Ketika Melapor ke Polisi Tidak Lagi Realistis

BELUM GENAP SEMINGGU teman saya, Sony, kehilangan motornya. Menurut cerita, motornya hilang saat dia sedang berada di warnet. Anehnya dia sama sekali tidak mau melapor ke polisi. “Ikhlasin aja”, begitu katanya. Entah karena dalam keadaan tertekan atau apa, tetapi bagi saya pernyataan Sony terdengar tidak realistis.

motorMengapa tidak realistis? Saya melihat keputusasaan Sony lebih mendominasi. Maksud saya, mengapa Sony tidak mencoba menghubungi polisi? Sebagai aparat keamanan, polisi adalah orang yang tepat untuk dimintai bantuan. Poin penting saya, sebelum ikhlas, berusaha mencari bantuan adalah tindakan yang paling realistis. 

Tetapi rupanya Sony punya argumen sendiri. Menurutnya ikhlas dari sekarang justru tindakan yang paling realistis. Karena motor yang sudah dicuri akan dilepas plat nomornya atau dipreteli kemudian dijual terpisah oleh pencurinya. Ini adalah trik si pencuri agar si empunya tidak bisa menemukan kembali motornya yang hilang. “Kalau sudah begitu, lantas apa gunanya melapor ke polisi?” katanya balik bertanya. Dan kali ini jawaban Sony terdengar lebih realistis.

Saya jadi membenarkan ucapan Sony. Kalau sudah seperti itu, jelas, polisi tidak akan membantu apa-apa. Kecuali polisi mempunyai jaringan penyelidik yang tersebar di seluruh pasar gelap, tempat penjualan barang-barang curian. Masalahnya apakah polisi Indonsia secanggih itu?

Lagipula, kasus pencurian kendaraan bukan hanya sekali ini saja, melainkan mungkin sudah ribuan kali. Pertanyaannya, berapa banyakkah kendaraan yang berhasil ditemukan dengan bantuan polisi? Saya rasa kalaupun ketemu pasti hanya kebetulan.

Pada akhirnya mengharapkan bantuan pada polisi tidak lagi realistis. Mungkin memang sudah saatnya manusia menggantungkan pada sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih realistis dan memberikan jaminan pasti.

©Tina Latief

One thought on “Ketika Melapor ke Polisi Tidak Lagi Realistis

  1. Beby

    Belom lagi dimintain biaya buat bikin berkas dan segala tetek bengek lainnya.. Lebih banyak menghabiskan uang, motornya pun entah kapan bisa kembali 😦

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s