Amtina Farm & Laboratory

Grass is a small plant but extraordinary in its growth and survival. It trives in areas with little rain. Animals may graze and tramples the grass, but new leaves grow rapidly. Even a fire cannot kill this plant as the stemps grow new leaves to replace the dead ones.

Sampai sekarang saya masih sangat menyukai rumput, terutama padang rumput. Saya selalu membayangkan memiliki padang rumput yang luas, hanya ada rumput dan pepohonan di sana. Saya ingin merebahkan diri diatas pemukaannya yang halus seraya menginderai baunya yang khas rumput sambil menatap langit di atas sana.

Namun, suatu hari saya berubah pikiran…

Percuma saja jika memiliki lahan luas namun hanya dibiarkan penuh rumput dan semak belukar. Daripada dianggurkan begitu saja, alangkah baiknya jika lahan itu didirikan sesuatu yang lebih bermanfaat dari pada sekedar padang rumput. Rumput Pencerita  = Amtina Farm & Laboratory kini menjadi bangunan baru di atas lahan seluas 50 hektar ini.

Sebelumnya saya minta maaf kepada mas Slamet (sapi) yang mungkin kehilangan rumputnya (Rumput Pencerita). Pagi ini saya putuskan untuk membabat rumput dan ilalang yang sudah membuncah di sekitar lapangan. Bukan karena mereka tidak berguna, tapi karena merekalah saya jadi punya mimpi. Jadi, mohon maaf jika penataan dan pembangunan di atas lahan ini sempat menimbulkan ketidaknyamanan. He he..

Alright, enough for the chit chat.mu farm

Jadi alasan saya merubah nama blog kesayangan saya ini berkaitan dengan cita-cita yang ingin saya capai di kelak kemudian hari. Bukan untuk dijadikan web komersil, tetapi saya ingin suatu saat nanti saya bisa mempunyai pertanian yang seperti ini (atau kalau bisa lebih keren dari ini).

Seperti pertanian-pertanian modern pada umumnya, saya ingin menanam banyak sayuran, buah, dan bahan-bahan pokok seperti padi, jagung, gandum, dan singkong sebagai sarana produksi bahan pangan berkelanjutan. Lengkap dengan semua fasilitas pertanian dan rumah kaca, saya ingin pertanian ini mampu memasok kebutuhan pangan dalam skala yang besar. Tidak hanya untuk saya dan sekitarnya, saya ingin hasil pertanian ini menjangkau semua wilayah di Jawa, selebihnya di Indonesia.

Perkebunan belumlah lengkap tanpa peternakan. Di samping memasok bahan pangan melalui pertanian, saya juga bercita-cita mengembangkan peternakan. Saya terinspirasri dari petani-petani Amerika dan Australia yang selain bercocok tanam, pertanian mereka juga menghasilkan susu, telur, dan daging.

Terutama karena anak-anak daerah yang menjadi sasaran saya masih banyak yang memerlukan pasokan gizi dari susu dan daging, maka saya pun berencana mengembangkan peternakan sapi perah sebagai sarana produksi susu sapi segar.

Sasaran daerah yang menjadi cita-cita saya tidak lain adalah di tempat kelahiran saya. Meskipun dewasa ini saya banyak berkecimpung di kota, kecintaan saya pada daerah asal saya tidak membuat saya lupa bahwa suatu saat nanti saya bisa membuat sesuatu yang berguna di sana. Khususnya karena Gunung Kidul sering dipandang gersang, sering kekurangan air, cita-cita saya menjadikan pertanian ini sebagai sumber kehidupan masyarakat di sana makin besar. Saya ingin mereka tidak perlu khawatir lagi akan air, pangan, dan pengetahuan, karena semua akan terpusat di sana.

Pembangunan sarana pemenuhan kebutuhan akan air menjadi hal penting yang pertama kali harus dipecahkan sebelum pertanian ini dibangun. Apalah arti pertanian tanpa pengairan. Gunung Kidul memang sering kekeringan, namun bukan berarti tidak ada sumber mata air yang bisa digiatkan menjadi sumber penghidupan.

Saya percaya, teman-teman ahli geologi bisa membantu memeriksa kemungkinan adanya sumber mata air yang bisa dimanfaatkan di sana. Selanjutnya, pembangunan sumber mata air terpadu akan sangat mungkin dilakukan sekaligus mempermudah pendirian usaha pertanian ini.

Tentang cita-cita pendirian laboratorium, semula saya peruntukkan untuk kepentingan pertanian dan peternakan saja. Laboratorium adalah sekaligus dokter bagi mereka. Namun, ide ini juga berkembang hingga ke aspek pendidikan anak-anak sekolah di sekitar pertanian.

Saya pikir, jika pertanian ini juga menyediakan sarana belajar dan penelitian anak-anak, pertanian ini akan semakin didukung keberadaannya oleh masyarakat dan pejabat sekitar. Selain masyarakat bisa mengakses sumber air, anak-anak bisa datang untuk mengembangkan keingintahuannya. Ketika musim panen atau sepulang sekolah, mereka bisa datang mencicipi buah dan susu segar. Waa… amtina farm and laboratory

Menjadi petani memang belum merupakan ide yang matang. Tapi bukanlah hal yang buruk jika ingin diwujudkan. Brilian menurut saya karena saat ini tidak banyak yang peduli akan peluang karir di bidang pertanian.Terutama saya melihat peluang ini tidak akan surut begitu saja mengingat semua manusia di dunia ini membutuhkan pangan yang segar dan sehat.

Pembangunan pertanian pun akan mampu menekan arus urbanisasi masyarakat di daerah sasaran. Keberadaan pertanian ini akan menyiasati kurangnya penghasilan bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian. Mereka tidak perlu jauh-jauh mengadu nasip ke kota, tetapi mereka bisa bekerja di pertanian tanpa perlu meninggalkan anak dan istri dalam keadaan pangan yang tidak terjamin. Dengan demikian, pembangunan pertanian ini juga akan menjadi penyeimbang wilayah yang selama ini masih memiliki ketergantungan besar pada lapangan pekerjaan di kota.

Well, Amtina Farm and Laboratory memang masih sesuatu yang abstrak yang hanya bisa dibaca di dalam blog ini. Untuk menjadi nyata, bisa dilihat, dan bermanfaat bagi banyak orang, ia membutuhkan dukungan, perjuangan dan kerja keras. Tetapi, semua orang boleh bercita-cita, kan? Suatu saat, kalau saya bisa membuatnya, what a cool job! 

27 thoughts on “Amtina Farm & Laboratory

    1. Tina Latief Post author

      hehehe, sebetulnya yang bombastis bukan ini aja mas. Masih ada satu lagi yang menurut saya paling extraordinary hehehe.

      Tapi ini juga cita-cita saya, punya pertanian, be a modern farmer 🙂

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      terimkasih mba.. saya belajar dari mba dalam merawat tanaman, mungkin kelak bisa membantu saya merawat tanaman sayur 🙂

      Like

      Reply
  1. SlameTux

    Ouw jadi ini alasannya ya kenapa udah dibabat habis semua Rumput-rumputnya?
    Yah si Sapi gak bakalan nemuin Rumput lagi donk kalo gitu, masak iya peternakan Sapi harus di jual gara-gara semua rumputnya udah gak ada?
    Semoga saja setelah jadi Petani, gak lupa memberikan menyumbangkan sebagian kecil dari hasil pertaniannya buat Peternak Sapi.
    Tapi Sapi dukung kok untuk mendirikan lab di lahan pertanian yang sangat luas dan hijau ini.
    Good Job and Good Luck.

    ttd
    Sapi

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      makasih mas,
      meski kelihatannya jauh, i will fight..
      dan tenang saja, sapi will never go. Dia malah jadi yang bermanfaat di sini. “sepulang sekolah anak-anak bisa mampir mencicipi buah dan susu segar” Waaa.. Betapa senangnya bisa berbagi..

      Semoga cita-citaku bisa terlaksana mas..
      terimakasih..

      Like

      Reply
      1. Tina Latief Post author

        kala dalam skala besar mungkin tidak efektif sih, tetapi buat keseharian di rumah mungkin cocok. Tetapi okelah, nanti itu ku sampaikan ke Mom aja 🙂

        Like

  2. Iwan Yuliyanto

    Cita-citamu keren banget, mbak Tina. Saya bisa membaca arahnya.
    Hope your dream come true. aamiin.
    Kuncinya adalah fokus, bikin game plan yang jelas, ada goal di setiap bulannya. Bangun kemitraan dan partner yang kuat. Dan semuanya berawal dari hal yang kecil.

    Saya jadi teringat dengan cita-cita sang bocah Birke Baehr, dan ia sudah mulai mewujudkannya di usia mudanya.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Terimakasih banyak mas Iwan, dukungannya bikin saya nambah semangat..
      saya sedang berusaha mengelola ke arah sananya supaya lebih mudah tercapai..

      wah siapa itu mas? coba saya baca dulu..

      Like

      Reply
      1. Iwan Yuliyanto

        Tentang siapa dia nya ada di halaman 2 link jurnal itu, mbak Tina, detailnya bisa kunjungi website pribadinya. Dari situ kita bisa melihat bagaimana bocah tersebut mampu mengolah farm-nya.

        Like

      2. Tina Latief Post author

        bakal saya telusuri mas, saya baru baca yang bagian ini, tapi saya tertarik ke bagian selanjutnya..
        kebetulan sekali misi kami sama, semoga saya bisa belajar dari anak yang luar biasa ini..

        Like

      3. Iwan Yuliyanto

        Semoga mbak Tina kelak bisa mengunjungi farm-nya, dan langsung studi banding. Bangun korespondensi aja dengan dia, saling bertukar pikiran.

        Amazing-nya anak itu adalah mampu menggerakkan masyarakat dunia luas untuk melawan dominasi Monsanto dengan cara mengubah gaya hidup.

        Like

      4. Tina Latief Post author

        saya coba mas, saya memang berharap ada yang membantu saya karena pekerjaan ini membutuhkan tenaga, biaya dan pemikiran dalam skala besar.

        bermanfaat sekali mas tulisannya..
        saya pernah baca-baca soal TED tetapi baru nemu video yang saya suka dari mas Iwan..

        Like

  3. neng fey

    Samaaa mbaaakk!!! Aku jg kepingin punya kebun yg produktif, alhamdulilahada tanah yg bs digarap, tp blm maksimal, baru ditanami pohon aja, jd baru bs dinikmati nanti 5 th lg
    Kepinginnya punya kebun yg produktif tiap bulannya hehehe

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s