Life is Not Easy. If Iife is Easy Maybe It’s just Our Perspective.

TIBA-TIBA saya berpikir tentang kehidupan. Saya berpikir tentang bagaimana orang menjalani dan memaknai hidupnya. Karena di kehidupan ini, nyatanya tidak semua orang memiliki segala sesuatunya dengan sama, baik itu hak, kapasitas, kemampuan, kekayaan, peran, keberuntungan dan lain sebagainya. Uniknya, tidak semua orang yang memiliki segala-galanya merasa hidupnya mudah dan bahagia. Sebaliknya, orang yang justru tidak memiliki segala-galanya—hidup sederhana, miskin bahkan— justru ada yang merasa begitu bahagia sehingga hidup terasa mudah baginya. “Life is easy”. “Here I’m and I’m the rich!”.

Jadi bagaimanakah sebenarnya hidup? Apakah hidup ini mudah? atau sebaliknya hidup itu susah?

Ketika saya membaca-baca, saya menemukan beberapa quote berikut. Keseluruhan quote ini berisikan tentang makna kehidupan. Hidup. Namun dari keempat quote ini tidak ada yang menyebutkan bahwa hidup itu mudah. Keempat penulis berikut menyebutkan bahwa hidup adalah tidak mudah.

“Life is not easy for any of us. But what of that? We must have perseverance and above all confidence in ourselves. We must believe that we are gifted for something and that this thing must be attained.” —Marie Curie

“Life itself is simple…it’s just not easy.”
―Steve Maraboli, Unapologetically You: Refelections on Life and the Human Experience

“Living is too hard right now. Dying is easy. Let me die.”
― Kristin Kashore

“I was taught from a very young age that life is not easy. You have to fight for your dreams and keep on moving forward. Its okay to look back sometimes too, its a reminder where you have been and what you been through. It makes you realize how far you have.” —Anonim

Lantas apakah hidup itu nyata susah? Coba kita lihat beberapa cerita berikut…

Dalam sebuah kisah, saya sempat mengenal seorang anak yang dulu hidup sederhana seperti anak-anak biasa pada umumnya. Namun beberapa waktu kemudian, anak tersebut hidup bergelimang kemewahan. Anak itu kini bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang dulu tidak bisa ia dapatkan di rumahnya dan ia nampak begitu senang. Namun dibalik kehidupan mewah anak tersebut, rupanya terdapat peristiwa yang saya yakin tidak mudah bagi siapapun yang mengalaminya. Di usianya yang masih anak-anak saat itu, ia sudah harus menjadi seorang ibu atas bayi yang lahir dari perbuatan asusila.

Kisah lain yang sudah sering kita dengar adalah kisah anak-anak di Lebak, Banten. Anak-anak yang demi pendidikan harus menjalani kehidupan sekolahnya dengan menyeberangi jembatan rusak di atas derasnya arus sungai. Tidak ada jembatan yang cukup memadai yang dapat dilewati karena ketiadaan infrastruktur yang dibangun di tempat itu. Setiap hari mereka menantang maut, mempertaruhkan nyawa di atas seutas tali, belum lagi mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai ke sekolah. wpid-wp-1412911698866.jpeg

Jadi bagaimanakah hidup itu? Apakah hidup ini mudah?

Dari kedua cerita tersebut, ditambah dengan quote-quote berikut, maka cukup membuktikan bahwa sesungguhnya hidup ini tidak mudah. Hidup itu susah, bahkan kadang terasa begitu pahit kenyataannya. Kemiskinan, korban asusila, kurangnya akses pendidikan, ketiadaan transportasi yang memadai, kekerasan, korban ketidakadilan, semua itu adalah bentuk real dari sulitnya hidup.

Lantas bagaimanakah sesungguhnya dengan orang miskin yang bisa menjalani kehidupannya dengan begitu bahagia? Saya yakin siapapun orangnya, ia pasti menyadari betapa sulitnya hidup. Hanya saja cara pandangnya saja yang berbeda. Ada yang memandang kesulitan dan keterbatasan sebagai tantangan, di lain pihak ada pula yang menganggapnya sebagai masalah.

Seperti yang dialami kedua anak dalam cerita, kenyataan bahwa mereka harus mengalami kekerasan seksual dan terbatasnya akses pendidikan adalah salah satu bentuk kesulitan yang nyata, bukan sekedar sudut pandang. Mereka tahu bagaimana kerasnya perjuangan yang harus diupayakan untuk bisa tetap survive sehingga mereka tetap bertahan, terus bisa mengenyam pendidikan dan bertahan dalam struktur sosial. Dalam pikiran mereka, kesulitan itu benar adanya. Namun cara pandang merekalah yang memberikan harapan, yang memberikan kekuatan bahwa hidup akan baik-baik saja.

Yes, life is not easy. If life is easy, it depends on our perspective.

tinaa

2 thoughts on “Life is Not Easy. If Iife is Easy Maybe It’s just Our Perspective.

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s