Masih perlukah berlangganan media cetak?

kiosk.kompas.com subscriptionv10 #top (1)Saat ini, jika Anda ditawari berlangganan salah satu media cetak, apa pendapat Anda?

Dulu saya sempat ngebet berlangganan salah satu media cetak, entah koran atau majalah, untuk memenuhi kebutuhan membaca dan informasi setiap hari. Saya membayangkan alangkah nikmatnya setiap hari bisa mencicipi surat kabar sambilan duduk manis di serambi dengan teh dan cookies. Namun minat itu tertunda karena saat itu saya belum mampu menghandle tanggungjawab ‘langganan’ itu sendirian. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan informasi, saya lebih memilih menjadi pembeli harian saja.Β 

Minat berlangganan pada salah satu media cetak kembali muncul ketika hari ini KOMPAS datang ke kampus dengan menawarkan undangan berlangganan khusus untuk mahasiswa, guru, dan pensiunan PNS. Berbeda dengan harga pada umumnya, KOMPAS menawarkan tarif 50 ribu saja setiap bulannya.

Awalnya, saya berpikir saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai berlangganan. Namun, saya sadar saya bukan berada di jaman dulu lagi. Saat ini saya berada ditengah gencarnya kemajuan teknologi dan penggunaan internet yang manfaatnya membantu penyebaran informasi semakin mudah dan cepat.

Dalam waktu singkat, berbagai macam informasi sudah bisa kita akses melalui internet. Kita cukup memantau timeline di akun jejaring sosial atau mencari sendiri apa yang ingin kita ketahui melalui browser yang tersedia. Ditambah dengan adanya alat yang mempu menjembatani kita pada informasi tersebut (gadget), nampaknya sekarang orang justru sulit menghindari penyebaran informasi. Teknologinya juga ramah, kita tidak perlu lagi kebingungan mengolah koran bekas yang numpuk di sudut ruangan. Kita juga tetap bisa duduk-duduk manis di serambi ditemani teh dan cookis tanpa kehilangan perhatian kita pada informasi.

Nah, kalau sudah begini, haruskah saya berlangganan koran?Β Apakah Anda pengguna internet dan juga pelanggan media cetak? Bagaimana menurut Anda?

20 thoughts on “Masih perlukah berlangganan media cetak?

  1. Ahmad Faza

    masih perlu dong
    nanti penulisnya di bayar pakai apa πŸ˜€
    selera orang berbeda-beda ada yang suka baca koran cetak ada yang suka baca pakai smartphone
    menurutku mending langganan yg versi online saja πŸ˜€

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      wah ya itu bukan urusan saya haha,
      kalau begitu jawabnya saya juga mau tanya, lantas yang bayarin saya langganan siapa? πŸ˜€

      sempat sih tadi bilang ke salesnya, kalau langganan e-papernya ada atau ngga. Menurut keterngan ada, ya tinggal tunggu saja πŸ™‚

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      Hi aqied.. πŸ™‚

      hehe perhitunganku kemarin juga begitu. Kira-kira bisa membaca setiap hari atau tidak. Masalahnya kuliahku juga pagi, kalau mengantarnya lebih dari jam 8 aku sudah ngga bisa membacanya..

      Like

      Reply
      1. aqied

        selama aku di jogja, koran paling telat datang jam 7. itupun pke pemberitahuan penyebab terlambat. normalnya datang subuh smp jam 6. πŸ˜‰

        Like

  2. sunarno2010

    masih perlu sih, setidaknya sampai saat ini saya masih setia sama horison, meskipun belum tentu langsung dibaca. tak jarang banyak ide untuk nulis puisi muncul setelah baca horison. kalau koran cukuplah dompleng langganannya kantor sesekali ikut baca

    Like

    Reply
  3. Pypy

    Kalau Tina emang seneng baca ga ada salahnya sih. Soale kadang berita online seringnya tata bahasa, dan isinya qualitasny lebih rendah drpd berita yang tercetak. Dan yg pasti sumbernya lebih terpercaya. Kadang media online “hanya” ngejar biar beritanya bisa real time gitu. πŸ˜€

    Like

    Reply
  4. Niko jaya saragih

    ada gak link untk berlangganan kompas itu mbak tina?
    ya maksd aku yg hanya 50 ribu itu..
    ada niat aku buat langganan. tolong dibantu lah, mbak tina,…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      saya waktu itu hanya ditawari pihak kompas mas..
      saat itu kompas datang ke kampus buat nawarin mahasiswa dan dosen..

      kirim email saja ke kompas, nanti mungkin di bantu..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s