Blog Your Infographics!

DEWASA ini, orang semakin ingin mengonsumsi sebanyak-banyaknya informasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Oleh karenanya menjadi tantangan penulis sekaligus calon ilmuwan seperti saya untuk bisa menyajikan data dalam bentuk yang jelas, tepat, dan efisien namun memuat ide-ide kompleks.

Namun metode penyajian data apakah yang dapat menjawab kebutuhan hal ini?

Saya menyadari, masalah utama seorang penulis bukan hanya ketika ia kekurangan data, melainkan juga ketika ia memiliki data yang berlebih. Sehingga ketika tidak ditunjang metode penyajian data yang cerdas, yang terjadi adalah uraian panjang berbusa-busa yang entah mau sampai kapan selesai membacanya.

Jika kita amati, kemunculan model penyajian data dalam bentuk infografik semakin banyak digunakan belakangan ini. Tidak hanya untuk menyajikan data yang bersifat kuantitatif, melainkan juga digunakan untuk data yang bersifat kualititatif.

Saat ini, infografik tampil sebagai metode penyajian data yang cerdas dan efisien. Lihat saja contoh infografik berikut! Saya kira informasi di sini lebih mudah dipahami daripada ketika menuliskannya dalam bentuk laporan atau makalah.

Anda setuju dengan saya?

Saya beranggapan, infografik merupakan tool yang sangat bermanfaat untuk membantu menerjemahkan data kepada audien. Terutama bagi calon ilmuwan sosial yang nampaknya tidak akan jauh-jauh dari data, akan lebih bermanfaat jika hasil penelitian dikomunikasikan dengan caya yang mudah dan menyenangkan.

Di sisi lain, bukankah sebuah seni jika blogger tidak hanya menampilkan sejumlah kata dan gambar ke dalam postingan? Oleh karenanya, tidak hanya dalam rangka belajar Analisis Data Sekunder di perkuliahan saja, keinginan saya untuk mahir membuat infografik juga dimotivasi untuk bisa mempublikasikan data dengan menarik di media.

Nah, beberapa hari ini saya sudah mencoba membuat infografik. Beberapa tools yang sudah saya coba adalah infogr.ampictochart, dan easel.ly. Tools ini sangat mudah digunakan, kita tinggal berkreasi dengan cara memilih ragam penyajian data kemudian mulai mengimputkan datanya.

Hanya saja, tools ini tidak bisa terlalu dikreasikan, kemampuan kreasinya terbatas. Jadi kalau mau membuat infografik yang lebih kreatif ya pakai aplikasi design seperti gimp atau inkscape. 4

Berikut adalah hasil latihan saya. Yang lainnya bisa dicek di link berikut TFR by wealth quintile. Masih sangat sederhana dan standar, ya… He he…

Hari ini saya mau coba buat lagi. Beruntung saya ada stok data kuantitatif yang cukup banyak dari SDKI 2012. Semoga dengan semakin banyak berlatih, kemampuan saya membuat infografik semakin membaik.

Yuk belajar membuat infografik!

21 thoughts on “Blog Your Infographics!

  1. BangKoor

    Saya juga suka infographic, mbak. Tapi beberapa kali coba buat, hasilnya kurang memuaskan. Mungkin perlu belajar lebih jauh lagi ya.. 🙂

    Tapi sejauh yang saya lihat, sepertinya teknik penyajian data dengan infographic ini kurang populer di kalangan ilmiah. Infographic lebih sering kita lihat di media populer. Entah apakah karena anggapan bahwa dunia ilmiah haruslah kaku, sehingga infographic yang punya nilai seni jadi kurang dipandang.

    Saya sendiri sering menggunakan teknik infographic saat presentasi. Tapi ya seperti yang tadi saya bilang, saya masih butuh belajar 🙂

    Salam kenal mbak

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Terimakasih atas kunjungannya mas..

      Benar, infografik jarang digunakan dalam ilmiah karena sifatnya yang kurang formal. Kebanyakan memang dipublish dengan tipe tulisan ilmiah populer.

      Kita bisa belajar bareng nih mas 🙂 semoga lain waktu ngeblog pakai infografik 🙂

      Like

      Reply
      1. Darmanto Muat

        “Benar, infografik jarang digunakan dalam ilmiah karena sifatnya yang kurang formal.”

        Maaf Mbak Tina, sepertinya pernyataan tersebut kurang tepat. Infografik adalah setara dengan statistika Deskriptif berupa grafik dan tabulasi. Keduanya sah digunakan dalam karya ilmiah (jurnal, karya ilmiah).. heehe 🙂

        Like

      2. Tina Latief Post author

        Setahu saya infografik di jurnal ilmiah berbeda dengan infografik di jurnal ilmiah populer..
        Selama saya membaca banyak jurnal ilmiah, data yang disajikan tidak menggunakan infografik seperti yang saya post. Tentang penyajian datanya tentu ada aturan bakunya sendiri kan..

        Mungkin mas bisa kasih contohnya infografik yang ada di jurnal ilmiah 🙂

        Like

      3. Darmanto Muat

        Tapi, itu hanya terkait tampilan saja mbak Tina.. Bentuk grafik umumnya sesuai dg peneliti yg menggunakan. Tidak ada ketentuan baku model grafiknya seperti apa. Infografik yg dicontohkan mbak itu analog dg pie chart, histogram.. jadi, sah2 saja jika digunakan. Hanya saja, memang di jurnal peneliti masih menggunakan bentuk grafik yang lama. Namun, jika ada yang menampilkan dg bentuk yg ada di infografik tidak mengapa. 🙂

        jadi tertarik mencoba kirim jurnal dg chart infografik (deskriptif).. 🙂

        makasih mba Tina

        Like

  2. prih

    Terima kasih, Ikutan belajar infografik dari postingan ini ya Tina, sajian bisa lebih fokus. pola mind map kita juga lebih mudah merekamnya. Salam pembelajar

    Like

    Reply
  3. yosbeda

    Hal yang kadang yang sering terlupa dari para pembuat infographic adalah komposisi warna yang nyaman di mata, tapi normal juga sih mereka kadang lupa, wong ngumpulin data buat infoprahicnya saja sudah pusing kadang, hehehe

    Liked by 1 person

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Betul mas, komposisi warna juga penting. Masalahnya yang susah adalah menentukan warna yang sesuai dengan audien. Ini ada ilmunya sendiri..

      Kalau adanya sekarang sih saya baru buat yang sedap di mata saya hehehe.. jd Pr buat saya belajar menentukan warna untuk audien… 🙂

      Like

      Reply
  4. rizzaumami

    saya malah baru tahu mbak, desain yang simpel itu ternyata ada aplikasinya sendiri. soalnya saya lebih sering pake corel. ngomong-ngomong mbak tina juga sering pake corel gak?

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s