Tag Archives: fisip ui

Pasca Kebakaran, Gedung C Fisip UI Mulai Dihancurkan

20141125_132751SUARA gemuruh di seberang kelas mendadak mengaburkan fokus belajar kami. Suaranya begitu nyaring, berdentuman disertai getaran-getaran hebat bak gempa bumi. Dalam sekejab perhatian seluruh isi kelas tertuju pada arah datangnya suara yang kebetulan tak jauh dari tempat di mana kami belajar. Setelah ditengok, suara itu rupanya berasal dari sisa reruntuhan Gedung C Fisip UI yang terbakar 7 Januari lalu.

20141125_132644Uniknya, tidak ada yang mengeluh atas kebisingan tersebut. Seakan semua justru menikmati menonton Gedung C yang mulai diruntuhkan itu. Mungkin hal yang sama tengah dipikirkan dalam benak kami mahasiswa Sosiologi UI.

Keberadaan cakar-cakar kuning yang tengah menggempur dinding Gedung C itu justru membuat kami gembira karena itu berarti kemajuan bagi pembangunan kembali gedung Departemen Sosiologi yang baru.

Belum terlupa dari ingatan kami bagaimana Gedung C Fisip UI terbakar pada 7 Januari lalu. Musibah yang diduga akibat karena konsleting listrik itu terjadi saat kami semua tengah menikmati libur panjang akhir semester.

Seperti halilintar di tengah kemarau, kabar Gedung C kebakaran membuat kami yang sedang di luar kota kebingunan. Bagaimana tidak, selain musibah itu terjadi di saat tidak banyak aktivitas belajar, semuanya ludes tak tersisa termasuk aset-aset akademis yang menjadi kebanggaan kami selama ini.

20141125_132714Mulanya saya mengira rencana pembangunan kembali Gedung C hanyalah sebuah wacana. Dulu Gedung C direncanakan baru akan direnovasi tahun 2015, tetapi sekarang justru dimulai 2 bulan lebih cepat.

Oleh karenanya saya sedikit terkejut ketika pembangunan dilaksanakan lebih cepat dibanding rencana yang dulu sempat dijadwalkan. Segera dibangunnya kembali Gedung C jelas menjadi kabar yang menggembirakan bagi kami civitas akademika Departemen Sosiologi. Dengan terealisasinya pembangunan itu, maka kami akan  punya gedung prodi yang baru, dan tentunya tempat tongkrongan baru… 🙂

Jujur saya sempat khawatir tidak akan sempat melihat gedung prodi yang baru. Sebentar lagi saya akan lulus, sementara belum ada kabar akan dibangunnya kembali gedung prodi. Tetapi sekarang saya tidak perlu khawatir lagi. Sebelum lulus nanti, semoga dapat dipastikan saya masih bisa nongkrong-nongkrong dulu di sana. He he…

©Tina Latief 2014

Baca juga
Gedung C Fisip UI Terbakar
Pernak-Pernik Pasca Musibah Sosiologi UI
Pak Iqbal Djajadi Tutup Usia

Mendukung FISIP UI menuju Green Campus

FISIP UIFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) adalah salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Universitas Indonesia. Di dalamnya terdapat 8 bidang studi meliputi Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Antropologi dan Ilmu Hubungan Internasional yang masing-masing memiliki jumlah mahasiswa hingga mencapai ribuan mahasiswa.

Banyaknya jumlah mahasiswa yang dimiliki FISIP UI kerap mengantarkan kontingen Fisip menyabet gelar juara umum pada kejuaraan antar fakultas. Karena punya banyak mahasiswa, Fisip juga menjadi supporter paling ramai di kala pertandingan. Akan tetapi, banyaknya jumlah mahasiswa di Fisip juga menyebabkan Fisip rentan terhadap lingkungan. Hal ini berkaitan dengan masalah sampah yang diproduksi setiap harinya.

Masalah Timbulan Sampah

Jumlah timbulan sampah di FisipBelakangan ini jumlah timbulan sampah di Fisip terus meningkat. Bahkan jumlahnya sering melebihi kapasitas tempat sampah yang tersedia. Banyaknya jumlah mahasiswa di Fisip berkontribusi pada penambahan volume sampah yang dihasilkan. Jumlah sampahnya terus dan terus meningkat sejalan dengan perilaku konsumtif mahasiswa di Fisip.

Tempat-tempat makan/kantin di Fisip merupakan salah satu sumber timbulnya banyak sampah di Fisip. Semakin banyak pengunjung, kantin-kantin di Fisip berpotensi menjadi sumber sampah plastik dan styrofoam dalam skala yang besar.Perilaku konsumtif mahasiswaMasalahnya persoalan mahasiswa tidak selesai hanya dengan makan di tempat. Banyaknya mahasiswa yang sering membungkus makannya (take away) meningkatkan penggunaan plastik dan styrofoam. Akibatnya jumlah timbulan sampah di Fisip terus meningkat.  Alhasil, Fisip menjadi fakultas dengan jumlah timbulan sampah terbanyak dibandingkan dengan fakultas lain yang jumlah mahasiswanya lebih sedikit.

Kebiasaan Membuang dan Memilah SampahKetiadaan tempat pemrosesan sampah di FisipMasalah sampah di Fisip semakin urgent ketika banyaknya timbulan sampah dibarengi dengan perilaku membuang sampah yang tidak pada tempatnya. Sementara bagi mereka yang membuang sampah pada tempatnya, belum ada pemilahan sampah antara sampah organik dan sampah anorganik. Ketiadaan tempat pemrosesan sampah mandiri turut menjadi hambatan dalam menangani sampah di Fisip. Sehingga, jika disimpulkan masalah sampah di Fisip urgent pada 3 aspek, yaitu masalah timbulan sampah, kebiasaan membuang dan memilah sampah, serta masalah pemrosesan sampah.

Green Campus Fisip Ui

A green campus is a higher education community that is improving energy efficiency, conserving resources and enhancing environmental quality by educating for sustainability and creating healthy living and learning environments.
(US.Green Building Council)

Dalam rangka merespon masalah lingkungan terkhususnya sampah, Fisip bersama Tupperware Indonesia menggagas program Green Campus Fisip Ui. Green Campus merupakan komunitas pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada bangunan dan infrastruktur, melainkan mendorong penelitian, mempromosikan upaya-upaya advokasi, mengembangkan kurikulum, dan mendukung tujuan akademik berbasis keberlanjutan di kampus.

Green Campus berupaya meningkatkan efisiensi energi, konservasi sumber daya alam dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan cara mendidik dan menciptakan lingkungan hidup dan belajar yang sehat secara berkelanjutan. Dalam menciptakan Green Campus, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) seperti administrator, perencana modal dan staf, dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar sangat diperlukan peranannya dalam menyediakan sarana, gagasan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menciptakan Green Campus.Green Campus Fisip UI

Berdasarkan US. Green Building Council, terdapat 8 langkah yang harus dilakukan dalam praktek Green Campus yang meliputi:

  • Mengadopsi operasi hijau dan pemeliharaan praktek (Adopting green operations and maintenance practices)
  • Menerapkan kebijakan pembersihan hijau (Implementing green cleaning policies)
  • Mengembangkan strategi transportasi alternatif (Developing alternative transportation strategies)
  • Mengkoordinasi pengadaan (Coordinating procurement efforts)
  • Membangun program daur ulang (Establishing recycling programs)
  • Mempromosikan perencanaan dan pemeliharaan yang inovatif (Promoting innovative landscape planning and maintenance)
  • Mengevaluasi prosedur pembelian makanan (Evaluating food purchasing procedures)
  • Mengorganisir program-program mahasiswa dan pendidikan staf untuk mengurangi energi dan konsumsi air (Organizing student and staff education programs to reduce energy and water consumption)

Delapan praktek inilah yang harus dilalui Fisip untuk menjadi salah satu Green Campus diantara banyak kampus di dunia yang telah mengaplikasikan program tersebut.

Bersama dengan Tupperware Indonesia, Fisip berupaya menjadikan kampus berbasis lingkungan berkelanjutan Green Campus Fisip UI, mulai dari menerapkan peraturan, hingga menyediakan sarana kebersihan. Melalui dukungan Tupperware Indonesia, kini telah terdapat 100 buah tempat sampah dengan jenis organik dan anorganik yang tersedia hampir di setiap sudut Fisip.

Sekarang, tidak ada lagi alasan untuk tidak membuang sampah pada tempatnya. Meskipun demikian, keberhasilan program Green Campus tergantung pada pendekatan terpadu dalam perencanaan dan pelaksanaan yang keberlanjutan melalui keterlibatan seluruh stakeholders. Masalah lingkungan terkhususnya sampah adalah masalah krusial sehingga penyelesaiannya memerlukan  kerjasama seluruh warga kampus.

Oleh sebab itu,  untuk mewujudkan Green Campus Fisip UI diperlukan dukungan seluruh warga kampus. Adapun warga kampus dapat mendukung dengan berbagai macam tindakan dan peraturan seperti diantaranya:

1. Mencegah timbulan sampah secara serentak

Untuk menghindari jumlah sampah yang berlebih, timbulan sampah sampah harus dikurangi. Caranya adalah dengan memaksimalkan pencegahan timbulan pada sumber-sumber sampah. Pendekatan ini bersifat personal sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Kegiatan itu dapat berupa:

  • Konsisten menggunakan tempat makan dan minum isi ulang daripada membeli makanan dan minuman kemasan saat di kampus.Konsisten menggunakan tempat makan dan minum isi ulang
  • Memanfaatkan fasilitas air minum isi ulang dan tempat minum/tumbler di kampus daripada membeli air minum kemasan.Memanfaatkan fasilitas air minum isi ulang
  • Membawa kantong belanja sendiri saat belanja dan menolak menggunakan plastik di manapun berada.Membawa kantong belanja sendiri saat belanja
  • Mewajibkan setiap kantin di Fisip melayani pembeli dengan tempat makan & minum non kemasan, isi ulang, atau yang dapat digunakan secara berkelanjutanMewajibkan setiap kantin di Fisip melayani pembeli dengan tempat makan & minum non kemasan
  • Menghindari pola hidup konsumtif dengan cara membawa bekal dari rumah menggunakan tempat makan & minum sendiriMenghindari pola hidup konsumtif dengan cara membawa bekal dari rumah menggunakan tempat makan & minum sendiri
  • Mengganti penggunaan tissue dengan sapu tangan. Selain hemat, turut berkontribusi terhadap kebersihan lingkunganMengganti penggunaan tissue dengan sapu tangan untuk berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan

 2. Membuang dan memilah sampah

Pada kondisi-kondisi tertentu, ada jenis sampah yang tidak dapat dicegah timbulannya. Misalnya saja daun yang gugur, sampah kaca, botol obat, dsb. Oleh karena itu, dalam membuang dan memilah sampahpun perlu dicarikan solusi supaya sampah yang timbul tidak menumpuk menjadi masalah lingkungan. Untuk masalah membuang dan memilah sampah, rekomendasi saya adalah sebagai berikut:

♦Menegaskan peraturan kampus tentang kewajiban keharusan membuang dan memilah sampah. Pemilahan sampah FISIP

Jika selama ini peraturan masih belum ditegaskan sehingga masih banyak pihak-pihak yang membuang sampah tidak pada tempatnya atau belum melakukan pemilahan, maka melalui program Green Campus, Fisip UI harus mewajibkan seluruh warganya untuk menjalankan kewajiban membuang dan memilah sampah di tempatnya. Ketentuan selanjutnya, kita bisa menggunakan sistem reward & punishment

♦Memfasilitasi peraturan membuang dan memilah sampah disertai dengan tempat pemrosesan sampah mandiri di dalam kampus.Pemrosesan sampah Fisip

Jika mengamati sistem pengelolaan sampah di Fisip, pengelolaan sampah masih terbatas pada pengumpulan dan memindahkan sampah. Sementara Fisip terus memproduksi sampah, belum ada keikutsertaan Fisip dalam pengelolaan sampah secara mandiri.

Sesuai dengan langkah menuju Green Campus, Fisip perlu dilengkapi dengan program daur ulang (Establishing recycling programs). Menurut saya, akan lebih efisien apabila Fisip dilengkapi tempat dan sarana prasarana daur ulang sampah mandiri. Masalah timbulan sampah seperti daun dapat diolah sendiri menjadi pupuk kompos. Sementara sampah botol atau plastik kemasan dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan program kewirausahaan dengan cara memanfaatkan keberadaan penduduk di sekitar kampus untuk dapat mengolah barang-barang bekas menjadi pernak-pernik daur ulang bernilai guna.

3. Mengolah sampah

Langkah terbaik dalam menangani timbulan sampah di Fisip adalah dengan mengelola timbulannya seefisien mungkin. Dengan terdapatnya 2 jenis sampah yaitu organik dan anorganik, maka pengelolaannya pun perlu dilakukan dengan 2 cara.

Cara yang pertama yaitu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain dapat digunakan di kalangan sendiri, pupuk kompos dapat dijual sebagai sarana pemberdayaan pegawai atau masyarakat sekitar.

pengelolaan sampah fisip ui

Sementara itu, sampah-sampah dengan jenis anorganik dapat diolah menjadi barang bernilai guna. Misalnya seperti sampah bekas jajanan kaleng. Dengan sedikit keterampilan menghias dan merangkai kain perca, saya dapat merubah kaleng bekas makanan menjadi celengan-celengan cantik. Melalui langkah-langkah sederhana ini, Fisip dapat merintis sebagai Green Campus.

***

Meskipun demikian, yang terpenting adalah bagaimana komitmen seluruh stakeholders dan warga kampus dalam penanganan sampah secara berkelanjutan. Karena bagaimanapun juga sampah adalah masalah krusial yang penyelesaiannya harus dilakukan secara serentak dan bersama-sama. Selain itu perlu keberanian untuk merubah: membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.

Melalui tulisan ini saya turut mendukung Fisip UI sebagai Green Campus. Mari dukung Green Campus Fisip UI dengan berkomitmen untuk membiasakan yang benar!

©Tina Latief 2015
Mahasiswa Sosiologi, Universitas Indonesia
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Green Campus Fisip Ui dan berhasil meraih juara pertama. 

Membiasakan yang Benar

Masalahnya, orang sudah sangat terbiasa melakukan yang biasa dan menganggap itu sebagai hal yang wajar…

20140904_084115

Ketika orang ditanya apa saja di dunia ini yang benar, kebanyakan mereka menjawab Tuhanlah yang benar. Sebagai dzat yang diakui paling tinggi kedudukannya, orangpun takkan tidak sepakat untuk mengakui Dialah Yang Maha Benar.

Namun kali ini bukan Tuhanlah yang ingin saya bicarakan di sini. Yang ingin saya tuliskan di sini melainkan tentang kebenaran yang pada dasarnya telah kita sepakati bersama sebagai suatu hal yang benar (konsensus). Yakni kebenaran yang diketahui kebenarannya dan yang dengan sendirinya diakui sebagai sebuah kebenaran yang bersifat mengikat oleh semua orang. Sehingga jika terdapat seseorang yang melewati batas kebenaran tersebut, orang dapat secara langsung dinyatakan bersalah.

Datang tepat waktu di segala urusan (on time) misalnya, adalah salah satu kebenaran yang telah disepakati bersama. Semua orang tau kalau datang tepat waktu adalah benar, sebaliknya orang yang selalu datang terlambat adalah salah. Adapun membuang sampah pada tempatnya, orangpun tau kalau tindakan tersebut benar. Sebaliknya membuang sampah di sembarang tempat adalah salah. Mengapa salah? Karena selain merugikan diri sendiri, seseorang juga merugikan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Sehingga, tidak heran jika terkadang tidak hanya sebatas norma di masyarakat, kebenaran yang diakui bersama tersebut bahkan diwujudkan melalui peraturan-peraturan resmi pemerintah yang mana pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

Masalahnya, kini orang seakan tidak lagi mengakui kebenaran yang hakikatnya telah ia sepakati secara bersama-sama tersebut. Orang mulai seenaknya saja datang terlambat, membuang sampah sembarangan, dan menganggap semua yang dilakukannya tidak berdampak bagi orang lain maupun lingkungan. Kesepakatan yang semula dihormati sebagai suatu yang benar kini tak lagi bernilai sama. Orang mulai berdalih, bahwa terlambat ataupun membuang sampah sembarangan adalah hal yang bisa dilakukan, yang kemudian biasa dilakukan…

Spanduk yang dipasang oleh Dekan Fisip UI tersebut adalah sentilan kepada siapapun yang membenarkan yang salah. Jika jelas-jelas salah, apalagi kita sendiri yang menyepakatinya, mengapa musti dilanggar. Jika masalahnya adalah orang sudah sangat terbiasa melakukan yang biasa dan menganggap itu sebagai hal yang wajar, sudah saatnya kita berubah. Tentu kita tidak mau menjadi orang munafik, yang selalu berkoar-koar tentang kebenaran namun nyatanya mengingkari sendiri apa yang telah disepakati…

Jadi mari membiasakan yang benar!

tinaa

Segelas Susu untuk Senyum Terbaikmu

Hari pertama perkuliahan di semester baru ini dimulai hari ini, Senin, 1 September 2014. Setelah tiga bulan lamanya menikmati liburan, kini mahasiswa harus kembali ke rutinitas sesungguhnya yaitu B E L A J A R.

Namun, apakah para mahasiswa sudah siap kembali ke medan laga? Jawabnya: biasanya sih tidak!

Hari Senin, jadwal pagi, bayang-bayang kemacetan selama di perjalanan. Biasanya inilah yang menjadi biang kerok, dalang dari lunturnya senyum ceria di hari pertama kuliah. Wajah-wajah cerah usai menikmati masa liburan seketika berubah menjadi wajah-wajah kusut berkerut-kerut.

FSI FISIP UI rupanya mampu membaca situasi ini. Dalam rangka menyambut hari pertama masuk kuliah tadi, mereka berinisiatif memberikan penyemangat kepada teman-teman mahasiswa di FISIP. Beramai-ramai mereka turun ke jalan, membagi-bagikan segelas susu, ditambah dua keping cookies dan kartu ucapan. Syarat mendapatkannya pun mudah, mahasiswa yang datang hanya perlu membayarnya dengan senyuman. 🙂

Kreatif sekali, ya…

20140901_074035Meskipun terbilang sederhana, namun saya menyukai ide tersebut. Berbagi semangat dengan cara yang unik, jarang-jarang bukan?

Saya jadi ada inspirasi. Mengingat semester ini adalah semester yang tidak mudah, alangkah baiknya jika kita meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Saling bantu, support! Agar perkuliahan mendatang menjadi terasa ringan. Hingga pada akhirnya perjuangan akan berbuah manis. Semanis segelas susu, serenyah potongan cookies…

Have a cheerful Monday! 🙂

tinaa

Harapan Baru Pasca Musibah Sosiologi UI

20140224_094146.resizedMusibah beruntun yang menimpa prodi Sosiologi UI: kebakaran 17 Januari lalu disusul meninggalnya Pak Iqbal Djajadi, dosen Sosiologi yang merangkap wakil dekan Fisip, tidak seketika menyurutkan semangat keluarga besar Sosiologi UI untuk bangkit kembali. Dalam sekejab, gerakan membangun kembali Sosiologi UI berhasil menuai respon dari prodi-prodi lain yang kemudian datang memberikan bentuk kepedulian baik sumbangan pemikiran, moral maupun perlengkapan perkuliahan.

Aksi mahasiswapun tak ketinggalan. Dalam rangka membuat suasana perkuliahan menjadi lebih hidup dan bersemangat, beramai-ramai mereka menyulap pagar seng yang melingkari Gedung C menjadi sebuah ajang mural yang kreatif dan inspiratif. Di sela-selanya mereka sisipkan juga sentilan-sentilan dan kata-kata penyemangat bagi prodi.20140224_094216.resized20140224_094325.resized20140224_094358.resizedSisa puing-puing gedung yang menghitam merangas itu kini nampak lebih hidup dikelilingi warna-warni cat yang digoreskan di sekeliling pagar pengaman. Hal ini seolah menandakan bahwa ada secercah harapan diantara keterpurukan yang terjadi.

Yah, meski kabarnya gedung baru akan dibangun kembali di tahun 2015 mendatang, dan mungkin beberapa diantara kami sudah tak sempat lagi melihatnya dibangun kembali, ini kabar yang cukup bagus.

Saya berdoa agar segera ada harapan baru bagi Sosiologi UI. Seperti kata pepatah, hilang satu tumbuhlah seribu!

©Tina Latief 2014

Pak Iqbal Djajadi Tutup Usia

iqbal djajadi sosiologi ui meninggal

Iqbal Djajadi (right)

Sosiologi UI kembali berduka. Setelah 7 Januari lalu bangunan kebanggaan Sosiologi, Gedung C FISIP UI terbakar, hari ini Sosiologi UI kehilangan salah satu dosen terbaik yang dimiliki Sosiologi UI. 

Drs. M. Iqbal Djajadi M.Si atau akrab disapa Mas Iqbal/ Babe menutup usia pada hari ini pukul 01.30 akibat serangan jantung saat mengikuti Raker Capacity Building Pimpin UI di Novotel, Bogor.

Pak Iqbal merupakan salah satu pengajar Sosiologi Agama sekaligus pengajar mata kuliah Sosiologi lainnya seperti Teori, MPS, dll yang tahun ini dinantikan oleh mahasiswa angkatan 2012. Semester ini, mahasiswa 2012 dijadwalkan menerima mata kuliah sosiologi agama dan Pak Iqbal merupakan salah satu pengajar yang dinanti-nantikan kehadirannya di kelas.

Bagi saya pribadi, beliau adalah sosok pengajar yang humoris dan welcome dengan mahasiswa. Meskipun hanya beberapa kali saya bertatap muka mengikuti kuliahnya, kenangan belajar bersama Pak Iqbal memberikan kesan bahwa beliau adalah pengajar yang baik dan peduli kepada mahasiswanya. Sungguh disayangkan, tahun ini saya gagal menemui mata kuliah sosiologi agama bersama beliau.

Usai shalat Jumat tadi, beliau dikebumikan di Pemakaman Tanah Merah, Pondok Kopi Blok A7 setelah sebelumnya singgah di rumah duka di Kompleks PTP Duren Sawit Blok P2/6 (Duren Sawit Timur). Saya tidak bisa hadir dalam proses pemakaman karena saat ini saya masih di Jogja dalam rangka liburan semester.

Seluruh informasi yang saya tuliskan di sini merupakan informasi yang saya himpun dari kawan-kawan di sosial media.

Saya beserta segenap keluarga besar Sosiologi UI mengucapkan belasungkawa atas kepergian Pak Iqbal. Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya dan kami yang ditinggalkan dapat meneruskan ilmu-ilmu yang telah beliau berikan untuk kebaikan umat manusia. Amin YRA…

Selamat jalan Pak Iqbal Djajadi…

©Tina Latief 2014

Gedung C Fisip UI Terbakar

gedung c fisip ui terbakarPagi tadi, Selasa, 7 Januari 2014 timeline Twitter dan Facebook tiba-tiba dipenuhi serentetan berita tentang terbakarnya gedung Departemen Sosiologi UI/ gedung C yang berlokasi di sebelah Fakultas Psikologi. Kabar tersebut baru saya baca tadi sekitar pukul tujuh. Saya yang saat kejadian berlangsung tidak dapat hadir di lokasi kebakaran karena sedang dalam rangka liburan semester di Jogja, tidak dapat menyaksikan langsung bagaimana peristiwa kebakaran itu terjadi.

Namun segera saya kumpulkan sejumlah berita yang cukup akurat untuk menjelaskan peristiwa terbakarnya gedung Departemen Sosiologi UI. Selama kurang lebih 30 menit memantau timeline dosen, kawan-kawan mahasiswa, dan situs berita, tidak diragukan lagi gedung berlantai tiga tersebut memang telah dilalap si jago merah. Asap tebal yang mengepul di tengah kampus Universitas Indonesia, Depok itu adalah asap yang bersumber dari Gedung C, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).gedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakargedung c fisip ui terbakarMenurut kabar yang dihimpun Rissalwan Habdy Lubis dan teman-temannya, kebakaran diduga bersumber pada korsleting listrik. Sedangkan informasi yang berhasil didapat tim Liputan6 menyatakan korsleting listrik pada air conditioner salah satu ruangan menjadi pemicu kebakaran. Penyebab pasti terjadinya kebakaran belum dapat dipastikan. Saat ini, 5 orang saksi yang terdiri dari satpam dan ob telah dibawa ke Polsek Beji untuk dimintai keterangan polisi.

Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran ini. Namun sejumlah arsip fakultas, dokumen-dokumen berharga dan gedung telah hangus dilalap api.

©Tina Latief 2014

Keterangan Foto
Foto-foto terkait merupakan dokumentasi mahasiswa, dosen, dan wartawan yang dikumpulkan melalui media sosial