Tag Archives: buku

Sekarang lebih suka yang kosong

Makin ke sini saya tidak suka dengan buku yang bergaris. Saya lebih suka buku yang benar-benar kosong, bertekstur kasar, dan berwarna kecoklatan. Lebih kompatibel menurut saya. Berapa tahun saya memakai buku bergaris? Ya ampun..

Saya merasa buku bergaris sering merenggut kebebasan saya berekspresi. Seakan kebebasan saya hanya sebatas  2 garis yang mengapit, atas dan bawah. Ini seperti ketika saya benar-benar ingin mengisi lembaran hidup saya sendiri. Akan seperti apa saya mengisinya, tergantung kepada keingian dan kapasitas saya. Siapa saya yang berhak mengisi lembaran tersebut, juga tergantung pada saya.

Orang tua dan orang-orang lain terdahulu telah cukup banyak mengintervensi dengan kata “tidak” dan “jangan”-nya yang bertubi-tubi. Saya rasa anak-anak sekarang sudah tidak harus menerima intervensi macam itu. Biarkan saja bebas, but still under control.

Ngomong-ngomong, saya sudah puya beberapa. Sayangnya buku seperti ini lumayan mahal. Aneh, padahal pabrik tidak perlu repot memberi garis, kenapa justru lebih mahal? Hhhhh

Reading before going

Kebanyakan orang bilang enaknya kuliah itu karena jadwalnya bisa diatur semaunya. Terutama untuk yang sering bangun siang bisa mengambil mata kuliah di jam-jam atas. Namun bagi saya pukul delapan pagi adalah jadwal yang tepat untuk memulai aktivitas belajar. Mengawali aktivitas di jam ke-8 bagi saya adalah timing yang tepat untuk pemanasan pendengaran, penglihatan, pelenturan gerak dan bicara. Rasanya menyenangkan dan nyaman untuk badan ketimbang saya harus bangun siang atau beraktivitas banyak untuk menunggu jam kuliah tiba. Tapi itu semua opsional, tergantung pilihan.

Untuk siap di kelas pukul delapan tentunya saya tidak bangun setengah 8. Ada jeda dimana saya bisa melakukan sesuatu yang bukan hanya sekedar mandi dan berias. Minum teh hangat sudah menjadi rutinitas pagi yang beberapa waktu lalu saya masukkan ke daftar rutinitas pagi. Kali ini saya mencoba untuk memasukkan jadwal reading before going sebelum berangkat ke kampus.

Maksud saya bukan membaca materi sebelum ada kelas, itu sudah saya lakukan malam harinya. Beberapa waktu lalu saya mencoba membaca beberapa bacaan yang cukup berat seperti buku-buku referensi yang saya dapatkan sembari mengerjakan tugas kuliah. Buku-buku itu memang memberikan gambaran mengenai beberapa materi ajar, namun secara umum buku itu memberikan hal lebih yang bisa dibaca kapanpun. Setelah beberapa kali membaca ternyata  dampaknya cukup positif. Saya tidak datang dengan wajah hampa atau tatapan kosong yang menerawang mimpi semalam atau hal yang lain. Di kelas saya langsung bisa mencurahkan seluruh perhatian saya ke mata kuliah yang sedang disampaikan oleh dosen. Well, menurut saya itu prestasi yang wajib dicapai setiap hari.

Mudah-mudahan saya bisa bangun pagi setiap hari. Sungguh berdosa bukan jika pagi ini diawali dengan malas-malasan. Selamat berhari Senin..