Tag Archives: family

My Lovely Auntie

JIKA DISURUH MEMILIH SIAPAKAH ORANG TERKASIH DI ANTARA semua anggota keluarga, mungkin aku akan sangat bingung. Yang pasti aku tidak bisa memilih. Karena setiap dari mereka, baik Mum, Kakek, Nenek, atau anggota keluarga yang lain semua sangat berarti bagiku.

20141025_071150Tidak terkecuali bibiku. Bibi Yanti. Dia sudah seperti ibu kandungku sendiri. Apalagi sejak aku memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan Mum di Jogja merawat Kakek dan Nenek, Bibi Yanti selalu menjadi orang pertama yang aku cari selama di sini.

Dan bibiku itu, tahukah kalau dia sangat hafal dengan makanan kesukaanku. Acapkali pulang dari kantor dan mampir ke rumah, bibiku selalu siap dengan tepung terigu, tauge, wortel, bahan-bahan pembuat bakwan. Tak lupa, makanan lainpun juga selalu disiapkan. Dia tahu kalau aku akan makan sangat lahap jika di rumah ada tumis. Aku selalu memuji masakannya. Yah meskipun hanya tumis biasa, tumis kangkung dan sejenisnya, bagiku masakannya sudah seperti makanan dewa.20141025_071434

Yang sering membuatku terharu, bibiku itu perhatiannya tidak pernah kurang. Meskipun aku sudah besar, aku selalu dikhawatirkan seperti anak kecil yang belum bisa menjaga diri. Seperti misalnya kemarin sewaktu aku hendak pulang ke Depok. Sebelum pulang, bibiku masih sempat menanyaiku tentang jadwal bus kuning di UI. Dia khawatir kalau-kalau aku terlambat mendapatkan bus. Bibiku berpesan supaya tidak naik ojek sembarangan…

Padahal jika dipikir-pikir, bibiku itu juga punya banyak anak, bahkan ada yang masih kecil-kecil. Bisa dibayangkan bukan bagaimana hebatnya ia jika dalam kerepotannya mengurus rumah tangga dan anak-anaknya pun masih sempat memikirkan orang lain. Maka tidak bisa dipungkiri lagi kalau bibiku itu memiliki kasih sayang seluas lautan. Ah bibiku… semoga kasih sayangmu akan membawa kebaikan untukmu..

©Tina Latief 2015

Alfred

SAYA tidak tahu persis pada usia berapa Alfred pertama kali datang ke rumah. Saat itu saya sedang liburan semester empat di Yogyakarta, dan tepat pada hari kedatangannya itulah kucing berwarna cokelat menyala dengan badan gemuk itu mulai tinggal di rumah sebagai teman bermain saya.

Alfred adalah kucing yang manis. Tidak seperti kucing-kucing peliharaan saya sebelumnya, Alfred sangat penurut, jinak, dan yang paling saya suka Alfred tidak suka naik ke meja.

Alfred juga tidak tergolong kucing yang suka pilih-pilih makanan. Apa yang saya sajikan untuknya, paling tidak dicicipinya semua. Saya masih ingat, Alfred sangat suka dengan tempe goreng dan tempe bacem yang manis. Satu yang tidak dia suka, Alfred selalu menolak jika diberi makan telur.

Entah mengapa kemudian saya memberinya nama Alfred. Sejak saat itu pula setiap kali memanggilnya dengan nama Alfred, ia selalu datang menghampiri atau mengeong kepada si pemanggilnya. Tubuhnya yang gemuk dan besar membuat kucing jantan itu semakin menggemaskan. Alfred… Namun sayang, sejak liburan di Jogja usai, saya terpaksa harus meninggalkan Alfred…

Tak lama setelah saya kembali ke Jakarta, Alfred dikabarkan tinggal di rumah tetangga. Meski hanya tetangga dekat, hanya beberapa kali saja Alfred pulang ke rumah.

Ketika saya kembali berlibur di Jogja, Alfred pun sangat jarang kelihatan pulang ke rumah. Suatu ketika saat ia pulang ke rumah, Alfred nampak lebih gemuk dari biasanya namun sangat lemah dan lesu…

Alfred terserang penyakit. Ada bekas luka yang sangat parah di kaki depan dan belakang sebelah kiri. Lukanya menganga dan mengeluarkan cairan nanah yang berbau tak sedap. Telinganya juga koyak. Darahnya terus mengalir dan mengering di sana.

Saya sempat merawat luka Alfred beberapa kali. Saya bersihkan luka-lukanya, mengompresnya dengan antiseptik, dan berusaha mengeluarkan cairan nanah yang membuat bengkak kakinya. Namun luka Alfred terlanjut membuat tubuhnya terserang infeksi. Tubuhnya kejang dan nampak begitu menderita menahan sakitnya.

Beberapa kali Alfred tidur di rumah. Namun ia sama sekali tidak mau makan. Saya sempat berpikir mungkin makanan yang saya berikan kurang membangkitkan nafsu makannya. Untuk itu pada pagi harinya saat saya ke pasar bersama Mom, saya memberikan dua keranjang ikan untuk Alfred.

***

Namun alangkah terkejutnya saya ketika Mom menemukan Alfred tergeletak di kebun orang dengan kondisi muntah dan kejang. Waktu saya memeriksanya, tubuhnya telah ambruk ke tanah. Dari kedua lubang hidungnya mengeluarkan darah dan lendir.

Alfred tengah berjuang melawan maut. Dari kedua matanya yang membelalak kuning terlihat jelas bagaimana ia menahan sakit yang ia rasakan. Tubuh lembutnya semakin melemah, perutnya tidak nampak kembang kempis bernafas lagi.

Perlahan tatapan matanya mulai kosong. Tepat pada saat turun hujan rintik-rintik, Alfred menyerah melawan penyakitnya. Dengan hati yang hancur, saya mengangkat jasad Alfred yang mulai dingin dan kaku menuju liang lahat. Rasanya seperti mimpi. Saya masih tidak percaya, beginikah akhir hayat Alfred…

Lama saya memandangi jasadnya, berharap Alfred hanya bercanda, lantas keluar, melompat dari lubangnya. Namun jasadnya sama sekali tak bergerak. Tidak ada kelincahan Alfred seperti pada permainan lidi yang sering kami mainkan.

Alfred tidak akan mungkin bangkit lagi, atau mengeong minta makan, atau tidur di atas perut. Pada hari Selasa, 7 Januari 2015, kami kembali kehilangan anggota keluarga yang sangat kami sayangi. Rest in peace, dear Alfred. Semoga bahagia engkau di surga…

Teman bermain yang selalu merindukanmu

©Tina Latief

A Short Moment with Deylin in Jakarta

Me and Deylin

Me and Deylin

Kenangan sama Deykin hari ini hanya foto-foto saja…Tidak ada moment apa-apa…hiks…

aku engga kelihatan...:(

aku engga kelihatan…:(

Hahaha you look so cute baby..

Hahaha you look so cute baby..

Dia tumbuh menjadi gadis BESAR yang lucu…hahahaha

hehehehe who is this??

hehehehe who is this??

Sama sekali engga fotogenic…

uhmmm my sister really nice....

uhmmm my sister really nice….

Adakah kemiripannya?? ada hidungnya yang sama-sama pesek…hihihi Pesek tapi cantik kok…hohoho

paling suka foto yang ini...hahaha

paling suka foto yang ini…hahaha

Ini faforitku sekali. Senyum paling unik yang ku buat tadi siang dengan si Besar imut…

Kok engga mirip yah...

Kok engga mirip yah…

 

cute n cute...

cute n cute…

 

suatu saat aku akan....

suatu saat aku akan….

Saat terakhir aku hanya bisa melihatnya menaiki bus itu…kemudian lenyap dari pandanganku…Kalau aku nanti bertemu lagi, dia akan seperti apa??