Tag Archives: ATM mandiri

Apa yang Anda pikirkan saat berada di ATM?

Apa yang sering Anda pikirkan di dalam ruangan bersama mesin uang otomatis ini? Pengeluaran bulanan mungkin? Atau yang paling mungkin adalah berapa sisa saldo Anda?

Saya sering bertanya-tanya, berapa kali manusia pergi ke ATM untuk melakukan transaksi? Berapa kali melakukan penarikan? dan berapa jumlah penarikan. Yang paling sering saya tebak-tebak lagi adalah berapa sisa saldo manusia yang pernah datang ke ATM ini setelah melakukan penarikan?

Untuk menjawab pertanyaan itu saya pernah memungut potongan bukti transaksi di sebuah ATM tempat saya bertransaksi. Beragam jumlah saldo tersisanya, mulai dari ratusan juta, puluhan dan jutaan. Paling sedikit waktu itu lima ratus ribuan. Ternyata masyarakat masih banyak yang memiliki tabungan yang cukup banyak.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya, berapakah saldo minimun yang dimiliki masyarakat? Waktu itu saya sempat memiliki saldo minimum sebesar seratus ribu di account bank Mandiri saya. Waktu itu saya menghela nafas dalam, ternyata pengeluaran saya untuk masuk kampus impian waktu itu banyak sekali. Benar-benar orang terbokek sedunia, pikir saya waktu itu. Namun kertas yang saya temukan kali ini membuat saya selevel di atasnya.

punya siapa ini??

punya siapa ini??

ATM Mandiri di Rawasari masih belum diperbaiki

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Rawasari sudah seminggu usianya dibiarkan belum diperbaiki sejak berada dalam keadaan under maintenance. ATM yang bersebelahan dengan bank Mandiri itu tampak banyak antrean di hari Minggu, 15 April 2012 kemarin. Di anjungan itu terdapat 3 mesih ATM yang terdiri dari tunai 50 ribu, 100 ribu dan multipayment. Satu mesin rusak ternyata berpengaruh banyak bagi penggunanya, terbukti dari panjangnya antrean yang terjadi  Minggu lalu.

Kebutuhan anjungan tunai ini memang meningkat semenjak banyak yang gemar bertransaksi dengan e-payment. Didukung oleh e-salary, hampir setiap hari terasa tidak memegang uang dan hanya melihat arus pergerakan angka saja. Kemudahan dan kepraktisannya membuat sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan e-money untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun. Memang benar, keberadaannya meringankan beban ketika membawa uang 10 juta hanya dengan selembar kartu. Membayar belanjaan senilai ratusan juta pun semakin mudah ketika hanya dengan menekan beberapa digit nomor kombinasi, transaksi telah terselesaikan.

Banyaknya pelanggan yang menggunakan ATM untuk bertransaksi disetiap jamnya mungkin menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan yang sering terjadi di sejumlah ATM yang tersebar di berbagai sisi kota. Kalau hanya sekedar ngadem mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan mesin :D. Tetapi efektivitas mesin juga perlu diperhatikan. Sudah semestinya mesin diberi perawatan secara intensif atau diadakan pergantian mesin dalam jangka waktu tertentu. Saya memang tidak outstanding dalam hal mesin, namun bukankah pada dasarnya hakikatnya mesin itu sama? Perlu dirawat dan diperbaharui. read more