Batik

Tidak banyak yang ingat atau bahkan tidak peduli jika kemarin itu (Selasa, 2 Oktober 2013) adalah hari Batik Nasional. Setelah melalui proses yang panjang, batik akhirnyaย diakui dunia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi). Menjadi tugas berat bagi Indonesia untuk tetap bisa melestarikannya, mengkukuhkan keberadaannya sebagai sebuah eksistensi yang awet dan membudaya.

Pasca pengukuhan oleh UNESCO 2009 lalu, sebagai responnya, Indonesia marak dengan festival dan pagelaran berbau batik. Beraneka ragam produk mulai dari busana, tas, jaket, sampai hansaplas bercorak batik mulai banyak bertebaran di pasar. Kami mahasiswa pun tidak melewatkan kesempatan ini. Meskipun tidak jarang juga kami ngampus dengan batik, kali ini edisi khusus. Jadi sebisa mungkin kami menggunakan batik terbaik yang ada di lemari kami. Hehehe

Satu hal yang kami tidak sempat lakukan adalah menilik ke dalam, nun jauh di sana ditempat pembuatan baju-baju batik yang kami kenakan sekarang. Sebut saja di industri garmen, tempat di mana ratusan orang buruh merangkai potongan-potongan kain, pernak-pernik dan kancing menjadi sebuah baju bermerk terkenal “YZ”. Adakah yang pernah mengira seberapa banyak pengorbanan wanita-wanita itu untuk sehelai baju ini?

Efek pengakuan batik oleh dunia adalah bertambahnya peluang usaha bagi pebisnis Indonesia. Yang dalam hal ini adalah kaum kapitalis tentu tidak menyia-yiakan kesempatan emas ini. Mulailah ia menciptakan komodifikasi, mengubah produk agar memiliki nilai tukar, sehingga ada banyak keuntungan yang akan diperoleh. Terutama karena moda produksi yang murah sehingga biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin.

Berdirinya pabrik-pabrik baru, sekilas memang menguntungkan karena banyak tenaga kerja yang terserap mengingat negara ini membutuhkan lapangan pekerjaan padat karya. Namun, mungkin Anda juga sudah tau bahwa duduk dibawah naungan kaum kapitalis sangat dilematis. Di satu sisi, para buruh memerlukan uang. Di sisi lain, mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengorbankan banyak hal, lebih banyak daripada uang yang mereka dapatkan.

Di dalam sistem kerja roda berjalan, seseorang buruh hanya akan mengerjakan satu macam pekerjaan. Katakanlah memasang kancing baju. Dan itulah yang setiap hari ia lakukan. Secara perlahan, seseorang akan kehilangan bagian-bagian penting hidupnya. Pertama, Ia akan kehilangan relasi dengan sesama, terputus dari hubungan dunia luar. Ketika ia sudah berada di dalam pabrik, ia bukan lagi sekedar berpisah dari keluarga, seorang ibu yang bekerja sebagai buruh harus membebankan tugas pendidikan dan pengasuhan anaknya kepada sang suami.

Ia juga tidak bisa menghasilkan objek dari ide sendiri. Ia tidak sadar kreativitasnya dibunuh secara perlahan oleh kapitalisme. Lama-lama ia merasa tidak lagi melihat makna dari apa yang ia kerjakan. Setelah terasing dari proses produksinya, bahkan ia juga teralienasi dari produk buatannya sendiri.

Tentu saja kapitalisme tidak melihat adanya relasi sosial ini. Keuntungan secara ekonomislah yang semata-mata ia cari. Jadi, meskipun ini hari batik nasional, buruh tetap tidak bisa merayakannya. Bahkan untuk mengenakan pakaian yang setiap hari mereka buat.

Selamat hari batik!

gambar diambil dariย merdeka.com

4 thoughts on “Batik

  1. Imam Sujaswanto

    Tidak sedikit yang membahas batik dengan aneka macam opini yang diposting di blog banyak sahabata.

    Dan postingan ini menambah panjang rasa bangga Indonesia karena Batiknya.

    Namun artikel ini berbeda, memandang Batik dari sudut pandang yang juga berbeda.

    Terimakasih artikelnya J. Salam persahabatan dari Jember.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya mas, saya mencoba memandang dari sudut pandang lain, terutama karena jarang yang melihat sisi belakang dari kemunculan si batik itu sendiri..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s