Menjajal Sensasi Berlari Trail

Berlari menyusuri bantaran sungai, hutan nan hijau dan pegunungan yang elok, siapa yang akan menolak. Sensasinya memang berbeda dari lari di road. Tapi, ini adalah lari trail.

JIKA selama ini aku nampak seperti pelari road, well, mungkin itu benar. Bagaimanapun aku memang tidak pernah ngetrail. Benar-benar ngetrail, tidak. Tapi dulu, dua tahun yang lalu tepatnya, aku pernah menjajal berlari sekali di Hutan UI, lalu berlari di Situ Gunung saat menjadi panitia fun trail run di Sukabumi. Setelahnya tidak pernah lagi. Aku hanya menjadi pendengar setia ketika teman-teman trailku bercerita.

Sebenarnya aku suka lari trail. Jujur saja, pemandangan dan kualitas udaranya jauh lebih baik di pelosok-pelosok hutan dan pegunungan ketimbang di jalanan. Tapi mengapa aku hampir tidak pernah ngetrail sebenarnya ada alasannya. Alasan yang membuatku berpikir sekian kali jika ingin ikut berlari di hutan ataupun pegunungan.

Pertama, aku kurang menyukai kerepotan pelari trail. Perlengkapan lari trail sangat banyak. Hydro bag, water bladder, headlamp, jas hujan, stick, dan entah apalagi. Aku melihat teman-teman pelari trailku menggunakan perlengkapan yang sangat banyak. Bagiku ini sangat merepotkan. Menyiapkannya saja sudah sangat merepotkan, belum lagi dengan persiapan perjalanan jauhnya.

Kedua, well, pengalaman ini kudapatkan saat aku menjadi panitia di Situ Gunung Fun Trail Run. Pengalaman tak terlupakan yang membuatku menyengir lucu, tapi juga kecut saat aku mengingatnya. Saat itu, saat berlari di Situ Gunung, aku mendadak ingin buang air besar dan kulakukanlah di sana, di toilet umumnya. Sialnya, air di dalam toilet itu mati. Sebagai gantinya aku menuang semua air di dalam hydrobagku ke gayung untuk bersih-bersih. Sampai di sini, nampak ceritaku baik-baik saja, memang. Namun jika teringat bahwa air yang kugunakan untuk cebok adalah air isotonik, nah, entahlah ini lucu atau menyedihkan.

Aku sempat urung untuk mencoba berlari selain di road. Meskipun begitu, dua minggu lalu, entah mengapa aku mau mencobanya kembali. Hari itu hari Sabtu saat klub lariku menjadwalkan diri untuk berlari di trek Hutan Kota UI. Akupun ikut saja, membuntut teman-teman yang sudah hapal dengan lintasannya.

Menjejakkan kaki di hutan memberikanku sensasi yang teramat berbeda. Lintasannya empuk, namun juga licin dan berbatu. Aroma basah tanah yang dipadu dengan sersah-sersah dedaunan yang mulai terurai menjadi kompos tercium begitu khas di sepanjang lintasan.

Napasku naik-turun saat berusaha mengikuti ritme kaki yang berlari. Aku merasa lebih lelah dari biasanya, namun badanku rileks dan terasa ringan. Aku menduganya sebagai efek udara bersih yang kuhirup di sepanjang lintasan. Di dalam hutan, aku merasakan paru-paruku seolah mengembang bebas. Seakan tak ingin berhenti menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.

Kurang lebih 7 kilometer kami berlari. Saat pacer memberi instruksi berhenti, kami kembali ke meeting poin untuk minum dan berfoto. Diam-diam, aku merasa senang ketika aku bisa mencoba kembali berlari di trail. Dalam hati aku membatin, aku ingin mencoba lagi.

Hanya saja, aku mungkin perlu menabung sedikit lebih banyak agar kelak aku bisa lebih enjoy berlari di lintasan trail. Bagaimanapun, berlari di hutan dan di gunung memiliki perpedaan mendasar dalm hal perlengkapan. Aku pasti akan memerlukan sepatu trail, jersey lengan panjang dan running watch. Well, kau tidak ingin digigiti nyamuk atau tergelincir di lintasan yang licin, bukan. Selain itu, aku perlu tracker yang lebih baik daripada smartphone karena berlari di pelosok-pelosok hutan seperti ini membuat pelacakku tidak banyak berfungsi.

Seperti yang kukatakan, memang tidak akan sederhana. Tapi trail itu sungguh menyenangkan. Dan aku tidak akan berhenti mencoba.

©Tina Latief 2017

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s