Mengajarkan Berpendapat

Berpendapat itu, meski hanya ngomong/menyampaikan uneg-uneg, ternyata bisa jadi tidak mudah bagi sebagian orang. Misalnya di sebuah kelompok yang saat ini—secara diam-diam— sedang saya amati perkembangannya. Ketika saya mintai pendapat, ternyata susahnya bukan main.

Padahal topik yang saya lempar juga bukan topik yang rumit. Misalnya ketika saya mintai pendapat mengenai lokasi yang akan dijadikan tempat reuni (kebetulan kami akan mengadakan reuni). Meminta mereka untuk bicara mengenai tempat saja sulitnya minta ampun. Sulit karena yang mereka bicarakan bukan hal-hal yang masuk di akal. Mereka banyak menghayal, bahkan tak jarang menjadikannya bahan tertawaan. Mengharapkan mereka untuk berpendapat mengenai hal-hal yang lebih rumit sepertinya tidak mungkin. Haduh… saya jadi pusing sendiri.

Saya jadi sulit mengajak mereka selangkah lebih jauh dari sekedar berpendapat, yaitu berdiskusi. Karena mengadakan reuni, sesederhana apapun tetap memerlukan diskusi dan koordinasi. Kalau tidak ya amburadul. Kacau. Nah, makanya saya mau sedikit bersabar dengan mengajarkan mereka berpendapat terlebih dulu.

Belakangan ini saya melempar topik yang sama, mengenai lokasi yang akan dijadikan tempat reuni. Bedanya kali ini saya berikan beberapa opsi yang bisa dipilih sesuka hati. Kali ini saya ingin melihat apa respon dari mereka nanti.

Hihihi mengajarkan berpendapat, menarik juga…

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s