Diminta untuk Mengajarkan Cara Menulis

Saya diminta untuk mengajarkan cara menulis. Inilah cara menurut versi saya.

BEBERAPA hari yang lalu, saya dihubungi rekan lama di kampus. Dalam sebuah pesan ia menulis, meminta saya untuk mengajarkan cara menulis. Ini bukan yang pertama kalinya saya mendapatkan permintaan serupa, sebelum-sebelumnya pernah juga. Yang membuat saya terkejut, rupanya dosen saya di kampuslah yang merekomendasikan saya kepada mereka untuk mengajarkan cara menulis. Ini membuat saya senang namun juga malu dan bingung. Saya tidak menyangka beberapa orang berpikir tulisan-tulisan saya bagus.

Padahal selama ini saya beranggapan tulisan saya tidak cukup bagus. Bahkan saya sering merasa tidak percaya diri dengan apa yang telah saya tulis. Lalu secara tiba-tiba diminta mengajarkan cara menulis? Aduh.. padahal saya tidak punya teknik atau tips menulis tertentu.

Yang selama ini saya lakukan hanyalah just do it. Menulis begitu saja. Jikalau tulisan saya terlihat bagus, saya pikir itu karena saya menguasai topik yang saya tulis sehingga saya bisa menuliskannya dengan sedemikian rupa. Terlepas dari hal itu, bagi saya kemampuan menulis adalah kemampuan yang didapat dari proses yang panjang, mungkin bisa bertahun-tahun lamanya. Tidak bisa didapatkan secara instan. Pun setelah kita merasa memilikinya, kita masih harus mengasahnya agar kemampuan tersebut semakin baik dari waktu ke waktu.

Saya masih ingat, dulu pun saya tak bisa menulis. Jangankan menulis panjang seperti ini, menulis sebuah paragraf yang baikpun saya tidak bisa. Sampai suatu ketika teman saya datang dan mendorong saya untuk belajar menulis. Mula-mula, saya diperkenalkan dengan blogโ€”blog pertama saya adalah Multiply. Teman saya berkata, saya bisa belajar menuliskan apa saja di blog itu. Waktu itu, ia menunjukkan blog miliknya dan milik beberapa temannya. Isinya tulisan-tulisan sepele, namun menarik untuk dibaca.

Apakah saya langsung bisa menulis setelah mengenal blog? Sayangnya tidak. Setelah tiga tahun mengenal blog, saya tak kunjung bisa menulis. Sedikit sekali tulisan yang saya hasilkan selama tiga tahun itu. Saat itu saya mulai berpikir bahwa menulis ternyata memang tidak mudah. Hingga platform blog itu beralih fungsi, saya tak kunjung bisa menulis dengan baik. Saya sempat berputus asa saat itu dan fakum hingga beberapa tahun.

Hambatan terbesar saya saat itu adalah rasa percaya diri yang tak kunjung saya miliki. Sebenarnya saya banyak menulis, namun karena takut tulisan saya dianggap tak cukup bagus, saya tidak pernah mempublikasikannya. Akibatnya saya tidak mengalami banyak kemajuan.

Sampai saat saya berhasil menguasai ketakutan saya di pertengahan tahun 2010, di situlah saya mulai benar-benar belajar menuliskan apa saja yang muncul di kepala saya. Saya sering berkaca pada tulisan-tulisan orang lain yang menurut saya bagus. Saya mempelajari bagaimana mereka menyusun kalimat, membuat paragraf-demi paragraf yang baik. Lalu saya mencobanya, dan saya praktikkan berulang-ulang. Blog ini adalah bukti konkrit perjalanan belajar menulis saya selama kurang lebih 7 tahun.

Membaca beragam jenis buku juga sangat membantu saya dalam belajar menulis. Buku-buku tidak hanya memberikan saya tambahan pengetahuan, namun juga membuat saya menemukan jati diri di dalam tulisan saya. Setelah saya melewati 7 tahun belajar, akhirnya saya menemukan style menulis yang pas dan nyaman dengan saya. Tidak lupa, saya berusaha untuk selalu jujur terhadap apa yang saya tuliskan.

Keterampilan menulis bukanlah suatu hal yang dapat dengan mudah saya ajarkan. Selain karena saya memang tidak memiliki tips tertentu, sekali lagi, ini adalah sebuah proses belajar yang panjang yang masing-masing orang bisa berbeda-beda waktu yang diperlukannya. Jadi jika suatu ketika saya diminta untuk mengajarkan cara menulis, saya pikir itu diluar kemampuan saya. Meskipun begitu, saya memiliki beberapa hal penting yang bisa saya sampaikan kepada siapapun yang ingin belajar menulis. Bahwa dalam belajar menulis itu kita perlu:

  1. Practice. Bagaimanapun, tidak ada orang yang akan menguasai suatu hal tanpa banyak berlatih. Jadi perbanyaklah berlatih.
  2. Fond of reading. Tulisan-tulisan orang di buku ataupun di blog adalah sumber pengetahuan dan mentor terbaik untuk belajar menulis. Jadi perbanyaklah membaca.
  3. Be media active. Jangan lupa bahwa saat ini kita tengah berada di era dengan gelombang informasi yang sangat besar di mana setiap informasi tidaklah sama baik itu kualitas maupun reliabilitasnya. Jadi sebelum menulis, pastikan bahwa apa yang kita tulis, terutama di media online, bukanlah “sampah”. Akan sangat berarti jika kita mengikuti prinsip-prinsip jurnalistik di dalam menulis. Dan tentunya
  4. Have fun. Bersenang-senanglah ketika belajar menulis. Karena menulis itu memang menyenangkan!

ยฉTina Latief 2017

One thought on “Diminta untuk Mengajarkan Cara Menulis

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s