Berburu catatan

Entah di lingkungan kampus saya saja atau tidak, acapkali mendekati waktu-waktu ujian, mahasiswa menjadi rajin berburu catatan. Catatan si A, si B, si C, dikumpulkan lalu di foto copy. Tidak terjadi kali ini saja, beberapa semester sebelumnya pun juga sama. Sebelum ujian, ritual yang dilakukan pastilah berburu catatan.

Padahal waktu perkuliahan ituΒ kanΒ cukup panjang. Ada beberapa bulan untuk persiapan materi sebelum ujian. Seharusnya, catatan bisa dibuat bersamaan dengan pada saat persiapan materi dengan pengajar. Menjelang ujian tinggal di baca-baca lagi.

Sunguh sayang jika kenyataannya yang membudaya justru budaya rajin foto copy. Alangkah baiknya jika budaya yang berkembang itu budaya rajin belajar yang baik. Bukankah dulu kita sepakat, budaya SMA sudah tidak layak dibawa ke kampus. Jadi, mulailah berbenah, buat catatan sejak awal. Syukur-syukur bisa mandiri tanpa catatan. Itu baru keren!

3 thoughts on “Berburu catatan

  1. Budi Nurhikmat

    Jadi inget kuliah dulu, berburu catatan kuliah mahasiswa yg IP-nya bagus πŸ˜€ , tapi giliran saya dapat nilai A, pasti jadi buruan juga. Kalau sudah begitu, sy suka kasih catatan kaki “copy bayar !! …”

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      sepertinya saya harus gitu mas besok, bikin catatan yang cuma saya aja yang bisa ngerti. Sekalian mengedukasi, bahwa budaya “menggantungkan” itu perlu diperbaiki.

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s