Menemukan Kenyamanan dalam Pembangunan Alun-Alun Pemda Wonosari yang Baru

8BEBERAPA BULAN tidak main-main ke Jogja khususnya di wilayah Wonosari rupanya cukup membuat saya pangling. Dulu penampakan alun-alun Pemda Wonosari cenderung tertutup dan didominasi oleh pedagang, pengamen serta kumpulan genk anak-anak muda. Kini tempat tersebut nampak berbeda, terlihat jauh lebih tertata, rapih dan terbuka. 

Pagar putih yang dulu membentang di halaman muka alun-alun kini telah dirombak menjadi gapura besar berwarna krem muda yang mengapit dari sisi kanan dan kiri halaman. Tidak ada lagi gerbang berpagar besi yang sering dikunci, atau pos polisi yang kerap membuat was-was para muda-mudi. Kini alun-alun itu dibiarkan terbuka, memperlihatkan bagian depan gedung Pemda yang dikelilingi hamparan rumput hijau lebat serta dua pohon beringin besar yang tumbuh di sana. Perubahan arsitektur ini sedikit banyak membawa nuansa baru bagi kehidupan masyarakat. Seolah pintu pemerintahan menjadi semakin terbuka, mau menerima setiap kepentingan dari berbagai lapisan masyarakatnya.4Yang menjadi favorit saya, kini alun-alun Pemda Wonosari menyediakan fasilitas nongkrong yang sangat memadai. Terdapat sejumlah kursi besi cantik yang diletakkan di bawah pohon lengkap dengan fasilitas kebersihan (tempat sampah), lampu penerangan, serta sejumlah pot besar yang ditanami dengan beragam tanaman hias. Tidak hanya itu, kabarnya pemerintah juga telah berinisiatif untuk mengintegrasikan para pedagang dengan fasilitas ruang terbuka berupa taman yang terletak di belakang kantor Pemda. Menurut penuturan seorang teman, gagasan tersebut dibentuk untuk menertibkan pedagang yang berjualan di sekitar Pemda. Jadi sebentar lagi kita akan bisa menikmati jalan-jalan atau nongkrong seperti di pameran kuliner di mana pedagang akan memiliki spot khusus bagi para pedagang.  2(2)1(1)Perubahan ini memberi nafas segar bagi para pengunjung alun-alun Pemda. Sudah lama masyarakat mendambakan ruang terbuka untuk publik di mana terdapat harmoni antara pedagang dengan pengunjung yang datang ke alun-alun Pemda. Mungkin saya memang tidak salah menilai kinerja pemerintah. Kali ini pemerintah nampak lebih peka terhadap masyarakatnya, terutama dalam merespon kebutuhan akan hadirnya ruang terbuka untuk publik yang ramah bagi siapapun yang berkunjung ke dalamnya.

Saya turut menyadari, Wonosari yang mulai berkembang menjadi kota itu mulai menyulitkan anak-anak muda untuk mendapatkan tempat yang dapat menampung kreativitasnya. Jadi bisa dikatakan, anak-anak muda di sini sempat kehilangan ruang berekspresi. Untuk itu, kehadiran ruang terbuka semacam ini menjadi nafas baru bagi masyarakat sekitar. Keberadaan ruang terbuka ini menjadi inkubator bagi seluruh aktivitas masyarakatnya.  Bahkan tidak hanya sekedar wadah untuk berekspresi, dalam jangka panjang ruang terbuka untuk publik seperti ini dapat berfungsi untuk mencegah tindakan kriminal dan kekerasan pada rumah tangga.
1(2)Sore itu, sehari sebelum kembali ke Jakarta, saya menyempatkan berkunjung dan menjajal duduk-duduk di sana. Rasanya nyaman dan menyenangkan.  Saya bahkan sempat berlama-lama sambil mengamati keadaan sekitar.

Sejauh pengamatan saya, masyarakat telah mampu merespon kehadiran ruang publik tersebut. Banyak anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu rumah tangga yang sore itu datang untuk menghabiskan waktu luang di taman. Tidak hanya itu, rupanya para pecinta Burung Pleci turut memanfaatkan fasilitas tersebut. Sayang, sore itu cuaca agak mendung. Sebelum larut, saya dan para pengunjung harus segera berpindah tempat untuk menghindari turunnya hujan.

©Tina Latief 2016

10 thoughts on “Menemukan Kenyamanan dalam Pembangunan Alun-Alun Pemda Wonosari yang Baru

  1. Yasinta Astuti

    Mirip bandung mbaak .. heheh
    Senang ya banyak area publik yang nyaman, jadi biar ga nyiibuk gadget juga kalau lagi diluar

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Di Bandung mah banyak yang bagus-bagus… Mungkin Pemda Wonosari juga terinspirasi beberapa daerah yang punya ruang publik bagus seperti di Bandung. Seneng banget deh punya tempat bagus seperti ini…

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s