Category Archives: Running Diary

Selalu Ada Harga yang Mahal untuk Dibayarkan di Jakarta Marathon

Setiap tahun, semua pelari berlomba dengan mempertaruhkan keselamatannya di Jakarta Marathon.

SAAT teman-teman di klub lari sudah heboh dengan Jakarta Marathon 2017, saya justru sama sekali tidak bergeming. Saya sempat beberapa kali menyambangi situs yang sudah membuka registrasi itu. Namun, yah, saat itu saya cuma melihat-lihat saja. Belum tertarik untuk mendaftar.

Saya senyum-senyum saja melihat daftar harga yang terpampang di website itu. Satu hal yang selalu saja menarik dari Jakmar, Continue reading

Ketika Orang Terus Bertanya Mengapa Saya Berlari dan Saya Tak Terganggu dengan Hal itu Lagi

Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. Berlari nyata memberikan banyak manfaat, bahkan yang tidak pernah kita duga.

TERHITUNG sejak Desember 2014 yaitu sejak memutuskan untuk berlari, saya sering mendapatkan pertanyaan mengapa saya berlari. Lalu kebanyakan dari mereka yang bertanya akan berkata, “Bukanya lari itu capek, apa kamu tidak capek?”

Terkadang saya bingung ketika hendak menjawab. Memangnya apa yang salah dengan berlari, bukankah tidak ada bedanya dengan olahraga yang lainnya? Perihal capek, tentu saja capek. Berlari berkilo-kilometer siapa yang tidak merasa capek. Tapi di sisi lain berlari itu juga Continue reading

Menjajal Sensasi Berlari Trail

Berlari menyusuri bantaran sungai, hutan nan hijau dan pegunungan yang elok, siapa yang akan menolak. Sensasinya memang berbeda dari lari di road. Tapi, ini adalah lari trail.

JIKA selama ini aku nampak seperti pelari road, well, mungkin itu benar. Bagaimanapun aku memang tidak pernah ngetrail. Benar-benar ngetrail, tidak. Tapi dulu, dua tahun yang lalu tepatnya, aku pernah menjajal berlari sekali di Hutan UI, lalu berlari di Situ Gunung saat menjadi panitia fun trail run di Sukabumi. Setelahnya tidak pernah lagi. Aku hanya menjadi pendengar setia ketika teman-teman trailku bercerita.

Continue reading

Join My Running Club

img_20160924_163146

Are you running enthusiast? Looking for running community to join exercise?

Indorunners Depok (Depok Running Buddy) adalah komunitas lari basis wilayah Depok yang perpusat latihan di Universitas Indonesia. Saat ini Derby Derby telah memiliki puluhan member yang tersebar di Jabodetabek.  Continue reading

Salonpas Gel-Patch Ngobrol Bareng Tabloid Bola: Dari mulai belajar lari sampai solusi mengatasi cidera yang benar

Pada dasarnya, orang berlari karena memang suka berlari. Namun terkadang, orang mau bersungguh-sungguh berlari hanya karena mereka ingin sehat. 

SABTU, 25 Maret 2017 lalu aku dan temanku, Oji, berkesempatan menghadiri acara Salonpas Gel-Patch Ngobrol Bareng Tabloid BOLA di The Hook Restaurant, Senopati. Acara bertajuk “Run as a Lifestyle Run as a Life” itu membuatku bersemangat untuk panas-panasan menembus jalanan padat Jakarta. Aku penasaran saja dengan acara ngobrol ini, karena Salonpas dan Tabloid Bola mengundang dua runners yang berbeda dari segi karakter dan style, sebagai narasumber di acara tersebut.  Continue reading

Press Conference Maybank Bali Marathon 2017 dan apa saja yang perlu kamu tahu

“Saya memastikan rute ini lebih indah dan menantang karena 60 persen melewati jalur tanjakan”, —Taswin Zakaria

KAMIS, 16 Maret 2017 kemarin, aku dan temanku, Uki, berkesempatan menghadiri undangan Press Conference Maybank Bali Marathon mewakili komunitas lari Indorunners Depok (Derby) di Sentral Senayan III. Ada beberapa agenda penting yang disampaikan dalam press conference itu: yang pertama dan yang paling ditunggu-tunggu yaitu tentang waktu pelaksanaan Bali Marathon, apa saja yang baru di Bali Marathon dan tentunya pengumuman-pengumuman lain terkait dengan teknis pelaksanaan marathon di Pulau Dewata itu sendiri. Continue reading

Derby last SAMRUI 2016, on one year journey

img_20160923_205702

Ketika berlari telah merubah hidupku. Aku tidak ingin hanya sekedar berlari. Aku ingin berlari lebih cepat.

SAAT memasuki tahun kedua di bangku universitas, saat aku memutuskan untuk tinggal di asrama, aku terjangkit virus herpes. Virus itu secara drastis menggerogoti daya tahan tubuhku. Aku masih ingat, saat terjangkit virus itu, berat badanku tidak pernah lebih dari 42 kilo.

Continue reading