Panduan Meluruskan Hoax

Meluruskan hoax adalah problema karena efek bumerang itu nyata.

MELURUSKAN hoax itu tidak mudah. Tidak sesederhana memberikan informasi pembenarannya. Karena ini bukan soal kurangnya pengetahuan seseorang yang lantas solusinya adalah menjejalkan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Ini soal bagaimana cara orang memproses informasi, bagaimana pandangan umum memengaruhi kemampuan seseorang berpikir rasional atau dengan kata lain, bagaimana

orang berpikir.

Jika tidak berhati-hati, bukanya meluruskan, salah-salah justru malah semakin menguatkan hoax itu sendiri. Agar efektif, dalam meluruskan hoax perlu fokus pada mengkomunikasikan fakta. Caranya, sampaikan faktanya lebih dulu, hoaxnya belakangan atau bahkan tidak perlu disebut. Tujuannya untuk menghindari kesalahan informasi yang akan diterima oleh masyarakat.

Sampaikan informasi dengan sederhana. Sampaikan kesimpulan singkatnya di depan, lalu jika diperlukan, panjangnya di belakang. Tidak perlu banyak-banyak berargumen karena semakin banyak berargumen justru akan membuat seseorang semakin salah paham. Informasi yang mudah diproses akan lebih mudah dicerna dan diterima sebagai kebenaran. Jika perlu komunikasikan informasi utama dengan infografik karena infografik akan membantu seseorang mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat.

Ketika meluruskan hoax, kita membuat celah pada pikiran seseorang. Agar tidak terisi dengan hoax lagi, celah ini harus diisi dengan penjelasan alternatif seperti misalnya jangan hanya menjelaskan kalau informasi tersebut hanya hoax. Namun beri penjelasan apa alasan dan modus yang digunakan oleh oknum penyebar hoax tersebut.

Kesempatan meluruskan hoax akan lebih besar di antara kelompok mayoritas yang ragu-ragu dibandingkan kelompok minoritas tapi fanatik. Karena bagi orang yang terlalu fanatik, ketika menghadapi kontra-argumen bukanya sadar malah makin teguh dengan pandangannya. Orang seperti ini justru akan menghabiskan waktu mereka untuk berpikir dan aktif berdebat melawan argumen yang bertentangan. Jadi, sasaran meluruskan hoax sebaiknya diarahkan kepada mereka yang tidak tegas dalam memutuskan isu panas.

©Tina Latief 2018

Tulisan ini merupakan intisari yang diambil dari The Debunking Handbook oleh James Cook dan Stephan Lewandowsky. Dibuat sebagai protes atas peristiwa penganiayaan akal sehat umat se-Indonesia yang belakangan ini terjadi. Semoga teman-teman sekalian terbebas dari hoax dan kebohongan. 

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s