L i s t r i k

Alkisah di jaman perjuangan, di jaman Mbah Rono Sidjah masih berjaya, bola lampu masih belum digunakan. Jangankan lampu, listrik waktu itu malah belum ada. Kalau malam kepingin wedhangan, orang biasa pakai dian atau gelek (lentera dari minyak tanah). Kalau malam ada kepentingan di rumah tetangga, andalannya masih pakai oncor (obor bambu). Tapi tidak jarang juga yang petengan begitu saja.

Yang paling seru kalau padhang mbulan (bulan purnama). Karena dulu pepohonan belum banyak, pelataran rumah jadi terlihat terang. Anak-anak  banyak yang bermain gobag sodor di luar. Atau kalau lelah, mereka tiduran saja di luar melihat bintang-bintang yang ambyar di langit sinambi goyonan (bercandaan).

Itu cerita simbah. Di jaman saya semuanya sudah serba ada. Lampu dari merk murah sampai mahal, dari yang berbentuk bola atau jari, semua sudah ada. Jadi saya sudah tidak ndenangi jamannya petengan karena belum ada listrik.

Ngomong soal listrik, saya jadi mau cerita.

Alhasil dari modernitas, globalisasi dan kemajuan teknologi, hampir semua kegiatan dikerjakan dengan listrik. Memasak, kerja, mencuci, ngobrol, sampai mau wedhangan pun musti pakai listrik. Makanya sekarang ini colokan listrik sangat penting. Kalau sampai tidak ada colokan, bingungnya setengah mati. Setidaknya itu yang saya alami dengan kawan-kawan seperjuangan ketika mencari lubang penghantar listrik di gedung C, fisip. Listrik dan colokan menjadi sangat penting.

Melihat kebutuhan listrik yang sangat besar, China pun tidak tinggal diam. Melihat lelakon jagat yang sedemikian rupa, maka dibuatlah power bank (our new gadget today) sebagai lahan bisnis yang baru. Avada kedavra! Listrik bisa disaku ke mana-mana, dan China sukses menguasai pasar produk ini.

Masalahnya ketika si listrik itu tidak ada, apa yang bisa kita lakukan? Listrik padam, maka entah itu mesin cuci, kulkas, tv, computer bahkan power bank juga tidak berfungsi (yah kalau terisi paling untuk benda-benda yang dayanya masih menjangkau). Itu artinya tanpa listrik manusia-manusia sekarang ini benar-benar kelimpungan.

Bayangkan saja. Gara-gara lelakon mati listrik semalam, saya hampir tidak kuliah karena tugas belum selesai. Saya terpaksa mengerjakan mendadak di pagi harinya lalu berangkat kuliah dengan tergesa-gesa. Lalu, nasi yang baru saja dicuci, akhirnya hanya menjadi rendaman. Itu baru beberapa jam, bayangkan jika sampai satu hari penuh, dua hari, seminggu…

Bagi simbah yang sudah terbiasa tanpa listrik, menghadapai kegelapan seperti itu bukanlah halangan untuk beraktivitas. Masih bisa menanak nasi dan ngobrol dengan tetangga. Sebaliknya, kita yang berada di jaman di mana listrik sudah ada justru mengalami keterbatasan. Tidak banyak yang bisa dilakukan tanpa listrik, tidak ada bulan atau bintang yang bisa diamati ketika malam karena langit sudah tertutup asap (fog) dari entah industri dan gas apa, tidak ada teman main karena biasanya asyik sendiri dengan gadget.

Sebenarnya, kitalah yang berada di dalam kegelapan sebenarnya di mana semuanya kita gantungkan kepada l i s t r i k.

Gambar diambil dari contohartikelmu.com

5 thoughts on “L i s t r i k

  1. evi

    Manusia modern kan emang begitu, Tin. Teralienasi oleh penemuannya sendiri. Gak ada listrik bikin dunia gelap. Gak ada gadget dunia serasa sepi..:)

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      marxsis banget mba Ev…
      Iya mba, sudah teralienasi dari kegiatan produktif, dari reka kerja, dari potensi manusianya, masih pula teralienasi oleh produknya sendiri..

      Like

      Reply
  2. giewahyudi

    Iya, sudah bergantung pada listrik sedangkan listrik semakin susah dicari, semakin mahal. Kayaknya masa depan kita suram kalau industri listrik ini tidak dibenarkan..

    Like

    Reply
  3. Budi Nurhikmat

    Ketergantungan dengan listrik untuk kehidupan manusia memang makin tidak terpungkiri 100%. Makin kesini energi listrik juga makin susah, sekarang mulai pada lari ke energi nuklir yang sudah pasti tidak ramah lingkungan, mungkin harus banyak nonton lagi film kartun flinstone hehehe..

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s