Mengorganisasi Event Reuni

Salah satu agenda yang biasanya menyertai acara syawalan pada hari lebaran adalah reunian. Rencananya, saya dan teman-teman juga akan reunian.

Hanya kali ini saya tidak bisa sekedar datang dan mengikuti acara begitu saja. Dalam acara reunian yang terdiri dari teman-teman angkatan sekolah dasar tersebut, sayalah yang dipercaya mengorganisasi acara dari awal hingga pelaksanaannya tiba. Tentu bukan tempatnya saya bisa santai berleha-leha menunggu undangan tiba. Justru sebuah pekerjaan. Sehingga, yang namanya pekerjaan maka membutuhkan kesungguhan dalam pengerjaannya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

Saya berkomitmen mewujudkan acara reunian dengan sebaik-baiknya. Bukan karena target sebagai ketua panitia ataupun karena merupakan reunian pertama setelah bertahun lamanya. Melainkan karena adanya beban moral yang memaksa nurani saya menjadikan event mendatang tidak hanya sekedar ngumpul dan makan-makan.

Teman-teman alumni sekolah dasar, dewasa ini telah memilih jalan hidupnya masing-masing. Beberapa bekerja, beberapa melanjutkan studinya, beberapa ada pula yang telah berkeluarga. Nampaknya pilihan yang wajar, rasional, dan pada umumnya. Namun sebagai orang yang belajar ilmu sosial, tentunya saya memahami bagaimana mulanya pilihan-pilihan tersebut muncul dari nurani mereka.

alumni sd

alumni sekolah dasar angkatan sekian-sekian

Di daerah di mana saya dan teman-teman dulu pernah tinggal, kesadaran untuk bekerja sudah dimulai sejak usia dini. Anak-anak dididik untuk bertanggungjawab, harus rajin membantu orang tua, berbakti pada orang tua. Maka bekerja yang sesungguhnya belumlah sebuah pilihan, terkonstruksi sebagai bentuk tuntutan/ kewajiban yang mana saat mencapai usia kerja, mereka harus bekerja sebagai bentuk kebaktian kepada keluarga. Hingga akhirnya, banyak diantara teman-teman yang merantau mencari kerja atau yang wanita kemudian memilih untuk berkeluarga. Sementara pendidikan dan kebebasan yang sebetulnya menjani keinginan mereka menjadi prioritas nomor dua.

Sementara, saya beruntung menjadi bagian yang bisa dengan leluasa menentukan pilihan. Saya bebas berkeputusan, termasuk memilih jenjang pendidikan yang saya inginkan. Di saat teman-teman saya mengeluh tidak ada liburan, ataupun kesal mengurus pekerjaan, maka sayalah orang yang beruntung bisa berkali-kali libur panjang di kampung halaman. Maka benar jika kemudian acara reunian ini menjadi pekerjaan yang tak mudah bahkan menimbulkan beban moral. Karena saya peduli dengan teman-teman yang mungkin saat ini tidak bisa menikmati apa yang saya nikmati saat ini.

Sehingga, dalam event reunian mendatang, saya ingin teman-teman merasakan kesungguhan dari acara reunian, yakni bahagia dalam momen kebersamaan yang bertahun-tahun dipisahkan oleh tuntutan kehidupan. Saya ingin membuat mereka kembali barang sejenak kepada kehidupan di mana kosakata tanggungjawab belum terlintas di pikiran mereka. Kembali di saat kami masih gemar berbuat onar dan kekonyolan.

Kalau begitu, reunian seperti apa yang memenuhi kualifikasi demikian? Nah, ini pekerjaan …

3 thoughts on “Mengorganisasi Event Reuni

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s