Author Archives: Tina Latief

About Tina Latief

Tina Latief turns this blog into one simply siphons the excess thoughts with a wish that someday it could be her legacy. She love to pours everything that comes to her mind, mostly about her experiences and daily life with a bit photos she took here and there. She love to jump in a serious-intelligent talk, but never refuse to laugh a lot when people try to make goofy jokes. Tina is a social researcher who deeply care about the evolving intersection between civil society and technology. Everyday, she helps to promote the use of technology’s potential to strengthen civil society in promoting transparency, advancing human rights and solving people’s problem

Be Happy! League HUB Kini Hadir di Jogja

League HUB kini hadir di Jogja. Kabar baik bagi penggemar olahraga dan produk-produk League.

PENGGEMAR olahraga lari khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya kini akan semakin dimanjakan dengan kehadiran sportswear store yang baru-baru ini tengah diresmikan di kota pelajar itu. Setelah hadir sebagai League Store di Matahari Galeria dan Centro Ambarukmo, League kembali membuka HUB yang konon akan berfokus mensuplai produk League di wilayah Solo, Klaten, Purwokerto, Jogja hingga Magelang.

Grand opening League HUB Jogja tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Di mulai pada hari Jumat, 1 Desember 2017, pembukaan League HUB yang berlokasi di jalan Laksda Adi Sucipto itu diisi dengan

Continue reading

Diminta untuk Mengajarkan Cara Menulis

Saya diminta untuk mengajarkan cara menulis. Inilah cara menurut versi saya.

BEBERAPA hari yang lalu, saya dihubungi rekan lama di kampus. Dalam sebuah pesan ia menulis, meminta saya untuk mengajarkan cara menulis. Ini bukan yang pertama kalinya saya mendapatkan permintaan serupa, sebelum-sebelumnya pernah juga. Yang membuat saya terkejut, rupanya dosen saya di kampuslah yang merekomendasikan saya kepada mereka untuk mengajarkan cara menulis. Ini membuat saya senang namun juga malu dan bingung. Saya tidak menyangka beberapa orang berpikir tulisan-tulisan saya bagus.

Padahal selama ini saya beranggapan tulisan saya tidak cukup bagus. Bahkan saya sering merasa Continue reading

Selalu Ada Harga yang Mahal untuk Dibayarkan di Jakarta Marathon

Setiap tahun, semua pelari berlomba dengan mempertaruhkan keselamatannya di Jakarta Marathon.

SAAT teman-teman di klub lari sudah heboh dengan Jakarta Marathon 2017, saya justru sama sekali tidak bergeming. Saya sempat beberapa kali menyambangi situs yang sudah membuka registrasi itu. Namun, yah, saat itu saya cuma melihat-lihat saja. Belum tertarik untuk mendaftar.

Saya senyum-senyum saja melihat daftar harga yang terpampang di website itu. Satu hal yang selalu saja menarik dari Jakmar, Continue reading

Ketika Orang Terus Bertanya Mengapa Saya Berlari dan Saya Tak Terganggu dengan Hal itu Lagi

Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. Berlari nyata memberikan banyak manfaat, bahkan yang tidak pernah kita duga.

TERHITUNG sejak Desember 2014 yaitu sejak memutuskan untuk berlari, saya sering mendapatkan pertanyaan mengapa saya berlari. Lalu kebanyakan dari mereka yang bertanya akan berkata, “Bukanya lari itu capek, apa kamu tidak capek?”

Terkadang saya bingung ketika hendak menjawab. Memangnya apa yang salah dengan berlari, bukankah tidak ada bedanya dengan olahraga yang lainnya? Perihal capek, tentu saja capek. Berlari berkilo-kilometer siapa yang tidak merasa capek. Tapi di sisi lain berlari itu juga Continue reading

I’m a Girl and It’s not a Sin to do The Girl Thing

“Tina, why I never see you in makeup?” tanya teman lelakiku suatu hari. “And I never see you hang out with girls too,” sambungnya.

“Well, I don’t like wearing makeup”, jawabku singkat sambil tersenyum simpul. “And I’m hanging out with my running friends sometimes.” sambungku.

“Really? While running?” tanyanya tak puas.

Aku menjawabnya dengan senyum. “Why do you suddenly asking me this?”, tanyaku balik. Continue reading

Menjajal Sensasi Berlari Trail

Berlari menyusuri bantaran sungai, hutan nan hijau dan pegunungan yang elok, siapa yang akan menolak. Sensasinya memang berbeda dari lari di road. Tapi, ini adalah lari trail.

JIKA selama ini aku nampak seperti pelari road, well, mungkin itu benar. Bagaimanapun aku memang tidak pernah ngetrail. Benar-benar ngetrail, tidak. Tapi dulu, dua tahun yang lalu tepatnya, aku pernah menjajal berlari sekali di Hutan UI, lalu berlari di Situ Gunung saat menjadi panitia fun trail run di Sukabumi. Setelahnya tidak pernah lagi. Aku hanya menjadi pendengar setia ketika teman-teman trailku bercerita.

Continue reading