Tag Archives: gula

Sebuah Petualangan tentang Gula

2(1)SALAH satu kegemaran kakek dan nenek yang diwariskan kepada saya adalah kegemaran mereka dalam minum teh. Wedangan, begitu orang Jawa menyebutnya. Menyeduh teh panas dengan kental dan manis (nasgitel), lalu meminumnya beramai-ramai dengan penganan (pacitan) sembari berlama-lama mengobrolkan topik apa saja yang menarik untuk diperbincangkan. Continue reading

Memberi makan semut

Berniat menyeduh teh, saya malah disibukkan dengan semut-semut yang memenuhi toples gula. Karena semut yang masuk terlalu banyak dan kecil-kecil, gula jadi sulit dibersihkan. Saya hanya sempat menyelamatkan sekitar setengah sendok makan. Untungnya gula di dalam toples tidak lagi banyak. Sisanya saya tuang ke selembar tissue dan saya letakkan ke pojok kamar. Maksudnya biarkan saja semut-semut itu makan dengan koloninya. Mungkin dengan begitu makanan yang lain tidak dihinggapi.

Belakangan ini di kamar memang kedatangan banyak semut. Mulai dari semut wudak (semut gula yang bergerak cepat), semut api dan semut hitam.

Saya pikir tadinya karena banyak makanan manis. Tapi ternyata air mineral di tumbler pun juga kemasukan semut. Setelah saya amati lagi, mungkin karena dampak cuaca. Banyak semut yang naik ke permukaan menghindari rendaman air hujan. Saya akui semut ini hebat memilih tempat yang sangat jauh dari banjir. Lantai empat.

Kalau sudah begitu, salah satu cara menghidupi koloni adalah dengan makan apa yang mereka temui di kamar ini sebagai sumber penghidupan/survival. Mereka kan juga mahkluk hidup, tentu perlu makan. Dan mungkin di sinilah peran saya sebagai salah satu mahkluk hidup dipertanyakan. Saya harus membantu mahkluk hidup yang lain. Termasuk member makan semut.