Tag Archives: Academic Life

Recalling Empat Tahun Perjalanan Menempuh Pendidikan Strata Satu

img_20151116_114317GEDUNG BALAIRUNG yang terletak persis di seberang Danau Kenanga memiliki sebuah ruangan berdinding kaca yang menghadap ke arah danau. Ruangan itu biasa digunakan untuk kepentingan staf universitas untuk mengurus keperluan atribut para mahasiswa. Empat tahun yang lalu misalnya, saat saya masih mahasiswa baru, ruangan itu digunakan untuk pelayanan pengambilan jaket kuning (jakun), jaket almamater kebanggaan mahasiswa Universitas Indonesia. Sampai hari ini ruangan itu nampak masih difungsikan untuk kepentingan yang sama. Bedanya hari ini karyawan tidak melayani pengambilan jaket almamater melainkan seperangkat baju toga yang dijadwalkan akan digunakan untuk upacara wisuda 26 Agustus mendatang.

Continue reading

Hari-Hari Menulis Skripsi

TIDAK TERASA, AKHIRNYA HARI-HARI MENULIS SKRIPSI PUN TIBA. Sejak memutuskan untuk lulus dengan jalur skripsi, saya mulai disibukkan dengan rutinitas menulis desain penelitian yang akan menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. IMG_20151116_225230

Saya masih ingat, sebelum memutuskan untuk menulis skripsi, saya sempat dihadapkan pada kebingungan atas kebijakan baru Prodi. Tahun ini mahasiswa dengan IPK diatas 3,51 boleh memilih jalur lulus skripsi atau non skripsi. Jika tidak menganbil skripsi, sebagai gantinya, mahasiswa diminta menulis jurnal yang akan diterbitkan di jurnal universitas.

Yang menjadi pertimbangan saya kala itu, dengan jumlah SKS yang telah cukup, saya bisa menulis jurnal dan lulus dengan waktu cepat yaitu 3,5 tahun saja. Sementara jika saya menulis skripsi, saya akan membutuhkan waktu lulus setengah tahun lebih lama. Yang menjadi pertimbangan saya selanjutnya, menurut banyak sumber, skripsi tidak menjadi prasyarat dalam menempun studi selanjutnya. Alasan ini membuat saya bingung dengan pilihan skripsi. Sudah pasti akan lelah, namun jika dikerjakan tidak memberikan manfaat maksimal…

Kebingungan ini saya sampaikan kepada Mas Herman Saksono di Facebook. Kala itu saya bertanya, apakah akan bermanfaat jika saya menulis skripsi? Seperti pendapat kebanyakan, Mas Herman juga mengiyakan jika skripsi memang tidak banyak diperlukan dalam menempuh jenjang pendidikan lanjut (S2/S3). Namun menurut Mas Herman, bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang Master of Research, skripsi akan diperlukan sebagai pengalaman riset.

Well, adalah cita-cita saya bisa meneruskan studi S2 dengan jenjang ini. Jadi, tak ragu lagi, saya memutuskan untuk menulis skripsi. Saat ini, sudah hampir lima bulan saya mulai menulis skripsi. Memang masih penulisan tahap awal, namun rutinitas ini cukup membuat saya sibuk.

Membaca jurnal, melakukan literatur review, menulis, merevisi, ngobrol dengan narasumber, bimbingan, sekarang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Begadang, terlambat makan, bangun siang, rasa-rasanya juga sudah biasa. Lelah apalagi, saya rasa bukan hal yang aneh lagi. Meskipun demikian saya menikmati setiap detiknya. Mengingat skripsi adalah keputusan yang saya buat, selain mempertimbangkan manfaatnya, tentu saya akan bertanggung jawab atas apa yang telah saya putuskan.

Menulis skripsi itu menanyangkan, kok 🙂

©Tina Latief 2015