“Diweruhi”

Kosakata bahasa Jawa itu memang unik dan lebih lengkap dibanding bahasa Indonesia. Ada banyak kata yang jika diterjemaahkan ke bahasa Indonesia justru tidak sama maknanya, tidak cukup mewakili maknanya.

Misalnya, seperti ketika saya ingin menuliskan pengalaman saya melihat hantu. Kata “melihat” di sini sebenarnya tidak mewakili apa yang menjadi maksud saya karena sebenarnya saya tidak melihat hantu, tetapi hantu tersebutlah yang menampakkan diri sehingga terlihat oleh saya.

Saya mencoba mencari kata pengganti untuk kata “melihat” yang kurang sesuai dengan maksud cerita saya. Tetapi saya tidak menemukannya. Kan tidak ada kata “dikenampaki”, “dilihati”.

Hingga saya menemukan kata “diweruhi” kata dalam bahasa Jawa yang berasal dari kata dasar “weruh” yang berarti melihat, dan mendapat imbuhan di dan i sehingga memiliki makna yang kira-kira sama dengan yang saya maksud tentang hantu yang menampakkan diri. Maka saya putuskan untuk menggunakannya dalam bercerita. Hehehe

“Suatu ketika, di saat listrik padam, saya diweruhi hantu yang berbentuk bola mata menyala”
Hihihi, sepertinya sedikit aneh jika tidak menggunakan bahasa Jawa secara keseluruhan, tetapi ini lebih mengena daripada saya tidak menggunakannya sama sekali.

 

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s