It’s You Who Choose to be Mad

PERNAHKAH Anda berpikir jika marah adalah sebuah pilihan? Sebaliknya saya pernah bersikeras bahwa marah atau tidak tergantung penyebabnya. Pemicunya (trigger).

Artinya, ketika saya marah memang ada sesuatu yang menyebabkan sayamarah. Semisal saya marah karena seseorang bernama dia berbuat ulah, maka dialah penyebabnya. Dia yang membuat saya marah.

Sebelumnya saya tidak pernah berpikir marah adalah sebuah pilihan. Sehingga pada saat orang berkata, “Ngga ada yang bisa membuat kamu marah. Kalau kamu marah, itu pilihanmu”, saya tidak mengerti.

Marah adalah pilihan? yang benar saja! Bagaimana bisa kita tidak marah jika seseorang merusak kesenangan hari-hari kita?

Tentang marah ini juga pernah ditanyakan ke dalam sebuah sesi wawancara. Dan pada saatitu dengan ringan saya menjawab, “Jika tiba-tiba saya marah, tentu saja karena ada yang membuat saya marah” 

Namun, taukah Anda jika sejengkel-jengkelnya orang, semuak apapun dia terhadap keadaan atau perilaku seseorang misalnya, orang bisa saja tidak marah. Sean Covey membuktikan dalam tulisannya, sesungguhnya tidak ada yang dapat membuat diri kita marah, kecuali kita sendiri yang memilih untuk marah.

kl“No one can make you mad unless you let them. It’s your choice” (Covey,1998:48).

Suatu ketika saya mencobanya. Saya mencoba untuk tidak marah ketika seseorang membuat saya jengkel setengah mati. Hati saya berkata, orang ini sungguh keterlaluan dan menyebalkan. Namun ketika saya memilih untuk tidak memarahinya, rasanya semua baik-baik saja. Di hari berikutnya bahkan saya telah bisa menerimanya. Dan semuanya berjalan baik-baik saja…

Jadi inilah maksudnya mengapa marah adalah sebuah pilihan. Faktanya, tidak ada yang bisa membuat kita marah kecuali kita sendiri yang memilih untuk marah. You are the trigger! People are just about as happy as they make up their mind to be (Abraham Lincoln). Jika seseorang memilih untuk tidak marah, segala sesuatunya akan baik-baik saja. Tidak akan ada orang yang terluka ataupun orang yang menyalahkan keadaan.

So, still thinking that you mad because people make you? tinaa

8 thoughts on “It’s You Who Choose to be Mad

  1. Chrismana"bee"

    Wuuaaa,…. berasa di tabok kanan kiri kanan
    di pikir-pikir bener juga sih ya, kita yang milih mau marah atau enggak. jadi orang pemarah itu orang yg slalu nurutin egonya kali ya mbak (kayak saya)

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Kalau kata Sean, orang yang mudah marah itu seperti botol soda yang dikocok. Reaktif…
      Berbeda dengan orang yang proaktif, calm, cool, and in control. Dia memang tau dia tidak bisa mengontrol segalanya, but they can control what they do about it..

      Like

      Reply
  2. Kelimutu

    Setuju mbak. Setiap kali mau marah, saya bakal tegar-tegarin hati biar nggak meluap di depan orangnya. Lama lama masalahnya terlupakan.

    Tapi sekali-kali, kalo memang bener-bener marah, jangan dipendem juga mbak. Lebih enak dibicarain ke orangnya, right?

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s