Sunday & Jogging Time

Sunday is jogging time. Meskipun sudah lama sekali saya tidak jogging, hari ini pokoknya saya ingin jogging.

Sebetulnya saya sempat pesimis melihat cuaca pagi tadi yang tampak begitu kelabu. Ada banyak tanda-tanda akan turun hujan seperti langit yang mendung disertai bau angin yang begitu basah. Namun saya bersabar menanti munculnya sinar matahari dari ufuk timur sana. Sebelum saya terlanjur keluar, saya ingin memastikan cuaca hari ini memungkinkan untuk jogging.

Yup. Pukul 6.45 matahari mulai menunjukkan berkas-berkas sinarnya yang berwarna keemasan. Dengan mantap saya langkahkan kaki ini kedepan pintu gerbang dan mulai lari-lari anjing mengikuti serangkaian kehijauan alam di sepanjang hutan kota UI. Begitu segarnya membaur dengan keramahan lingkungan dan kehijauan dedaunan. Sambil merentang-rentangkan anggota badan yang telah sekian lama kaku, saya terus berlari sambil sesekali mengatur nafas yang mulai tersengal. Kentara sekali saya kurang olahraga.

Beberapa menit kemudian, saya mulai merasakan adanya titik titik keringat hangat yang muncul di dahi. Semakin lama semakin banyak, bercucuran dan mengalir melalui rambut yang tergerai di sisi kanan dan kiri telinga. Huft…

Begitu nikmatnya jogging pagi ini. Sayangnya, saya kurang memperhatikan beberapa hal yang ternyata menyebabkan jogging time saya kurang begitu sempurna.

Di tengah semangat berolahraga itu, saya malah tidak menggunakan sepatu yang benar. Berkali-kali tali sepatu saya terlepas dari simpulnya. Berkali-kali pula saya harus berhenti untuk membetulkan simpul tali sepatu yang mulai terinjak-injak itu. 

Kesalahan lainnya,  saya lupa kalau badan saya belum begitu prima. Jogging dengan kondisi badan yang belum 100% fit menyebabkan kepala saya pusing-pusing. Memang pada awalnya  badan terasa hangat setelah bergerak dan berkeringat begitu banyak. Namun beberapa menit kemudian yang keluar bukan lagi keringat hangat, tapi keringat dingin yang membuat badan menggigil dan mual-mual. Pada kilometer ke 2, saya terpaksa berhenti dan jalan gontai seperti siput. Lunglai.

Rasanya dunia ini berputar-putar.

Fyuh…

Tapi saya tidak mau kapok. Malahan saya ingin terus melakukannya setiap hari Minggu. Saya hanya perlu mengingat bahwa hal yang pertama kali harus saya lakukan adalah memulihkan kondisi badan agar bisa tampil prima seperti sedia kala. Setelahnya, baru memikirkan sepatu apa yang tepat untuk jogging dan bagaimana rutinitas  jogging ini tidak terhenti sampai di sini saja.

Salam olahraga! Siapa hari ini yang sudah berolahraga?

8 thoughts on “Sunday & Jogging Time

  1. sunarno2010

    saya sebenarnya juga ingin bisa joging, tapi susahnya karena libur tidak bareng dengan anak, saat saya libur ngurusi anak dulu, agak siangan dah males, kalau anak yang libur saya harus segera siap-siap berangkat ke sekolah

    Like

    Reply
  2. duniaely

    wah .. keren nih Jogging , walau blom fit badannya

    kl hari minggu sore begini, suami biasanya Jogging , 5 km an, krn aku belum mampu ikut bareng, biasanya ngikutin aja dari belakang naik sepeda , lebih suka sepedaan aku Tina, bisa 3 kali sehari deh 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      aku dua-duanya suka mba el..
      tapi kultur di sini dan yang saya dapat di paliyan dulu lebih sering jogging, jadi jogging menjadi yang paling digemari hehe

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s