Malam Minggu di Go-Food Festival, Gelora Bung Karno

Di Jakarta hadir ruang terbuka untuk publik yang menawarkan kenyamanan lengkap dengan beragam kuliner lezat nusantara.

APA yang kamu harapkan dari menghabiskan malam Minggu di Jakarta? Well, saya selalu membayangkan bisa bermalam Minggu di tempat yang tidak terlalu ramai dikunjungi orang. Tempat yang mememiliki nuansa ceria dan colorful. Dan yang terpenting, tempat yang memberikan kebebasan di mana orang bisa memilih sendiri bagaimana ia akan menikmati malam Minggunya.

Kedengarannya seperti tempat yang sulit ditemukan bukan? Namun jangan salah. They’re do exist. Ada sebuah tempat yang menawarkan kriteria seperti itu yang baru-baru ini hadir di Jakarta. Tempat itu populer dengan nama Go Food Festival.

Go Food Festival merupakan festival kuliner yang digagas oleh Gojek sebagai rangkaian dari perayaan Hari Kuliner Nasional Go Food. Tidak hanya di Jakarta, Hari Kuliner Nasional Go-Food diselenggarakan serentak di 11 kota mulai dari tanggal 5-13 Mei 2018. Di Jakarta sendiri terdapat 3 lokasi Go Food Festival yang bisa dikunjungi yaitu Pasaraya Blok M, Pasar MOI Kelapa Gading dan Gelora Bung Karno. Pada malam Minggu kemarin, saya berkesempatan mengunjungi Go Food Festival yang berlokasi di Gelora Bung Karno, Senayan.

***

JIKA bukan karena Andre, teman jalan saya, mungkin saya juga tidak akan terpikirkan untuk pergi ke festival. Beberapa hari kemarin saya kelelahan mengurusi banyak pekerjaan baik yang di kantor maupun yang bukan. Saya tau ada festival, namun terlalu lelah untuk mengingatnya lebih-lebih merencanakan untuk pergi ke sana.

Maka ketika Andre mencetuskan ide untuk pergi, sayapun bersemangat ingin ikut serta. Saya menyempatkan browsing mengenai festival itu sebelumnya, dan dari apa yang saya temukan saya mengambil kesimpulan bahwa ide yang cukup bagus untuk datang ke sana. Sehari sebelumnya kami membuat janji. Kami akan bertemu di Halte GBK pada pukul tiga. Benar saja, ketika hari H itu tiba, kamipun jadi bersama-sama pergi ke festival.

Hari itu kebetulan saya sampai lebih dulu dibandingkan Andre. Jadi sambil menunggu, saya ngobrol dulu dengan beberapa warga yang ada di sekitar halte, mencari informasi mengenai lokasi festival. Barulah setelah kurang lebih 30 menit menunggu, saya mulai melihat Andre menuruni tangga penyeberangan halte busway. Sore itu Andre mengenakan kaus putih yang ia padankan dengan topi, celana pendek dan jaket kasual. Di bahunya tergantung tas mungil berwarna biru menyilang ke sisi kanan dadanya.

“Hi…”, sapa saya kearahnya seraya melayangkan senyum.

Sambil membalas senyum ia menjawab “Kamu udah tau belum lokasinya di mana?”

“Kalau ngga salah, sih, di sebelah sana”, jawab saya sambil membuat gerakan menunjuk ke arah lokasi festival.

Go Food Festival berlokasi di Taman Samping Masjid Al Bina, Jalan Pintu Satu Gelora Bung Karno. Jadi dari halte busway GBK, kami hanya perlu berjalan sekitar 300 meter menuju ke pintu masuk festival. Dari kejauhan, bendera hias dan tenda warna warni nampak menghiasi setiap penjuru taman. Layaknya festival pada umumnya, lokasi festival didominasi oleh warna-warna ceria nan segar.

Ketika sampai di lokasi festival, mata saya langsung nanar ke setiap bagian arsitekturnya. Kesan pertama saat tiba di lokasi festival adalah ternyata taman yang digunakan sebagai lokasi festival itu sangat luas. Terdapat setidaknya 100 merchant/ stand makanan yang berdiri di sana, ditambah dengan panggung-panggung musik yang menambah kesan luas pada lingkungan festival. Desain layoutnya pun diatur dengan konsep yang sangat apik, dilengkapi dengan balon-balon dan signage dari kayu.

Yang menarik lagi, festival ini memberikan beragam pilihan fasilitas nongkrong seperti hammock, gazebo dan bean bag. Penempatannya pun diatur menyebar jadi jika pengunjung ingin menghindari keramaian, bisa memilih tempat nongkrong yang berada di tepi taman. Untuk kami sendiri, bean bag yang berlokasi di depan panggung musik pun langsung menjadi sasaran nongkrong kami. Sore itu, kami menghabiskan waktu dengan duduk-duduk santai di hamparan bean bag, ngobrol ini dan itu sambil menyeruput kesegaran teh kocok yang kami beli di salah satu merchant di festival.

Omong-omong soal teh kocok, saya dibuat jatuh cinta dengan style pelayanan pada saat pembeliannya. Sebagai mitra Go-Jek, para pelaku UMKM kuliner ini dibekali dengan cara yang sangat modern dalam transaksi jual belinya yakni dengan menerapkan sistem cashless dari Go-Pay. Pengaplikasiannya pun sangat friendly. Melalui aplikasi Go-Jek, kita tinggal melakukan scan barcode sesuai dengan merchant yang dikunjungi. Jika kita belum memiliki saldo, kita bisa melakukan top up melalui stand Go-Pay yang ada di festival. Pengunjung pun semakin dimanjakan karena ada diskon sebesar 10% di setiap transaksi menggunakan Go-Pay.

Diam-diam saya kagum dengan ide brilian Nadiem Makarim. Dengan digelarnya acara ini, saya jadi optimis Go-Jek melalui Go-Food bisa mewujudkan komitmennya untuk membantu para pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan skala bisnisnya. Selain dibantu dari segi peningkatan skala bisnis, para pelaku UMKM juga dibantu memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Senang sekali rasanya melihat kemajuan teknologi seperti ini dieksploitasi untuk menyelesaikan permasalahan manusia, untuk membantu memajukan banyak orang.

Keberadaan festival ini juga menyumbang kebutuhan masyarakat pada ruang terbuka publik yang ramah pengunjung. Di sini, setiap orang bisa melakukan kegiatan yang disuka tanpa harus mengganggu kenyamanan orang lain. Melepas penat, berduaan dengan pasangan, berkumpul bersama teman-teman jalan atau diskusi, semuanya dapat terpenuhi di sini. Saya sendiri bersama Andre memanfaatkan momen di festival dengan melepas lelah sambil mendiskusikan rencana liburan kami.

Jeleknya, saking betahnya di sini kami jadi susah move on. Tidak terasa hari makin sore dan perut kamipun mulai merasakan lapar. Sebagai penutup sebelum pulang, kami menyempatkan makan Nasi Goreng Kebuli seporsi berdua dan mencicipi Kopi Aming, kopi populer asal Pontianak. Ah, sebenarnya terlalu banyak kuliner yang ingin kami cicipi.

Sayang, saya tidak bisa berlama-lama kali itu. Meskipun begitu, kami berjanji akan kembali lagi ke tempat ini. Mencicipi kuliner yang berbeda sambil melepas penat dan lelah selama bekerja. Atau sekedar menikmati langit senja sambil mendengarkan kicau burung di udara.

©Tina Latief 2018

Go Food Festival, Gelora Bung Karno
Jalan Pintu Satu Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta

One thought on “Malam Minggu di Go-Food Festival, Gelora Bung Karno

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s