tempo yang teratur (tidak tergesa di awal, ada baiknya tidak minum air terlalu banyak. Nah, dengan mengingat dua hal penting berikut saya semakin optimis bahwa pada kesempatan jogging berikutnya saya bisa menempuh jarak tempuh lari lebih panjang daripada sebelumnya.

Semangat!

©Tina Latief

Bandar Udara Gading, Tempat Enak buat Jogging

BATAL digunakan sebagai pengganti Bandar Udara Adi Sucipto, bandar udara di Gading, Gunung Kidul malah menjadi jogging track. Bermula dari keisengan teman yang menjajal lari di sana, sayapun penasaran dan turut menjajal jogging di sana.

Seperti yang pernah diceritakannya, Bandar Udara Gading memang keren. Tempatnya tenang, jauh dari lalu lalang kendaraan bermotor. Track-nya datar dan halus, cocok untuk pelari pemula. Ada lagi, pemandangan sekitar yang indah turut menambah nilai plus untuk jogging ke sana. Tidak heran saya pun langsung jatuh cinta saat pertama kali jogging di sana.

Ini hasil lari saya kemarin. Lumayan, meskipun baru 2 km (setara dengan 1x keliling) tapi ini prestasi buat saya.

jogging 1

Prestasinya karena akhirnya saya tau bagaimana cara jogging yang enak bagi pemula, yaitu lari pelan-pelan, stabil, dan tidak tergesa-gesa. Pengalaman saya jogging sebelumnya salah, sementara badan belum ada pemanasan, saya sudah tergesa untuk lari secepat-cepatnya.

Menurut penjelasan teman saya yang sudah sering jogging, lari dengan cara demikian akan membuat kita lelah sebelum mencapai finish. Lari dengan awalan yang cepat/tergesa akan meningkatkan ritme detak jantung sehingga badan mudah  lelah dan kehabisan nafas.

Berbeda ketika kita mengawali lari dengan langkah pelan serta dengan ritme yang stabil. Jantung akan bekerja dengan lebih stabil. Sehingga jogging dengan jarak panjangpun jadi tidak terasa capek.

Adapun kita bisa lebih enjoy karena berlari menjadi menyenangkan.  Apalagi kalau ada teman yang menemani lari. Wah itu lain lagi 🙂

Yuk jogging ke Gading!

©Tina Latief

Sunday Jogging, Not Bad!

ENTAH mengapa saya begitu optimis jogging tadi pagi. Meskipun tidak bangun terlalu pagi, saya begitu bersemangat untuk berlari. Dengan sigap saya ambil Nike Running saya di rak penyimpanan, bergegas mengenakan dan mengencangkan tali sepatunya.

Pagi itu saya jogging. Seperti biasa saya mengambil jalur track UI di sebelah hutan kota UI.

***

Tidak sampai setengah jam saya sudah selesai jogging. Dengan jarak 2 km saya berhasil menyelesaikannya dalam waktu 15 menit. Meskipun waktu tempuhnya masih tergolong lambat, namun saya senang. Jogging hari ini lancar dan sangat nyaman. Banyaknya keringat hangat yang bercucuran menjadi pertanda bahwa saya jogging dalam keadaan sehat.

Saya masih ingat, beberapa waktu lalu saya sempat jogging dengan keadaan yang tidak begitu baik. Hasilnya bukan keringat hangat seperti sekarang, melainkan keringat dingin disertai pegal-pegal di seluruh badan.

Saya jadi berkesimpulan, jogging memang sebaiknya dilakukan pada saat badan berada dalam kondisi bugar. Caranya adalah dengan cukup tidur di malam sebelumnya, cukup makan-makanan yang sehat, dan tidak berangkat jogging terlalu pagi.

Dengan begitu badan akan lebih siap untuk diajak jogging.

©Tina Latief

Memaksakan Jogging?

Saya merasakan tenggorokan tidak nyaman mulai dari kemarin sore. Ada sakit yang menyelekit di sekitar tenggorokan sebelah kiri. Saya pikir sakitnya biasa saja dan akan sembuh jika banyak minum air. Namun ternyata tidak. Malam harinya saya merasakan sakit itu semakin sakit bahkan sempat membuat saya tidak bisa tidur nyenyak.

Pagi harinya, saya mendapati sakit di leher semakin menyiksa. Mulut saya terasa sangat pahit, sementara badan saya menggigil. Namun entah mengapa saya tak urung mengenakan sepatu, malahan saya melesat lari mengejar matahari yang mulai meninggi.

Tak sampai 15 menit, saya sudah berhenti berlari. Badan saya limbung, sementara leher rasanya begitu tercekik. Efek dari leher yang sakit membuat nafas saya tersengal tidak biasa. Menjelang kilometer kedua saya rebah dan mual luar biasa.

Ternyata sangat tidak nyaman jika jogging dengan kondisi yang tidak fit. Selain tidak maksimal, badan rasanya malah sakit.

Tapi tidak apalah untuk hari ini, setidaknya saya tidak penasaran lagi. Saya tadi berpikir apakah yang membuat saya mengurungkan niat jogging. Rupanya bukan malas yang sempat membuat saya urung jogging, melainkan karena saya sungguhan sakit.

my jogging record today

my jogging record today

tinaa

Minggu, Jogging, dan Mengunjungi Hall of Environmental Education, Paliyan

Tanpa disangka, Minggu pagi usai jogging tadi, saya bertemu dengan teman-teman lama di jalan, Kak Sigit dan Mas Wawan. Mereka adalah teman-teman yang dulu sering jogging di Paliyan.

Saat itu mereka tidak jogging, malainkan mengendarai motor. Entah ke mana tujuan mereka sebenarnya, namun kami akhirnya bisa ngobrol-ngobrol di sekitar parkiran hutan suaka margasatwa. 

mas sigit, wawan, mj

Kak Sigit, Mas Wawan, MJ

Seperti biasa, lama tidak bertemu banyak topik-topik menyenangkan yang menjadi bahan obrolan. Sambil sesekali meneguk air meneral, saya melihat-lihat ke sekitar menikmati pemandangan di sana. Ada tempat yang sebetulnya ingin saya kunjungi tahun lalu namun belum kesampaian juga. Tempat itu adalah Hall of Environmental Education, atau saya sering menyebutnya pondok bambu (karena hampir semua bangunan dibuat dari bambu) yang letaknya tak jauh dari tempat kami mengobrol.

Memang nasib sedang beruntung, pagi itu saya berhasil mengunjungi HEE. Sebetulnya tempat ini hanya bisa dikunjungi dengan izin penjaga. Namun berkat MJ, saya berhasil menyusup ke sana hehehe…

Taraaaa, inilah Hall of Environmental Education yang saya maksud. Sebuah aula yang dibagun dengan desain cantik, terkesan natural, dan bernuansa alam. Hall of Environmental Education,Paliyan

Hall of Environmental Education, Paliyan

HEE didirikan di tengah hutan jati yang letaknya tak jauh dari hutan suaka margasatwa. Saya tidak tau secara pasti, namun seperti namanya HEE merupakan aula yang digunakan untuk kepentingan belajar. Bentuknya seperti rumah budaya. Di dalam aula ini terpajang banyak sekali foto-foto yang mencerminkan kondisi lingkungan alam Kecamatan Paliyan dan sekitarnya seperti foto kegiatan, binatang lindung, pertanian dll. Selebihnya aula ini mungkin difungsikan secara serbaguna.

Hall of Environmental Education

Hall of Environmental Education

20140119_073349.resized

Hampir semua bangunan ini terbuat dari bambu. Mulai dari tiang, dinding, hingga langit-langit atapnya terbuat dari bambu. Hanya lantainya saja yang sedikit kurang Njawani karena dibuat bukan dari anyaman bambu melainkan menggunakan keramik.  Continue reading