Kaus Joger

Sepulang kuliah tadi, mata saya sempat terfokus pada kaus yang dikenakan seorang pria di bikun. “Jangan bilang cinta kalau belum kerja”. Hi hi hi.Β Biasalah, kaus-kaus buatan Joger selalu saja membuat saya nyengir.

Saya sih tidak berlama-lama nyengir, tapi gara-gara tulisan itu saya jadi ingat kalau dulu ada seorang pria yang dilarang pacaran oleh ortu si gadis gara-gara belum bekerja. Ortu si gadis membuat aturan kalau anaknya hanya bolehkan pacaran dengan orang yang sudah bekerja, sudah mapan. Alasannya, ia tidak mau ketika menikah nanti anak gadisnya hidup sengsara, rumah tangganya tidak berkecukupan, anaknya sering kelaparan. Makanya, ketika melihat anak gadisnya didekati pria yang belum mapan, ortu si gadis mencak-mencak.

Padahal kalau dibandingkan, sekarang saja banyak temen-temen saya yang belum kerja tetapi sudah menikah.

Ya gak perlu dipikir berat. Menikah itu bukan beban tapi malah membuka rejeki…. Indikasi siap lahir batin itu sebenarnya apa coba?? Pekerjaan mapan punya duit banyak?? Bagi aku gak gitu seh rejeki tu dah ada yang ngatur kok… (nicky)

Kalau dari penuturan Nicky (nama disamarkan), bukankah alasan dia menikah itu sederhana sekali.

Saya jadi kasian dengan pria itu dulu, andai saja dia berpacaran di jaman saya mungkin ia tidak akan sebegitu tertekannya karena semua tidak ditentukan lagi dengan kedudukan, dan kemapanan. Semua bisa berpacara dan menikah dengan bebasnya.

4 thoughts on “Kaus Joger

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s