Obrolan yang cukup…. serius

Suatu ketika Mom berkata, ketika anaknya telah tumbuh dewasa, ia harus rela dan terbiasa kalau anaknya  tidak bisa ia timang-timang seperti dulu lagi. Kini ia sudah bisa lari ke mana-mana. Kini ia mempunyai kehidupan dan cita-cita yang harus ia perjuangkan.

Bahkan Mom juga berkata bahwa suatu saat nanti ia harus mengikhklaskan anak semata wayangnya jika tiba waktunya disunting orang.

Dengan nada geli kujawab omongan Mom, “Ya ampun Mom, I’m 17 years old!”

Aku sering (sedikit) jengkel jika Mom mulai menyinggung-nyinggung masalah kedewasaan dan kehidupan yang terdengar seperti problema luar biasa di matanya. Seakan-akan putrinya ini akan segera menempuh kehidupan besar, sesuatu yang menurut orang dewasa adalah sesuatu yang keras dan penuh perjuangan.

Aku tau dia bermaksud menyiapkan peran-peranku agar kelak aku andal dalam menangani problematika kehidupan. But, hey, I’m teenager. All I want is just being happy all the time. That’s it!

Tentu aku tidak akan menyepelekan masa depanku kelak. Aku berjuang. Aku belajar. Tetapi, aku punya jalan sendiri bagaimana mengorganisasi hidupku. Dan ketika aku menjalani peranku sebagai remaja, masalah dan ketidakberuntungan yang datang kepadaku adalah 1000 rasa kembang gula dalam hidupku.

Aku tau hidup itu tidak selamanya sempurna. Orang sering berkata, ada banyak tikungan dalam jalan hidupmu. Cita-citamu mulia, tetapi perjuanganmu sangat besar untuk bisa sampai ke sana, begitu katanya.

Memang, sedikit banyak aku pun sempat mencicipinya. Aku telah melihat banyak peristiwa dari teman-teman dan lingkungan sekitarku yang menjadikan aku banyak belajar. Jadi akupun mengerti, adalah tugasku berusaha keras agar tetap survive di dalamnya.

He he he, gosh..

Obrolan ini serius sekali. Sepertinya Mom sangat tidak terkendali ketika memancing-mancing aku membicarakan kehidupan dan masa depan. Seakan-akan aku ini akan pergi ke mana…

Mom tidak tau saja, sebenarnya dia tidak pernah kehilangan batitanya. Jauh di dalam hatiku aku masih sangat kanak-kanak. Aku masih membutuhkan bantuannya, bahkan sekedar untuk membasuh gelas bekas minumku.

Apakah Mom tidak ingat bagaimana ia membantuku menyelesaikan pertengkaran konyolku dengan kekasihku?

Believe me, Mom. I’m still your little kitten, always be.. amtinafl and mom

20 thoughts on “Obrolan yang cukup…. serius

    1. Tina Latief Post author

      Hehe, pertama kali aku moving ke kota Jakarta sendirian, Mom engga bisa tidur gara-gara kepikiran melulu..
      Gimana besok kalau ke lain benua ya hehe

      Like

      Reply
  1. Budi Nurhikmat

    Mom selalu peduli dengan langkah tujuan anaknya, dari yang biasa ataupun hal yang belum bisa mendengarnya.
    Ga usah jengah, dia tetap guru sepanjang masa sedangkan kita baru berguru seumur jagung ….. salam hormat buat mom.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s