Danau Tong Tong, wisata lokal dan sumber kehidupan Dusun Trukan

IMG_20161013_175403

BOSAN duduk di kereta yang tak kunjung sampai di Jakarta, pikiran saya melayang kembali ke masa di mana saya masih menikmati liburan di Jogja. Memang tidak ada acara khusus di dalam liburan saya, misalnya pergi ke wahana-wahana bermain dan tamasya pada umumnya. Tapi liburan di rumah Jogja kemarin terasa sangat menyenangkan.

Ini karena saya justru banyak mengeksplor tempat-tempat baru di sekitar saya. Saya menemukan ada banyak tempat yang sebenarnya bisa dikunjungi sebagai tempat wisata. Seperti misalnya Danau Tong Tong yang satu ini. Tatkala kaki menyentuh hamparan air yang basah seraya mendengar kecipak bunyinya, begitu damai rasanya. Sayapun jadi tersadar. Rupanya, tak jauh dari kediaman saya ada juga wisata alam yang menjanjikan keindahan dan kedamaian.

Seperti halnya kebanyakan orang, saya seringkali kebingungan mencari tempat yang cukup nyaman untuk melepas penat. Tempat yang kirannya dapat memanjakan mata dengan keindahan, tempat yang dapat merilekskan otot-otot yang tegang, atau tempat untuk menghirup udara segar banyak-banyak.

Saya sering berekspektasi bisa liburan ke tempat rekreasi yang tersedia di kota-kota besar seperti Dufan dan sebagainya. Tanpa saya sadar, pikiran seperti itu terus membayang sehingga saya dan mungkin sebagian besar orang mulai tak acuh pada lingkungan sekitar. Padahal apabila kita lebih jeli dan perhatian dengan keadaan sekitar, sesungguhnya, ada banyak banyak tempat menarik yang layak diperhitungkan sebagai tempat wisata yang mungkin lebih murah dan terjangkau.

IMG_20161013_073013

Danau yang terletak di hutan bukaan Dusun Trukan, Desa Karangasem, Paliyan, Gunung Kidul ini, meskipun baru saja dibangun dan diresmikan, menjanjikan kenikmatan wisata alam yang berbeda. Selain bisa menikmati keindahan alam yang masih alami, kita juga bisa menikmati keberadaan mata air itu seperti halnya masyarakat sekitar: berenang, mencuci, atau sekedar foto-foto selfie hehe.

Apabila ingin merasakan sensasi alam bak petualang, kita bisa juga ngetrail yakni dengan bermotor melewati jalan tikus di sepanjang ladang. Keberadaan batu-batu besar di sepanjang jalan yang bergelombang itu cukup menantang. Apalagi tidak semua medan jalannya kering, membuat badan terhentak-hentak sambil sesekali terciprat lumpur.

Selama liburan ini saya telah tiga kali ke sana dengan cara yang berbeda-beda. Pertama dengan bermotor melewati jalan tikus, berlari, kemudian bermotor melewati jalan utama. Jika kelak liburan lagi, saya ingin berkunjung lagi ke danau ini. Harapannya sih sudah ada perahu karet atau semacam bebek-bebekan seperti di Gembiraloka. Bayangkan saja bagaimana jika ada alat seperti itu di sini. Pasti Danau Tong Tong akan semakin ramai dikunjungi…

©Tina Latief 2015

2 thoughts on “Danau Tong Tong, wisata lokal dan sumber kehidupan Dusun Trukan

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s