Seberkas Harapan di Puncak Asmaradana

image

Bukan karena sesorean tadi tidur sehingga malam ini saya tak kunjung tidur juga. Melainkan karena saya baru saja melewati malam yang begitu istimewa bersama seseorang.

Saya tidak pergi nonton ataupun makan bersamanya. Malam ini saya hanya chatting saja. Namun kali ini bukanlah chatting yang biasa saya lakukan dengan teman-teman menggosip saya. Melainkan chat yang berisi tentang keinginan, harapan dan cita-cita saya studi ke Amerika.

Impian terbesar saya usai melaksanakan studi di Universitas Indonesia adalah meneruskan studi ke Amerika. Dalam rangka mencapai impian itulah, maka saya berupaya sedemikian rupa untuk benar-benar bisa mewujudkan impian saya. Termasuk dengan mendekati mas Herman, merongrongnya, dan meminta kesediannya untuk membantu saya. Harapannya, saya akan selangkah lebih dekat dengan keinginan saya untuk meneruskan studi ke Amerika.

Mas Herman meraih gelar masternya di Amerika tahun ini. Melalui beasiswa Fulbright, ia menempuh studinya di Northeastern University, Boston. Perjalanan kisahnya untuk melanjutkan studinya ke Amerika sering saya baca berulang-ulang di blognya. Melalui tulisan itulah mas Herman menginsirasi saya dan menguatkan tekad saya untuk bisa meneruskan studi ke Amerika.

Kalau mas Herman bisa, mengapa saya tidak…

Selama kurang lebih satu jam ngobrol, saya banyak bertanya kepada Mas Herman. Mulai dari pengalaman dia di Amerika hingga tentang bagaimana ia mendapatkan beasiswa.

Saya mengakui, studi ke Amerika tidaklah mudah. Sama seperti yang mungkin sempat dirasakan mas Herman, perjalanan menuju ke sana tidaklah cukup hanya sekedar belajar.

Karena mas Hermanpun bukanlah orang yang dengan begitu saja mendapatkan bangku kuliah di sana. Ia sempat mengalami kegagalan, dan harus pula mencoba berulang-ulang. Untuk itulah saya tidak ingin menganggap remeh. Sehingga saya beranggapan, jika ingin selangkah lebih dekat dengan keberhasilan, saya harus mendekatkan diri dengan orang-orang yang berpengalaman di medannya. Seperti mas Herman misalnya.

Nah, lalu apa yang membuat malam ini begitu istimewa untuk saya?

Di dalam chat itu mas Herman berkata bahwa ia bersedia memberikan advice-advice-nya untuk saya. Ia juga tidak keberatan jikalau nanti saya banyak bertanya padanya. Jadi tentunya Anda tau bagaimana rasanya menjadi saya. Di dalam benak saya sekarang rasanya membuncah begitu banyak harapan. Rasanya bersemangat dan ada dorongan untuk berusaha lebih keras. πŸ™‚

Saya tau, ini belumlah apa-apa. Perjalanan masih panjang, dan masih harus banyak berjuang. Meskipun demikian, ini adalah selangkah lebih maju yang mendekatkan Amerika ke genggaman saya. Karena dengan adanya seberkas harapan inilah, saya jadi semakin mantap untuk terus mengejar mimpi berpendidikan tinggi.

Saya harus bisa seperti mas Herman!

6 thoughts on “Seberkas Harapan di Puncak Asmaradana

  1. ndutyke

    Biaya hidup di Amrik lbh murah dibanding Eropa apalagi Australia (my father kept repeating this over and over again, hahaha). Good luck ya dgn cita2nya. Smoga dimudahkan meraih yg terbaik. Eh iya….Maap aku ngebawel komen terus disini…

    Like

    Reply
  2. ceritabudi

    Selamat mengejar harapan dan mewujudkan impian ya Tin..sukses selalu..liat situasi kalau bertanya sama mas Herman..siapa tau dianya lagi banyak kerjaan..malah lain ceritanya hehehe

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s