Kebun Buah Mangunan dan Wedang Mbok Sidas, Momen Liburan Menyenangkan di Jogja

MENGUNJUNGI; Kebun Buah Mangunan Minggu pagi kemarin bukanlah yang pertama kalinya. Ini merupakan kunjungan kedua saya. Kunjungan pertama dulu saya lakukan saat musim kemarau. Waktu itu tidak ada buah di sana. Kemudian karena penasaran dengan kemunculan buah durian, saya berjanji untuk mengunjunginya sekali lagi yaitu di saat musim durian berbuah.

Sayangnya musim duriam berbuah bertepatan dengan musim penghujan. Untuk bisa ke sana, saya harus jeli dalam memilih-milih waktu dan prediksi cuaca. Minggu pagi itupun mulanya membuat saya ragu untuk bisa mencapai tempat wisata itu lagi. Mendung petang disusul hujan deras sempat menghalangi rencana saya untuk melakukan perjalanan ke Bantul. Beruntunglah menjelang pukul 9 langit nampak memberikan harapan. Langit berubah cerah, dan matahari mulai menampakkan berkas-berkas sinarnya. Harapan memuncak tatkala hujan tak jadi datang.

Hari itu saya mengunjungi Kebun Buah Mangunan untuk yang kedua kalinya.

Kebun Buah Mangunan sekilas nampak seperti bumi perkemahan. Memang tak salah, Mangunan juga sering digunakan untuk berkemah. Ada banyak tanaman buah yang ditanam di Mangunan seperti misalnya jambu air, jeruk besar, mangga, dan tentu saja durian. Tidak semua berbuah memang, namun jika beruntung kita bisa menjumpai tanaman buah yang sedang berbuah seperti durian yang ditanam di depan pintu gerbang.

Selain itu ada banyak pos yang di bangun di seputaran lahan kebun. Salah satunya berfungsi sebagai ruang serba guna yang disewakan untuk kegiatan pengunjung. Pada hari itupun ada banyak tenda yang didirikan di sana.

Yang menjadi pusat daya tarik Mangunan adalah bagian puncaknya. Di sana kita bisa melihat suguhan alam layaknya di film Avatar. Bila muncul kabut tebal, hamparan pegunungan yang membentang di depan puncak terlihat seperti negeri di atas awan.

Sayangnya saya sempat terhalang cuaca sehingga tidak bisa sampai lebih awal untuk melihat kabutnya. Pemandangan yang kami lihat saat itu hanyalah pegunungan yang kini nampak lebih hijau beserta sungai yang terlihat keruh.

20140202_113445.resized

20140202_113120.resized

Ada lagi yang disayangkan dari kunjungan kedua saya ke sini. Saya lupa bahwa hari itu hari Minggu. Tempat-tempat wisata pasti ramai dikunjungi orang. Ketika sampai di Kebun Buah Mangunan, ada banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk refreshing. Tidak segan-segan, orang dari luar kotapun banyak yang singgah ke mari. Mengingat kehidupan kota yang langka akan sentuhan alam, tempat wisata yang menawarkan wisata melamun seperti di Mangunan pastilah banyak diminati orang.

20140202_113036.resized

20140202_113655.resizedSebenarnya kami ingin berlama-lama duduk santai sambil menikmati pemandangan di sini. Tetapi, pondok dan tempat duduk yang tersedia sudah habis oleh pengunjung yang datang lebih awal. Lagipula mengobrol di tempat yang terlalu ramai tentulah kurang mengena di hati kami. Untuk itu, kamipun tidak berlama-lama dan memutuskan untuk segera pulang sebelum hujan datang.

Oh iya, sebelum sampai di rumah, saya makan siang terlebih dulu di rumah makan Mbok Sidas. Di tempat inilah saya menikmati wedangan sambil beristirahat.CAM00277.resized

Rumah makan Mbok Sidas berlokasi di Pancuran, Wonosari. Tempatnya sederhana, namun cita rasa masakannya membuat banyak pejabat Gunung Kidul sering datang ke tempat ini. Menu masakan yang disediakanpun beragam, ada ayam goreng dengan cita rasa khas Jogja seperti yang saya cicipi kemarin atau sambal bawang yang bisa cinikmati beramai-ramai. Konon brongkos adalah makanan andalan di sini. Sayangnya, saya terlambat datang sehingga tak sempat mencicipi brongkos special itu.

Semoga lain waktu bisa datang lagi ke mari 🙂

18 thoughts on “Kebun Buah Mangunan dan Wedang Mbok Sidas, Momen Liburan Menyenangkan di Jogja

    1. Tina Latief Post author

      Hihihi, kamu ini..
      coba nanti aku tanyakan dia belinya di mana 😀

      btw, km kan tracker tuh Qied, medan jalannya cocok loh sama yang suka bawa motor..

      Like

      Reply
      1. Tina Latief Post author

        kamu ke tempat ini saja qied. Ajak temanmu yang suka motoran. Aku jamin km suka sama medannya yang naik turun itu.. hehe

        wah kaki yang unik..
        masa ngga ada..

        Like

    1. Tina Latief Post author

      keren mas, waktu kunjungan pertama saya lihat sinar mataharinya menembus awan membentuk garis lurus..

      Yuk yuk visit Mangunan 🙂

      Like

      Reply
  1. Mechta

    hihi..gagal ngelamun berdua di mangunan ya? 🙂 gak papa..kapan2 ke sna lagi too… oya, aku juga br sekali ke sana, dan saat itu tdk ada buah yg dapat dipetik 😦

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      hehe iya nih mba.. apes..
      Betul, lain kali harus cari waktu yang pas. Untung saja akhirnya masih sempat menghabiskan waktu bersama hehe

      Wah mba mechta sudah pernah ya ke mari. Betul, karena kurang terawat maka banyak buah yang mungkin tidak berbuah lagi karena tidak dirawat..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s