Modem, laptop, dan marah

Saya sempat berpikir, inikah cara Tuhan mengajarkan saya (yang kadang cepat marah dan kurang sabaran) untuk menjadi lebih tenang dan penyabar? Bagi-Nya, laptop, modem, dan signal tidaklah berarti apa-apa. Namun bagi saya, tentu lain ceritanya. Saya akui Tuhan memang cerdik menggunakan benda-benda itu untuk menguji saya. Karena dalam keadaan marah dan jengkel sekalipun, saya akan dengan penuh pertimbangan untuk tidak membinasakan benda-benda tersebut. Bahkan untuk sekedar marah-marah yang tidak jelas.

Diawali dari sekitar pukul 05.15 wib, saat itu saya sedang menekuni laptop tua di meja belajar untuk sebuah surat perbaikan nilai di SIAK. Saya baru ingat, malamnya belum sempat saya cetak karena kelelahan hebat. Maka buru-buru segera saya kerjakan.

LAPTOP yang saya gunakan saat ini usianya sudah cukup tua. Setelah layarnya yang ternganggu, beberapa waktu kemarin baterainya tidak berfungsi lagi karena pecah. Terpaksa baterainya harus dilepas cari cangkangnya dan menghidupkannya langsung melalui sumber listriknya.

Mungkin Anda juga tau bagaimana sistem komputer yang baterainya dilepas. Ketika kabel charger itu tiba-tiba terlepas, komputer akan me-restore dari awal tanpa ada autosave. Malangnya itu terjadi pada saya. Baru beberapa menit menyala, kabel charger yang semula terpasang apik tiba-tiba-tiba lepas. Data yang sebelumnya belum sempat tersimpan hilang seketika.

MODEM. Di Depok, khususnya di UI, kontur alamnya memang unik. Terdiri dari dataran tinggi (yang sangat tinggi) dan dataran rendah (yang sangat rendah). Mungkin karena itulah signal di sini hanya muncul satu-dua. Tidak semua modem cocok untuk di daerah seperti ini. Herannya, Telkomsel justru tidak memberikan harapan.

Berkali-kali saya refresh, saya cabut dari lubang, tetap tidak menunjukkan indikator keberadaan signal. Sampai meja saya pindahkan ke dekat jendela, karena biasanya saya akan mendapat signaldengan cara seperti ini, namun tetap tidak membuahkan hasil. Harapan saya makin pupus ketika modem justru menunjukkan keanehan. Error plus-plus. Selain tidak menunjukkan keberadaan signal, ada pemberitahuan bahwa sesuatu (yang berkaitan dengan kartunya) dinyatakan tidak berfungsi.

Fyuh…

Bagi saya, komputer, modem dan internet adalah hal yang sangat berharga dan penting. Mahasiswa atau pekerja mana yang saat ini tidak membutuhkan ketiga hal tersebut? Ketika ke-3 hal tersebut bermasalah, hampir semua kegiatan lainnya juga bermasalah. Revisi surat, kuliah online, masalah tugas, komunikasi, semuanya tidak bisa saya kerjakan.

Well, tapi bukan ketiga hal ini yang sebenarnya ingin saya tekankan. Ketika saya mengatakan Tuhan memang cerdik menggunakan benda-benda seperti itu untuk melatih kesabaran saya, saya mengibaratkan ketiga benda itu adalah orang-orang yang kita cintai, orang yang berharga dalam kehidupan kita. Bagaimana seandainya saya terlanjur marah dan tiba-tiba mengambil keputusan ekstrim, seperti dalam contoh: membanting laptop dan marah-marah begitu saja. Kemungkinan besarnya, hasilnya akan benar-benar sangat buruk. Mungkin saja saya akan kehilangan salah satu dari mereka untuk selama-lamanya.

Bukankah menakutkan jika hal itu terjadi pada orang yang kita sayangi?

Bukan pertama kalinya saya marah dalam seumur hidup. Seiring dengan berjalannya waktu, tumbuh dewasa dan banyak pengalaman, kali ini saya benar-benar tidak ingin melakukannya lagi. Sudah cukup bagi saya menghabiskan waktu untuk marah-marah. Saya berharap ini menjadi pil yang akan menyembuhkan saya selama-lamanya. Bahwa saya tidak harus marah-marah, tetapi lebih memikirkan apa solusi dari masalah-masalah di atas. Kalau orang-orang tersebut berharga, kenapa pula harus saya perlakukan dengan tidak menyenangkan.

Ngomong-ngomong, saya juga telah menemukan solusi untuk masalah modem saya. Karena grapari Telkomsel tutup, saya putuskan membeli modem baru saja di grapari terdekat. Dengan kondisi geografis Depok yang sedemikian rupa, Esia max-d menjadi solusinya. Sinyalnya kuat, bahkan untuk ruangan terbawah yang saya tinggali…

One thought on “Modem, laptop, dan marah

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s