Category Archives: Random Things

Greeting from Jakarta

1438590416355

JAKARTA, The city of struggle and courage

Many people said that living in Jakarta is hard and full of competition. People must fight with the expensive of living cost, traffic jam, pollution, and sometimes flood.

Well maybe they’re right about Jakarta. And I’ve proved it.

That’s why, the man who can lived in Jakarta is must be the chosen one.

They must be strong, full of courage, brilliant and independent

Are you that man?

I am

#Jakartatoday #HelloJakarta #HappyMonday

©Tina Latief 2015

1st Day in Office After Holiday

HARI PERTAMA KEMBALI KE KANTOR ternyata tidak seburuk yang saya kira. Jalanan Jakarta masih cukup ramah, meskipun memang telah padat kendaraan. Meskipun ramai, ruas jalan ini pagi ini tidak macet.

Saya bisa sampai kantor lebih cepat…
IMG_20150727_075703Sesampainya di kantorpun saya tidak langsung disambut dengan tugas. Karena masih lebaran, kami masih -menyempatkan diri bersalaman, bermaaf-maafan. Tidak lupa dengan sajian kue-kue sisa lebaran.

IMG_20150727_190746Kantor relatif masih sepi. Masih ada beberapa orang, termasuk salah seorang teman, yang belum hadir hari ini. Meskipun demikian rundown kegiatan ke depan sudah jelas. Setelah persiapan penelitian matang, kami akan segera turun lapangan. Mungkin dua minggu lagi saya dan tim akan berkunjung ke Indonesia bagian Barat. Semoga saja penelitian kami dimudahkan.

Selamat bekerja kembali!

©Tina Latief 2015

Different Way

IMG_20150724_181448

Although we have different way, I will always support and pray for your success. You my beloved friend…

©Tina Latief 2015

***

Yani is my childhood friend. She becomes my friend since I was 5. We went to the same elementary school, but after that we separated in different junior and senior high school. Now she is working and I continue to study in collage. We have different choice of life. But we never forget about our friendship and promise.
20150716_173756

Decorating the truck to celebrate Ied Mubarak

20150717_064807

The prayers in the day of Ied Mubarak

20150717_083753

The people who gather to forgive each other

20150720_120408

The new baby who born in the 4th day of Ied Mubarak

IMG_20150722_080421

Meeting my old friend and her little daughter, Anindya. She is bigger now 🙂

IMG_20150722_181108

“The sunset” I’m glad to see you again

IMG_20150723_084639

My 2nd 10 km run and the last exercise I did in hometown

IMG_20150724_180701

Time to return. See you Jogjakarta!

These pictures I captured to remember the moment when I have one week trip in Jogjakarta.

©Tina Latief 2015

Dinamika

Untitled InfographicTIGA TAHUN MENJADI MAHASISWA membuat saya terbiasa menandai hari libur dengan kalender pendidikan. Saat ujian akhir semester telah usai, mahasiswa akan libur panjang: sebulan untuk semester ganjil dan tiga bulan untuk semester genap. Waktunya melemaskan otot-otot jidat yang menegang.

Akan tetapi, ketika berada di luar institusi pendidikan, misalnya saat magang, maka libur berdasarkan kalender pendidikan tidak lagi berlaku. Liburan ditentukan oleh aturan instansi di mana saya bekerja. Dalam kasus libur lebaran misalnya, akhirnya saya merasakan juga yang namanya mudik menjelang hari H lebaran.

Ini pengalaman baru. Sebelumnya saya biasa mudik lebih awal dan menghabiskan sebulan puasa bersama keluarga. Namun saya segera menyadari bahwa bukan saatnya lagi saya komplen soal liburan. Saya berpikir, mungkin beginilah menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Sudah saatnya saya merasakan bagaimana menjalankan puasa di sela-sela bekerja.Sudah saatnya saya merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan tiket mudik. Dan memang sudah saatnya saya merasakan bagaimana singkatnya berkumpul dengan keluarga dan teman-teman akibat tuntutan pekerjaan. Meski rasanya baru kemarin mudik, harus ikhlas jika sekarang sudah harus balik lagi…IMG_20150723_214033

Tahun ini memang terasa besar dinamikanya. Di mana tahun lalu saya masih gencar mengejar acara liburan, tahun ini saya harus sadar untuk pandai-pandai membagi waktu. Dengan waktu yang sangat singkat saya harus membagi waktu untuk syawalan, kondangan, kegiatan masyarakat, dan rutinitas pribadi. Mau tidak mau memang begitu.

Saya sudah besar. Sudah tiba saatnya menjadi bagian dari masyarakat…

©Tina Latief 2015

Breakfast Photography

Saya baru ingat, saya punya foto makanan yang belum saya posting semenjak pulang dinas kemarin. Tanggal 21-22 Juni lalu saya ditugaskan untuk dinas ke Semarang. Menginapnya di hotel MG Suite.

Karena sedang tidak puasa, saya sempat menikmati sarapan yang disediakan oleh pihak hotel. Ada beberapa makanan yang saya cicipi. Diantaranya ada bubur dan kroket.

MG Suite Porridge

Croquettes

Terlihat enak? iya. Tapi saat itu saya sedang tidak enak badan, jadi makanan yang kelihatannya enakpun jadi tidak enak.

Saat itu saya justru sedang membayangkan makan makanan lainnya. Saat itu saya kepingin sekali makan makanan tradisional yang disediakan di kebanyakan pesta perkawinan orang Jogja.

Makanan itu biasanya terdiri dari bihun goreng dengan banyak potongan wortel, sambal goreng kentang yang porsi cabainya lebih banyak dari kentangnya, kue apem, kerupuk merah muda, dan lain sebagainya.

Mengharapkan makanan seperti itu di sini tentu mustahil. Jadi daripada kelaparan, saya makan saja makanan yang ada sambil foto-foto hehe…

©Tina Latief 2015

Starting New Life

MESKIPUN DULU PERNAH MENGAJAR, pernah menjadi redaktur salah satu majalah, bahkan pernah menjadi pengelola media sosial dan blog, saya tidak pernah merasa benar-benar punya pengalaman bekerja. Mungkin karena saya melakukanny11401200_10203060985965702_6452418452203838804_na sebagai sampingan saja. Atau mungkin karena pekerjaan yang saya lakukan tidak punya status sosial apa-apa.

Karena meskipun definisi perkerjaan saat ini telah berkembang, nyatanya konstruksi pikiran masyarakat umum terkadang lebih dominan. Meskipun sama-sama menghasilkan, pekerjaan yang dikerjakan di kamar/ rumah masih belum dianggap sebagai pekerjaan (terutama yang mapan). Itu sebabnya jika ditanya soal pengalaman bekerja, sejujurnya saya tidak pernah benar-benar merasa punya.

Belakangan ini, saya menyadari bahwa terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya hanyalah soal hitungan hari. Oleh sebab itu, saya tidak ingin menunda. Saya pun ingin turut memiliki pengalaman bekerja, sebuah pekerjaan yang diakui masyarakat umum dan bersifat formal.

Bagaimanapun juga, tidak selamanya saya duduk di bangku kuliah. Ada saatnya di mana saya harus bekerja, dan menjadi bagian dari masyarakat luas. Ketika kesempatan itu ada, saya tidak boleh ketinggalan. Eksekusi.

Saya harus mencoba.

Tanpa diduga, salah seorang dosen pengajar merekomendasikan saya untuk menjadi asisten riset di salah satu lembaga di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mulanya saya sedikit gugup, bagaimana jika kemampuan saya tidak cukup mumpuni?

Namun pada akhirnya saya mencobanya juga. Dan saat ini saya telah memasuki minggu ke tiga dan merasa baik-baik saja. Meskipun belum memutuskan apa-apa, di sini saya banyak belajar. Terutama belajar untuk mencintai pekerjaan. Seperti kata pepatah, your job isn’t just a job, its who you are. We must give our passion to our job!.

©Tina Latief 2015