Ketika Deylin menjadi remaja

Aku mencoba mengingat masa pra remajaku saat itu. Apa saja yang terjadi saat aku menjelang berusia remaja.

Beberapa aku ingat sebagai bentuk ‘pemberontakan’ terhadap aturan-aturan yang dibuat orang tuaku. Beberapa lainnya aku ingat sebagai bentuk penolakanku atas perlakuan orang yang menganggapku seperti anak kecil. Ya, saat itu aku tidak lagi mau diperlakukan seperti anak kecil.

Karenanya aku jadi tersadar, mungkin ini pulalah yang terjadi pada adikku. Sekarang ini, ia tidak mau lagi dianggap seperti anak kecil.

Sunday 21:10

mba tina ppnya ganti dg 😦
eh kenapa? aku suka kok
aku malu ihh masaa aku jelek banget sihh
ih itu karena aku suka makanya aku pajang sayang..
km itu buat mba imut
aku kan suka km waktu kecil
ihh aku nya jelek mba tina , aku kn udh gede..

Karena sebuah avatar yang ku pasang di facebook, ia jadi tidak senang.

Avatar itu adalah foto yang aku ambil beberapa tahun lalu dengan adikku saat masih kecil. Sewaktu dia main ke Jakarta, kami sempat berfoto-foto ria di atas jembatan busway.

Dulu dia sering ngambek kalau berdekatan denganku. Pasalnya, dia selalu menganggap dirinya kalah cantik denganku. Yang kalah putih, yang rambutnya panjang. Ah dasar Deylin…

Kejadian dia ngambek gara-gara avatar inipun tidak hanya sekali ini. Beberapa waktu lalu ia sempat cemberut gara-gara avatar yang sama aku tag di facebooknya. Dia ngambek gara-gara foto imutnya itu dilihat oleh ada anak cowok yang sedang dekat dengannya. Padahal, aku memasangnya karena kangen dengannya.Β Ampun deh..

read more

Deylin bukanlah adik kandungku, dia anak dari tanteku. Kedekatan antara kami menyebabkan aku seperti tidak ada jarak dengan keponakanku itu. Terutama karena kami sama-sama bangga menjadi anak yang lahir di bulan Desember. Interaksi kami terlihat berbeda dibandingkan dengan keponakanku yang lain.
Namun, gara-gara pindah rumah, aku jadi tidak bisa menjangkau keberadaannya yang terlalu jauh itu. Terutama jadwal kuliah juga padat. Aku dan Deylin jadi tidak bisa ketemu.

siapa bilang? km cantik sayang
ihh aku jd nge fly tau
apa itu maksudnya? πŸ˜€
jd ge-er gtohh
Deylin, seperti anak yang lain mulai tumbuh ke usia remaja. Kemampuannya mengeksplor lingkungan menyebabkan Deylin kecil yang ku kenal dulu sering mempunyai hal-hal baru (yang sering mengejutkanku) di kepalanya. Terutama bahasanya yang sesuatu itu, hehehe. Kalau aku membaca status-status facebooknya, aku jadi sering nyengir sendiri. πŸ˜€

Kenyataannya, akupun harus menyadari bahwa adikku tak lagi kanak-kanak. Ia pun telah tumbuh menjadi remaja yang aktif, serba ingin tau, dan mulai mengembangkan pengetahuannya sendiri.

foto-foto deylin waktu kecil dulu kan ada di mba
aku mau
hehehe
bentar yah mba cari linknya dulu
iya mba nnti tage in ke aku y
tp jngn yg ky d fto mba tina aku malu hehe
oh ini di blognya mba tina jadi km baca aja

Meskipun demikian, Deylin tetaplah anak yang sama seperti yang ku kenal dulu. Rajin, baik, dan penyayang. Satu lagi, ia jadi tidak pernah lupa dengan kedekatan kami.

Aku sempat mengabadikan foto-foto saat bersama Deylin di blog. Ternyata ada manfaatnya juga. Meski aku tidak pernah ketemu Deylin lagi, aku bisa bernostalgia dengan foto-foto lama ini. Aku juga bisa membuat Deylin mengingat masa kecilnya…

mba aku ko jd nangis gini yaa kangen ma mba tina aku , kapan kita bisa ketemu mba aku kangen banget sama mba tina , aku pengen jadi anak kecil lg kaya dulu biar bisa sering ktmu mba tina lg
Ah… Aku juga kepingin ketemu Deylin lagi. Seperti apa dia sekarang ya?
Kapan-kapan aku main deh ke tempat deylin, ya mba juga kangen banget sama dedek.. cuma karena rumahnya agak jauh aja jadinya mba kesulitan mau ke sana.. sering-sering sms aja sayang..
i miss you…

23 thoughts on “Ketika Deylin menjadi remaja

  1. SlameTux

    Pas pertama lihat post di G+ perasaan sudah mengarah ke anak yang foto bareng ama Tina (not Rumput again) 😦 dan setelah dibaca postingannya memang bener dia. Hehehe

    Sekarang sudah beranjak remaja ya… πŸ™‚

    Like

    Reply
  2. Messa

    oh, mbak Tina kelahiran Desember juga toh, waah sama dong kita πŸ˜€ btw, aku suka tagline nya mbak: “Setiap idenya terlintas saat di kamar mandi.”

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s