Autogate untuk Masjid Nurul Huda, Gerjo

Masjid Nurul Huda merupakan masjid yang berada di desa di mana saya dilahirkan. Saat ini kondisinya baik-baik saja. Tidak ada atap yang bocor ataupun dinding yang mulai keropos. Saluran airnya pun bagus, bersih dan lancar. Secara fisik kondisinya masih mumpuni untuk digunakan shalat berjamaah setiap hari.

Masalahnya, menjelang bulan Ramadhan, jamaah yang datang ke masjid akan meningkat drastis dibandingkan dengan hari-hari biasa. Tidak hanya masyarakat dusun Gerjo saja, bahkan masyarakat dari dusun lainpun banyak yang datang. Belum para perantau yang biasanya mudik dan turut meramaikan masjid. Masjid yang kelihatan lebih besar dibandingkan masjid-masjid di dusun lain itu tidak mampu menampung jumlah jamaah yang banyak. Hampir semua bagian masjid, baik itu ruang utama, serambi bahkan hingga halamannya digunakan untuk menampung jamaah.

tembok pemisah ruang dalam dan serambi masjid Nurul Huda

tembok pemisah ruang dalam dan serambi masjid Nurul Huda

Masjid Nurul Huda terdiri dari dua bagian ruangan yakni ruang dalam dan serambi. Diantara dua ruangan tersebut ada tembok pembatas yang memisahkan jamaah dalam dan luar. Dulu ruang dalam mampu menampung setidaknya 4 shaf pria dan 2 shaf wanita. Semenjak adanya pembenahan shaf oleh pemerintah kecamatan –shaf yang dulu lurus sekarang dimiringkan sesuai arah kiblat, ruang dalam hanya mampu menampung jamaah pria sedangkan jamaah wanita kebanyakan menggelar sajadah di serambi dan di halaman.

20140111_192321.resizedKalau cuaca cerah, jamaah tidak mengalami masalah jika harus shalat di halaman. Namun jika hujan, banyak jamaah yang terpaksa tidak melanjutkan shalat karena kehujanan.

Sebagai masjid utama dan pertama yang di bangun di dusun Gerjo, Masjid Nurul Huda merupakan pusat ibadah dan penyebaran ilmu agama bagi masyarakat. Meskipun telah dibangun pula sebuah mushola, Masjid Nurul Huda masih menjadi tempat ibadah tujuan pertama. Alangkah memprihatinkan jika keinginan dan kenyamanan shalat terganggu oleh keadaan masjid yang kurang mencukupi. Untuk itu, dalam tulisan ini saya ingin mencoba mencari solusi bagi masjid ini.

Memperlebar ukuran masjid merupakan jalan yang biasanya ditempuh untuk menyelesaikan masalah daya tampung. Beberapa bagian masjid dihancurkan kemudian dibangun kembali dengan ukuran yang lebih besar. Tetapi dengan kondisi masyarakat yang masih dalam masa bercocok-tanam (sebagian besar masyarakatnya petani), akan ada banyak pihak yang keberatan bila menyumbangkan uang untuk merenovasi masjid mengingat biaya renovasi tidaklah murah. 

Ide menyewa tenda atau memasang deklit juga bukanlah sebuah solusi tepat karena itu sama saja membuang uang yang lebih besar untuk solusi jangka panjang yang kurang begitu efektif. Dengan menilik kembali arsitektur masjid, saya memiliki ide untuk mengganti tembok pemisah ruangan tersebut menggunakan autogate (sekat otomatis). Menurut saya, biayanya lebih murah dan tidak akan memberatkan banyak pihak karena pemasangannya juga mudah.

gambar oleh  Kent Automatic Gate

Tembok pemisah ruangan dalam dan serambi dihancurkan kemudian diganti dengan sekat seperti gambar di atas.

Sekat yang saya inginkan adalah sekat dengan design seperti Kent Automatic Gate. Sekat tersebut menggunakan sistem rel dan roda yang dipasang di atas. Jadi pemasangan rel tidak akan merusak lantai maupun menghalangi pejalan kaki. Selain itu, sekat dapat dilipat dan dilebarkan sesuai kebutuhan. Cocok sekali dengan kondisi masjid Nurul Huda yang saya gambarkan di atas. Selain dapat menampung jumlah jamaah lebih banyak, saat diadakan pengajian pun jamaah tidak kesulitan mendapatkan tempat duduk.

Kent Automatic Gate’s Design

Andai saja saya memiliki uang berlebih untuk membeli autogate seperti produk Kent Automatic Gate. Saya ingin memberikannya untuk masjid. Sayangnya saat ini saya tidak punya cukup uang untuk membeli autogate. Saya hanya berharap tahun ini saya mendapatkan rizki yang berlebih sehingga kelak saya bisa membelikan autogate untuk masjid dan membuat jamaah masjid Nurul Huda semakin nyaman shalat di masjid. Syukur-syukur ada yang mau berbaik hati mendukung niat baik saya.

Sebagai tambahan, bagi temans yang mungkin ingin mendesain ruangan dengan autogate, silakan hubungi Kent Automatic Gate dengan alamat berikut Kent Autogate Webs. Selain designnya bagus dan disertai fasilitas pemasangan, Kent juga menyediakan beberapa alternatif sistem lipat yaitu :

– Sistem Lipat Roda L (Masuk Ke Kusen Kayu)
– Sistem Lipat Tengah (Posisi dudukan Rel Atas dibawah Balok Gantungan)
– Sistem Lipat Pinggir (Posisi dudukan Rel Atas dibawah Balok Gantungan)

Semoga lain waktu saya bisa mengikuti jejak temans membeli autogate. Aaamiin..

11 thoughts on “Autogate untuk Masjid Nurul Huda, Gerjo

  1. Iwan Yuliyanto

    Menarik sekali ide tentang AutoGate.
    Semoga dimudahkan ikhtiarmu yang disertai dengan do’a untuk tujuan mulia ini. aamiin.

    Untuk soal dana, kalo masyarakatnya kebanyakan petani, coba bikin proposal untuk penggalangan dana dari luar masyarakat setempat. Pasti ada banyak jalan untuk itu.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Ide tentang proposal sebetulnya sudah saya pikirkan juga mas, tetapi saya pikir masalah kecil ini bisa diatasi oleh masyarakat. Sekaligus memberdayakan mereka agar bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri sebelum meminta bantuan..

      Like

      Reply
  2. xrismantos

    Ini berarti kaya pintu akordion tapi porosnya ada ditengah daun pintunya ya. Nice. Baru kali ini lihat yang seperti ini. Omong2 harganya berapaan sih? *siapa tau punya duit lebih buat nyumbang… 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      saya ngga tau harganya mas, Kent tidka menyebutkan harganya..
      menyumbang yuk sini… menyumbang kan ngga harus tau harganya 😀

      Like

      Reply
      1. Tina Latief Post author

        haha, lalu mau menyumbang apa?
        ada mas, bagus-bagus sini pantainya.. tapi kalau musim hujan begini ya engga berani

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s