Kembali…

20140623_145933

Hari Ketujuh, Senin, 23 Juni 2014

Pasir Buncir, Caringin

Saya seperti kembali ke masa kanak-kanak…
 

Hari ini adalah antiklimaks dari hari-hari sebelumnya. Suasana mulai santai karena pencarian responden hampir selesai. Tinggal beberapa mahasiswa saja yang masih harus bertemu responden. Sementara, sisanya bersiap menyelesaikan tugas pengmas kami di sini, di PAUD yang menjadi tempat tinggal sementara kami.

Untuk kesekian kalinya membuat playdough menjadi kegiatan pengmas kami. Kegiatan yang saya perkenalkan kepada teman-teman mahasiswa di awal latihan pengmas ini, hingga saat ini masih sering digunakan dalam kegiatan pengmas sederhana seperti ini. Saya senang saja melihat teman-teman mengaduk-aduk adonan, memilin, mewarnai, hingga membuat bentuk-bentuk lucu seperti ini. Seperti anak-anak yang belum pernah main saja. Atau sebenarnya memang teman-teman belum pernah main yang seperti ini juga hehehe…

Ada lagi yang membuat saya geli, yakni tingkah para dosen. Hehe rupanya Mba Lidya dan Mba Dolly, dosen pendamping kami ini belum tau bagaimana hasilnya jika warna-warna primer dicampur. Alhasil, yang bermain di acara membuat playdough tadi tidak hanya anak-anak atau mahasiswa yang mendampingi, tetapi juga para sesepuh kami ini hihihi…

IMG-20140624-WA0000

IMG-20140625-WA0017

IMG-20140625-WA0028

Well, saya senang acara pengmas ini berlangsung sukses. Anak-anak senang, kamipun meski kelelahan juga nampak senang dan bersemangat. Menjelang hari kepulangan, acara ini mejadi momentum yang menyemarakkan suasana filla kecil di Pasir Buncir ini.

Muncul kehangatan dalam kebersamaan kami selama kurang lebih 7 hari di sini. Ada semacam ikatan yang entah bagaimana ikatan itu bersemayam dalam diri saya. Ada semacam kekuatan batin yang tumbuh dari dalam nurani saya. Rasanya…saya memiliki keluarga di sini…

Malam telah larut, kegiatan mulai diisi kembali dengan makan, breafing, dan menyelesaikan laporan. Esoknya kami harus bangun pagi, mempresentasikan penemuan sementara kami di kecamatan, lalu pulang, kembali ke kediaman kami.

*** Tiga buah angkutan umum datang menjemput kami tepat pada pukul 9. Usai berpamitan dengan kepala desa, kami melaju menuju kecamatan. Di sela-sela obrolan dalam perjalanan, pikiran saya menerawang kembali ke beberapa hari saat saya mulai menginjakkan kaki di Pacir Buncir. Mandi di tempat Mang Jabbar, makan makanan yang… sesuatu itu, naik turun gunung, tidur berdempetan, suara dengkuran, atau alarm dari ponsel yang sangat berisik itu, sungguh pengalaman yang tiada duanya. Terutama bagian yang terakhir ini yang apabila ingat membuat saya senyum-senyum sendiri. Adalah sebuah alarm terjelek yang pernah saya dengar selama ini. Anehnya, dengan alarm sejelak dan sekeras itu, pemiliknya sama sekali tak berkutik. Hi hi hi…

Ah Pasir Buncir… Kisahmu begitu membekas di dalam sanubari. Alammu, masyarakatmu, yah begitulah dirimu. Sampai jumpa di lain waktu dan masa…20140621_152836

NB: Spesial note to our mobile team, Kak Ikki dan Kak Deden. Tanpa kalian LPMPS kami tidak akan sesukses ini. Terimakasih atas bantuan baik tenaga, pikiran, dan jasa-jasa yang telah diberikan kepada kami. Semoga tak jengah membantu kami. Selamat berlibur, kak… 🙂

tinaa

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s