I Hope for Help for The Mother Cat

friday

TERKADANG AKU TIDAK MENGERTI, mengapa aku bisa menjadi sangat sedih bahkan menangis saat melihat anak kucing liar mengeong-ngeong kelaparan di pinggir jalan. Atau saat aku melihat anak kucing berlumuran lumpur karena tercebur got. Atau saat aku mendapati anak ayam yang menciap sendirian kehilangan induknya.

Aku sama sekali tidak mengerti mengapa rasa sedih itu dapat muncul hanya karena aku melihat binatang liar seperti ayam atau kucing yang terlihat menderita. Sementara orang lain menganggapnya biasa, tetapi ingin menganggapnya biasa itulah yang tidak pernah ku bisa…

C360_2015-04-10-15-30-05-930

Termasuk kemarin, saat di depan Koperasi Mahasiswa, seekor induk kucing yang terseok-seok menggapit anaknya di moncongnya telah mengalihkan seluruh perhatianku. Melihatnya membuatku tidak tega. Langkahnya kebingungan karena puluhan mahasiswa berlalu-lalang menghalangi jalannya.

Nampaknya tidak ada yang mencoba peduli padanya. Nampaknya tidak ada yang perduli bahwa saat itu si induk kucing tengah kebingungan memindahkan anaknya. Si induk kucing rupaya adalah kucing Departemen Sosiologi, yang karena beranak maka dibuanglah ia oleh petugas kebersihan agar tidak mengganggu kenyamanan.

Seperti halnya sang induk, menghadapi ini aku juga jadi kebingungan. Aku tidak mungkin mengembalikannya ke dalam kantor. Karena bagaimanapun juga mengembalikannya ke dalam berarti mengganggu kenyamanan dosen dan karyawan kampus.

Begitu pula dengan membawanya pulang, rumahku terlampau jauh untuk dicapai. Di sinilah kesedihan itu mendadak muncul. Ketidakmampuan dan keterbatasanku untuk menolong selalu membuatku tidak berdaya.

C360_2015-04-10-18-15-19-542

Namun kali ini aku beruntung. Di tengah kebingunganku, ada seorang yang baik hati yang ingin mengadopsi kelima kucing tersebut. Kali ini aku merasa beruntung, dengan begitu akan ada pertolongan bagi sang induk kucing dan anak-anaknya.

Aku tentu sangat berterimakasih kepada si pengadopsi. Bagaimanapun juga dia adalah orang yang baik. Dan aku sangat berharap ketika suatu saat aku tak berdaya menolong, akan datang pertolongan dari orang-orang baik sepertinya, orang-orang yang mau mengulurkan bantuannya kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan.

©Tina Latief 2015

5 thoughts on “I Hope for Help for The Mother Cat

  1. fanny fristhika nila

    Ah, aku jg selalu ga tega kalo udh menyangkut kucing mba..dr dulu selalu ada kucing nyasar ke rumah, dan selalu aku pliara… tp jaman masih sekolah dulu, mama ga bgitu senang ama binatang.. pernah 1 kucing yg aku sayaaang bgt, malah dibuang.. Itu sedihnya ga bisa dibilang, ampe nangis ngebayangin si kucing krn dia udh terbiasa makan teratur kalo ama aku 😦

    Apalagi kalo ngedenger bbrp org yg tega memakan daging kucing, ato anjing.. ya ampun, kok bisa yaa… 😥

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s