Tag Archives: Derby runners

Menjajal Sensasi Berlari Trail

Berlari menyusuri bantaran sungai, hutan nan hijau dan pegunungan yang elok, siapa yang akan menolak. Sensasinya memang berbeda dari lari di road. Tapi, ini adalah lari trail.

JIKA selama ini aku nampak seperti pelari road, well, mungkin itu benar. Bagaimanapun aku memang tidak pernah ngetrail. Benar-benar ngetrail, tidak. Tapi dulu, dua tahun yang lalu tepatnya, aku pernah menjajal berlari sekali di Hutan UI, lalu berlari di Situ Gunung saat menjadi panitia fun trail run di Sukabumi. Setelahnya tidak pernah lagi. Aku hanya menjadi pendengar setia ketika teman-teman trailku bercerita.

Continue reading

Join My Running Club

img_20160924_163146

Are you running enthusiast? Looking for running community to join exercise?

Indorunners Depok (Depok Running Buddy) adalah komunitas lari basis wilayah Depok yang perpusat latihan di Universitas Indonesia. Saat ini Derby Derby telah memiliki puluhan member yang tersebar di Jabodetabek.  Continue reading

Derby last SAMRUI 2016, on one year journey

img_20160923_205702

Ketika berlari telah merubah hidupku. Aku tidak ingin hanya sekedar berlari. Aku ingin berlari lebih cepat.

SAAT memasuki tahun kedua di bangku universitas, saat aku memutuskan untuk tinggal di asrama, aku terjangkit virus herpes. Virus itu secara drastis menggerogoti daya tahan tubuhku. Aku masih ingat, saat terjangkit virus itu, berat badanku tidak pernah lebih dari 42 kilo.

Continue reading

Menaklukkan Tanjakan Setan di Jalur Lari Bukit Sodong

img_20161126_115021Ketika KA Senja Solo merapat di Stasiun Tugu, kembali saya menghirup udara Jogja yang beberapa minggu terakhir begitu saya rindukan. Udara pukul enam di Jogja tercium begitu khas. Ketika menghirupnya banyak-banyak, saya dapat merasakan bau kedamaian yang langsung menjalar ke sekujur badan. Continue reading

On Journey with Fellow Runners Situ Gunung Fun Trail Run

img_20170220_173148_822SAYA masih ingat bagaimana raut muka Sayyid, teman semasa SD dulu,  waktu kami mengobrolkan cabang olahraga yang setahun terakhir ini menjadi favorit saya di setiap akhir pekan. Waktu itu ia menatap saya tanpa bergeming. Mimik mukanya nampak serius, jelas kentara bahwa ia tidak sekedar melontarkan pertanyaan basa-basi. Ia merasa heran dengan saya yang sekarang, bagaimana bisa seorang Tina menggemari olahraga lari, demikian ungkapnya. Apalagi tidak sekedar road run melainkan juga trail run, tambahnya. Saat menjawab keheranannya, saya pun tersenyum lebar. Rupanya ia masih ingat, dulu saya sempat tidak menyukai olahraga yang satu ini… Continue reading

Derby Last Samrui 2015

img_20160924_163146SAYA tidak pernah menyangka, upaya saya mencari komunitas lari pada 20 Maret 2015 lalu akan membawa saya berada di tengah-tengah komunitas lari besar seperti Depok Running Buddy (Derby). Komunitas lari yang terus berkembang dengan jumlah anggota yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam kurun waktu satu tahun, setidaknya Derby telah merekrut puluhan pelari dari berbagai kalangan usia dan wilayah. Continue reading

Meriahkan Peringatan Ulang Tahun Indo Runners ke-6, Derby Gelar “Most Kilometers” Challenge di Samrui

Bertepatan dengan ulang tahun Indo Runners yang ke-6, Derby sebagai Indo Runners regional Depok turut berpartisipsi dalam acara #werunIndonesia yang diselengarakan oleh Indo Runners. Sekaligus mempersiapkan peserta yang akan turun ke dalam ajang run for charity, NusantaRun chapter 3, acara ini juga dimeriahkan dengan adanya “Most Kilometers Challenge”, potong tumpeng dan acara bagi-bagi door prize.

IMG-20151212-WA0026

IMG-20151212-WA0029

Seperti biasa, sebelum start seluruh peserta challenge dipimpin pemanasan. Setelahnya, peserta diberikan penjelasan mengenai mekanisme challenge. Challenge ini terdiri dari 3 kategori lari yaitu lari dengan durasi waktu 30 menit, 1 jam, dan 2 jam. Masing-masing kategori lari akan diambil dua pemenang dari kategori laki-laki dan perempuan. Adapun challange ini dimulai seperti biasa dari Parkiran Masjid UI, dengan start pada pukul 06:00 WIB dan jeda 16 menit untuk setiap kategorinya.

On the Road

Karena running track di UI sangat beragam —ada lingkar luar dan lingkar dalam— para peserta lari dibebaskan dengan leluasa rute mana yang akan dia tempuh dan berapa kilometer yang akan dia capai. Peserta juga tidak perlu khawatir akan kehausan di tengah jalan. Karena di posisi start (dan juga finish), Bang Arief Taufani selaku panitia acara menyediakan refreshment berupa air mineral dan isotonik.

Para peserta nampak sangat antusias. Terbukti dari banyaknya peserta yang mengukuti challenge dengan durasi waktu 1- 2 jam. Dari record lari yang tercatat, bahkan jarak tempuh yang diperoleh para peserta sangat mengagumkan. Jarak terjauh yang diperoleh peserta dapat mencapai hingga lebih dari 20 km.

Record Peserta

Berdasarkan record, challenge ini telah diikuti oleh 32 peserta. Ke-32 peserta ini terbagi atas 7 peserta dengan challenge durasi waktu 30 menit, 21 orang untuk durasi waktu 1 jam, dan 4 orang untuk 2 jam. Lalu siapa sajakah peserta challenge ini? Nah berikut hasil lengkapnya:

Kategori waktu 30 menit
Putra

  1. Doni (4, 94 km) WINNER
  2. Mathias (4,02 km)
  3. Sandi (unidentified)

Putri

  1. Lidia Chang (4,78 km) WINNER
  2. Luvi (3,82 km)
  3. Intan (unidentifed)
  4. Ira (unidentified)

Kategori waktu 1 jam
Putra

  1. Rieski Taki (13,28 km) WINNER
  2. Water (12,91 km)
  3. Kemal (12,91 km)
  4. Uchi (11,29 km)
  5. Rian Genta (10,34 km)
  6. Fadli (10,29 km)
  7. Andre (10,14 km)
  8. Arsy (9,84 km)
  9. Ardi (9,48 km)
  10. Rahmat (9,05 km)
  11. Uki (8,46 km)
  12. Rudi (8,19 km)
  13. Tresnantu (4,63 km)
  14. Soni (unidentified)
  15. Jali (unidentified)

Putri

  1. Nia (8,28 km) WINNER
  2. Peny (7,49 km)
  3. Firda (7,00 km)
  4. Widya (6,31 km)
  5. Tina (?)
  6. Tata (unidentified)

Kategori waktu 2 jam
Putra

  1. Andhika (22,54 km) WINNER
  2. Kevin (17,87 km)
  3. Tsune (19,35 km)
  4. Oji (12,68 km)

Putri (tidak ada peserta)

Nah, dari hasil record berikut sudah tahu kan siapa saja pemenangnya. Selamat ya kepada para pemenang 🙂 🙂

Tentang Saya di Challenge ini

Mungkin ada yang bertanya-tanya tentang keikutsertaan saya di acara ini, mengapa pada tulisan ini saya beri tanda tanya dan tidak ada catatan waktunya. Sebetulnya bukan tidak ada catatan waktunya. Hanya saja, saya merasa tidak ikut menjadi peserta dalam challenge ini.IMG_20151212_101409

Ceritanya dimulai pada saat saya terlambat bangun. Ya, saya terlambat bangun. Karena efek kelelahan sepulang dari kantor, malamnya saya tepar dan tidur sangat lelap. Alarm yang saya bunyikan entah kenapa saya tidak bisa mendengarnya sama sekali. Atau mungkin memang tidak berbunyi (tapi kayaknya sih ngga mungkin). Yang jelas, saat saya terbangun jam sudah menunjukkan pukul 6.18 menit. Dan Shit! Rencana saya ikut challenge gagal.

Dengan kondisi yang masih setengah sadar, saya terlonjak bangun dan bergegas mencuci muka. Setelah shalat dan bersiap, saya langsung cuss, mengawali start dari depan asrama.

Pikir saya saat itScreenshot_2015-12-12-10-04-58u, ah bodo amat. Pokoknya yang penting saya tidak absen lari hari ini. Kali ini jadi tambah-tambah saja tidak apa-apa. Haha. Ya mau bagaimana lagi, yang lain sudah start sejak 30 menit yang lalu, saya baru bangun 😀 :’D

Namun saya tidak putus asa. Meskipun niat ikut challenge sudah tidak ada, paling tidak saya ingin ada sesuatu yang menchallenge diri saya sendiri. Di ulang tahun Indo Runners ini saya mau sesuatu yang berbeda. Nah, karena saya sudah lama kepingin lari di atas pace 6, saya mulai berpikir “bagaimana jika saya ikut challenge ini saja?”. 

Akhirnya benar, saya lakukan challenge itu sendirian. Dengan mengambil rute setengah lingkar luar dan satu putaran lingkar dalam, saya berhasil mempertahankan pace hingga kurang dari pace 6. Dari record Nike Running, dengan jarak 7,24 km saya bisa selesai dalam waktu 42:10 detik dengan pace 5’49”. Yah, meskipun bagi pelari-pelari lain pace ini mungkin tidak ada apa-apanya, namun saya merasa sangat puas. Puas karena saya berhasil menang dari challenge saya sendiri… 🙂

Yang membuat saya senang lagi adalah ketika saya bisa menyelesaikan 5 km pertama dibawah 30 menit. Andai saja saya tidak terlambat, mungkin saya bisa jadi pemenang pada kategori 30 menit. Hihihi 😀

Potong Tumpeng dan Bagi-Bagi Door Prize

Well, tapi itu tadi tidak penting. Yang penting adalah acara pasca larinya. Dalam memeriahkan ulang tahun Indo Runners yang ke-6, Derby juga mengadakan acara potong tumpeng dan bagi-bagi door prize.

Dan inilah acara yang ditunggu-tunggu semua peserta. Acaranya makan-makan 😀 😀 nyumm. Nah yuk kita lihat bagaimana teman-teman Derby makan setelah lari berkilo-kilo. Kira-kira banyak larinya atau makannya ya? Hmmmm… 😀

Tumpeng ulang tahun Indo Runners ke-6 yang sudha siap dipotong (baca: diubek-ubek)

Tumpeng ulang tahun Indo Runners ke-6 yang sudah siap dipotong (baca: diubek-ubek)

Sebelum diubek-ubek, foto dulu sama tumpengnya...

Sebelum diubek-ubek, foto dulu sama tumpengnya…

IMG_20151212_104308

Mba Chia dari Indorunner menyerahkan potongan tumpeng kepada kapten Derby, Bang Arief…

Nah kan tumpengnya udah diubek-ubek.. Coba dilihat siapa yang ambil porsi paling banyak? bandingkan dengan larinya :D #piss

Nah kan tumpengnya udah diubek-ubek..
Coba dilihat siapa yang ambil porsi paling banyak? bandingkan dengan larinya 😀 #piss

Nah, ternyata gue juga makan banyak haha

Nah, ternyata gue juga makan banyak haha

Nah, setelah sudah puas makan, acara langsung dilanjut dengan bagi-bagi door prize. Bagi-bagi door prizenya pun sangat seru. Untuk mendapatkan door prize, peserta harus menjawab pertanyaan atau mengikuti challenge yang diberikan panitia. Lalu apakah saya dapat door prize? Alhamdulillah, saya dapat juga. Gara-gara bisa menebak nama panjang Bang Jali, saya dapat hadiahnya kaos yang sama dipakai pelari Derby waktu ke Australia dalam ajang Gold Coast Marathon 🙂

Hadiah door prize di acara perayaan ultah Indo Runners ke-6

Hadiah door prize dari Derby di acara perayaan ultah Indo Runners ke-6

Nah, ada satu lagi hadiah yang saya terima, yaitu tumbler Indo Runners. Tapi sebenarnya ini hadiahnya Mas Uchi yang menang “plank challenge”. Tapi karena Mas Uchi baik hati, dikasih deh ke saya. Makasih Mas Uchi… 🙂

IMG_20151212_111540

Mas Uchi, Tsune, Avic, dan Bang Artur lagi ikutan plank challenge…

Ngomong-ngomong soal Mas Uchi, dia ini adalah salah satu pelari favorit saya di Derby, loh. Pengalaman larinya sudah sangat banyak. Mas Uchipun sudah berkali-kali podium dalam ajang berbagai lomba lari.

IMG_20151212_114953

Saya dan Mas Uchi, salah satu pelari terbaik di Derby 🙂

Tidak ketinggalan, tahun ini Mas Uchi ikut mendaftar ajang lari “run for charity” yang diadakan oleh NusantaRun. Seperti yang kita ketahui, NusantaRun adalah gerakan lari di mana seluruh pesertanya berkontribusi untuk sesama. Salah satu yang dibantu adalah anak-anak sekolah di mana hasil donasi yang dikumpulkan para pelari termasuk Mas Uchi akan digunakan untuk mendukung sekolah anak-anak asuh yayasan yang membawahi NusantaRun, yaitu Indokasih.

Tahun ini, Mas Uchi dan 164 teman-teman lainnya akan berlari sejauh 135 km dengan rute Bandung-Cirebon. Bisa terbayang bukan bagaimana sumbang sih para pelari. Jadi, kami para pelari itu sebenarnya tidak hanya sekedar berlari. Ada aksi kami juga untuk berkontribusi untuk bangsa.

Nah, untuk membantu berkontribusi untuk bangsa, saya mengajak teman-teman di seluruh penjuru negeri—baik yang pelari ataupun yang belum ikut berlari— untuk turut mensupport anak-anak bangsa kita di dalam bersekolah dengan cara memberikan donasi. Caranya bisa dengan cara mengklik link berikut
www.indokasih.com/campaign/i-run-nusantarun-3-3490 lalu memberikan donasi untuk Mas Uchi. Good luck ya Mas Uchi.. We support you!!

Di akhir kata, saya dan teman-teman dari Depok Running Buddy ingin mengucapkan selamat atas hari jadi Indo Runners yang ke-6. Semoga Indo Runners terus berjaya dan menginspirasi untuk terus berlari. Tebarkan terus virus-virus lari supaya orang tidak malas berolahraga!

Berikut adalah video ucapan selamat dari Derby. Enjoy!

©Tina Latief 2015