One Day & Beautiful Dreams

HARI masih pagi saat saya bangun untuk yang pertama kali (saya sering terbangun berkali-kali di jam-jam tertentu). Waktu melihat jam di ponsel, pagi itu masih pukul lima. Namun saya urung untuk segera bangun, bukan karena malas atau masih mengantuk, toh ada kelas pagi hari ini. Saya enggan cepat-cepat bangun karena saya tidak mau kehilangan momen indah di dalam mimpi yang sedang saya nikmati.

Agaknya saya sedikit berlebihan jika saya menyebut mimpi saya begitu indah. Tetapi, kenyataannya bunga tidur yang datang ke dalam tidur saya terasa sangat sangat sangat indah.

Di mimpi pertama, saya bertemu dengan pemain bola yang sangat tampan. Hihi. Apakah dia begitu tampan? Ya, di dalam mimpi dia sangat tampan dan memesona. Tatkala dia tersenyum untuk saya, Ah.. I can’t explain you. Pokoknya pria berkulit sawo matang itu sangat manis. Saya masih ingat nama punggungnya bertulis T AMONG. Such a weird name, right? Tetapi yang saya tau dan rasakan saat itu hanyalah saya sangat senang bersama pemain bola itu.

Mimpi ini terputus saat saya terbangun oleh alarm di ponsel saya. Namun mimpi berlanjut tatkala saya memutuskan untuk kembali tidur. Akan tetapi kali ini mimpi yang berbeda. Mimpi yang ini sangat indah. Bahkan lebih dan lebih lebih indah daripada mimpi yang sebelumnya.

venice_romanticEntah mengapa Venice menjadi latar belakang mimpi saya. Seakan mimpi ini menjawab keinginan saya untuk bisa ke Venice— do you know, Venice adalah salah satu kota yang ingin sekali saya kunjungi. Keindahan kota Venice yang saya lihat di film The Tourist, kota terapung yang penuh romantisme itu, entah kenapa muncul tiba-tiba di mimpi saya. Yang lebih mengejutkan lagi, selama di Venice saya bersama orang yang ingin sekali saya jumpai. 

Di dalam dunia nyata, sudah lama sekali saya ingin berjumpa dengan orang ini. Saya ingin berkenalan, tidak sebatas berbincang-bincang, menyapa di dunia maya. Ini mungkin hanya sebuah mimpi. Yes, a dream. Mungkin saya berkhayal, suatu saat nanti saya ingin sekali bertemu dengannya

Di Venice, kami begitu bahagia. Layaknya dua orang yang sudah saling mengenal, kami bercanda, tertawa, dan sangat bahagia. We have a very good time, we spend time to eat and laugh and took selfie pictures. Oh my God… I’m very happy being with him. Mimpi ini terasa begitu nyata hingga saat saya terbangunpun, saya masih bisa merasakan momen-momen bahagia itu mengalir ke setiap jari jemari saya…

Well, selepas mimpi ini saya masih berada di antara ada dan tiada. Rasanya bahagianya benar-benar sangat nyata. Memang benar ini hanyalah mimpi. Tetapi taukah terkadang mimpi terasa begitu berharga jika dibandingkan dengan dunia nyata yang penuh duka dan kecewa…

Jadi saya rasa, tidak ada salahnya bermimpi dan mencintai mimpi jika itu membuat hati bahagia…

♥♥♥Tina Latief♥♥♥

12 thoughts on “One Day & Beautiful Dreams

      1. Tina Latief Post author

        Waaa kalau kejadian aku bisa pingsan kali ya saking senengnya, apalagi ngga sekedar ke Venice-nya, tapi sama dianya hehe…

        semoga suatu saat nanti beneran kejadian.. makasih loh doanya..

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s