Menginjakkan Kaki di Pasir Buncir

20140617_132245

Hari pertama, Selasa, 17 Juni 2014

Pasir Buncir, Caringin

Kemacetan yang tiada habisnya itu….
 

Waktu telah menunjukkan pukul 20.19 di sini. Di luar hampir sudah tak ada tanda-tanda aktivitas manusia lagi. Sepersekian menit yang lalu suara-suara jangkrik masih sempat meramaikan suasana malam. Suara krik krik jangkrik berderik mencari pasangannya. Namun malampun kembali hening saat deru gemericik hujan turun mengalahkan kawanan jangkrik.

Dan hening…

Saya sedang menunggu waktu briefing saat mulai menuliskan tulisan ini. Sembari melawan lelah dan kantuk, saya mencoba menuliskan kembali apa yang telah saya lewati selama sehari ini sebagai dokumentasi.

Dimulai dari pagi tadi saat bus mulai meninggalkan kota kediaman kami para mahasiswa UI, petualangan penelitian di Kabupaten Bogor diawali dengan macet parah di sepanjang jalan menuju kantor kecamatan Caringin. Jarak Depok-Bogor sesungguhnya tidaklah jauh, tidak lebih dari 100 km atau sekitar 60 km, begitu kata bapak wakil camat di kantor kecamatan tadi. Namun karena ada perbaikan jalan, jalanan sempit yang didominasi kendaraan-kendaraan bermuatan besar itu tampak begitu tak berdaya. Disepanjang jalan itu seluruh kendaraan berhenti tak bergerak. Hal ini saya buktikan sendiri tatkala saya tertinggal bus di Indomart. Bersama kelima teman saya yang lain, bus tersebut masih mampu terkejar oleh langkah kaki kami yang begitu rentan karena kelaparan di tengah jalan.

Balada tertinggal bus… ha ha…

Tidak banyak yang menyambut kami di kecamatan. Hampir semua orang penting (lurah dan perangkat desa lainya) telah meninggalkan kantor kecamatan karena terlalu lama menunggu kami. Di sana saya dan teman-teman hanya bertemu dengan wakil camat dan salah seorang pendamping yang membantunya menerima rombngan. Usai dilakukan penerimaan, kami (Tim B) pun berpisah dengan tim yang lain, meneruskan perjalanan ke desa sasaran penelitian masing-masing. Dan di perjalanan itu derita kami belum berakhir, angkot yang membawa kami masih harus menyusuri jalanan panas berdebu dengan parahnya gangguan lalu lintas.

Hampir satu jam kami didera kemacetan. Kami baru bisa bernafas lega saat mobil yang membawa kami menikung ke jalan menuju desa. Betapa girangnya saya saat melihat hamparan sawah nan hijau disertai gugusan bukit nun jauh di depan. Seraya menghirup udara sejuk banyak-banyak saya berguman, saya telah tiba di Desa Pasir Buncir…LPMPS TIM B UI 2014

Masih belum banyak yang kami lakukan selama di Pasir Buncir melainkan mengeksplor wilayah yang akan menjadi tempat tinggal kami selama 8 hari. Kebanyakan dari kami masih beradaptasi dengan camp yang menjadi tempat tidur kami, spring bed tua dengan peer yang mulai mengeras, air keran yang tidak lancar, suhu udara yang dingin, serta makanan yang tidak biasa dilidah kami. Tidak lupa, di sini kami juga membiasakan mengantre bersama ke-20 orang yang segera ingin mandi di kamar mandi kecil di seberang camp ini. He he… Yah, di sini kami tidak hanya belajar mengaplikasikan metode penelitian kuantitatif yang kami pelajari di kampus, tetapi juga belajar bagaimana tinggal di wilayah yang baru dengan serba kekurangan dan keterbatasan yang mungkin tidak akan kami temui selama di kota.

Malam telah larut, sebentar lagi, mungkin beberapa menit lagi akan segera menjelang dini hari. Saya berusaha tidur, saya berusaha merebahkan diri ke dalam alam mimpi. Sayangnya saya tak kunjung bisa terlelap. Mungkin ini juga merupakan awal dari sebuah pembiasaan. Selain terkadang harus menahan bau kentut yang entah keluar dari pantat siapa, saya juga harus terbiasa dengan suara-suara berisik yang keluar dari saluran pernafasan yang kurang lancar…

Rrrrr…. rrrrr…. saya jadi teringat si Leo yang sering tidur sambil mendengkurtinaa

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s