Salonpas Gel-Patch Ngobrol Bareng Tabloid Bola: Dari mulai belajar lari sampai solusi mengatasi cidera yang benar

Pada dasarnya, orang berlari karena memang suka berlari. Namun terkadang, orang mau bersungguh-sungguh berlari hanya karena mereka ingin sehat. 

SABTU, 25 Maret 2017 lalu aku dan temanku, Oji, berkesempatan menghadiri acara Salonpas Gel-Patch Ngobrol Bareng Tabloid BOLA di The Hook Restaurant, Senopati. Acara bertajuk “Run as a Lifestyle Run as a Life” itu membuatku bersemangat untuk panas-panasan menembus jalanan padat Jakarta. Aku penasaran saja dengan acara ngobrol ini, karena Salonpas dan Tabloid Bola mengundang dua runners yang berbeda dari segi karakter dan style, sebagai narasumber di acara tersebut. 

Narasumber pertama adalah Mba Triyaningsih, pelari olimpic Indonesia yang sudah lima kali menyabet medali emas di berbagai ajang bergengsi Internasional. Di sini aku berkesempatan mendengarkan sharing Mba Tri tentang awal mula ia mengawaki karir berlari sampai ia berhasil membawa nama baik Indonesia di ajang lomba lari Internasional. Mba Tri mengaku ia mengikuti jejak kakaknya masuk ke Pelatnas untuk menjadi athlet.

Meskipun begitu Mba Tri mengaku terlambat memulai karirnya. “Seharusnya aku mulai masuk sejak SMP, tapi baru mulai waktu SMA” begitu tuturnya. Untuk mengejar keterlambatan itu, Mba Tri rajin berlatih sehingga bisa lebih mudah melampaui kakaknya. Dalam waktu yang cukup singkat, Mba Tri masuk Pelatnas dan berhasil mencetak personal best yang membuatnya banyak menyumbang medali untuk Indonesia.

Adapun narasumber kedua adalah Kang Hendra Wijaya, trail runner yang pernah berhasil menyelesaikan race di Kutub Utara. Pengalaman perjalanan Kang Hendra dalam berbagai event race sudah sangat populer di kalangan anak trail di komunitas lariku, Derby. Hari itu aku sangat senang karena bisa bertemu langsung dan berkenalan dengan Kang Hendra. Aku juga berkesempatan mendengarkan banyak cerita darinya mulai dari pengalaman yang lucu sampai suka-dukanya selama mengikuti berbagai event lari trail.

Dari banyak cerita dan pengalaman yang disampaikan kedua narasumber, yang kemudian menjadi concern utamaku dalam acara ngobrol ini adalah rupanya tidak semua orang mulai berlari karena ingin menjadi atlet atau memang karena suka berlari. Tidak. Jika mungkin Mba Tri berlari karena memang ingin menjadi atlet seperti kakaknya, sebaliknya Kang Hendra justru mengawali karir berlari bukan karena suka berlari.

Kang Hendra mengaku ia berlari justru karena dulu sedang sakit. Selanjutnya, dia bertekad untuk menjadi lebih sehat dengan berolahraga. Iapun lantas memilih lari sebagai olahraga yang dia tekuni. Lambat laun, seiring dengan semakin sehat badannya, Kang Hendrapun menjadi semakin serius dalam berlari dan banyak mengikuti event-event bergengsi di berbagai belahan dunia. Aku kira ini pulalah yang terjadi padaku sekarang. Mulanya aku hanya ingin berlari karena ingin sehat, tetapi kini running has changed my life. Lari tidak hanya sebagai olahraga biasa namun juga telah menjadi gaya hidupku.

Selain sharing pengalaman tentang dunia lari, pada kesempatan itu aku juga belajar mengatasi cidera dari Salonpas. Jujur, selama ini aku belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengatasi cidera. Padahal sebagai pelari aku, juga memiliki kemungkinan mengalami cidera kapanpun dan dimanapun.

Jadi ini kesempatan. Hari itu aku belajar solusi mengatasi cidera yang benar dari para pakar. Dan akupun kaget setelah mendengar penjelasan dari para pakar bahwa ternyata, kita tidak disarankan untuk mengoleskan salep panas ke bagian tubuh yang cidera. Katanya hal tersebut dapat memperburuk kondisi cidera.

Sebagai gantinya, kita bisa menggunakan bahan-bahan yang dingin untuk mengobati cidera. Kebetulan, Salonpas memiliki produk baru yaitu Slonpas Gel Patch yang didesain untuk mengobati cidera di bagian-bagian tubuh yang rentan terhadap cidera. Ketika ditempel , Salonpas Gel Patch memberikan rasa dingin dan kemudian hangat ke bagian yang cidera. Aku sempat mencoba menggunakannya di kaki. Rasanya memang nyaman dan setelah menggunakannyapun tidak terasa lengket.

Selama kurang lebih 3 jam ngobrol, ada banyak sekali pengetahuan baru yang aku dapatkan. Tidak hanya soal lari, tapi juga bagaimana mengatur porsi latihan, mengatur nutrisi untuk badan dan tentunya cara mengatasi cidera yang benar. Aku beruntung bisa mengikuti acara sharing-sharing seperti ini.

Bagaimanapun lari tidak melulu hanya praktik lelarian di jalan saja kan. Kita juga perlu ilmu yang tentunya akan membuat aktivitas latihal lari kita lebih baik lagi.

©Tina Latief 2017

5 thoughts on “Salonpas Gel-Patch Ngobrol Bareng Tabloid Bola: Dari mulai belajar lari sampai solusi mengatasi cidera yang benar

  1. bersapedahan

    kaghendra ini memang legend banget ya … pernah saya baca ceritanya di kompas beberapa tahun yang lalu, waktu itu lari belum rame ngetrend seperti sekarang .. baca kisah beliau .. bikin geleng2 kepala …

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s