We Prefer for The Beautiful One

Adzan Maghrib untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya berkumandang tepat pukul 18.48 yang lalu. Saya yang saat itu tengah asyik menekuni beberapa email yang masuk, seketika menghentikannya lantas mendengarkan lafal adzan yang berkumandang tak jauh dari kediaman dengan penuh perhatian.

Suara adzan dari si pemilik suara emas itu sungguh menenangkan, dipadu keindahan senja di perbatasan membuat suasana sore ini begitu memesona. Sesegera mungkin saya mengambil air wudhu kemudian menunaikan shalat tiga rakaat. Sore itu shalat terasa begitu nikmat, hikmat.

Seperti tersihir oleh kekuatan gema adzan. Atau memang begitulah seharusnya? Karena Islam menyukai keindahan maka mengumandangkan Adzanpun seharusnya diutamakan bagi yang memiliki suara paling indah. Karena menggugah minat untuk segera shalat itu sesungguhnya memerlukan sebuah kekuatan dan semangat. Maka sudah sepantasnya yang mengumandangkan adzan adalah orang yang memiliki suara yang paling indah diantara semua yang ada.Β 

Jadi kalau di masjid ada beberapa muadzin yang siap mengumandangkan adzan, sebaiknya diutamakan yang suaranya paling indah jangan seadanya.

4 thoughts on “We Prefer for The Beautiful One

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s