I want to tell you about… LOVE

I’m still young, so I think it doesn’t matter if I cry sometimes because of someone I love. And because I’m still young, it doesn’t matter If I make many mistakes. Because I promise to learn much.. 

Well, secara nalar mungkin sedikit aneh jika saya menuliskan kisah cinta saya di sini. Hehehe astaga… Tetapi karena cinta bukan masalah rasionalitas, jadi wajar jika emosi saya yang bermain atas hal ini. Jadi, sekali lagi. Karena saya masih muda, saya tidak akan malu menceritakan kisah cinta saya di sini dan membiarkan banyak orang membacanya. Karena saya pikir semua orang juga merasakan cinta. Atau setidaknya pernah. Mungkin nanti kita bisa berbagi  cerita yang sama.

Hmmm

Saya tidak akan memulainya dengan bagaimana saya bisa jatuh cinta atau dengan siapa saya jatuh cinta. Tetapi saya akan langsung menceritakan klimaksnya di mana saat itu saya hampir kehilangan orang yang saya cinta. Yup, saat itu kami bertengkar. Pertegkaran paling hebat saya rasa.

Seperti yang khas terjadi di dalam sebuah pertengkaran, ada banyak ungkapan amarah yang sudah pasti menyakiti satu sama lain. Di sana, kami sudah benar-benar lelah dengan satu sama lain. Well, dan saya memutuskan untuk meninggalkannya dengan alasan sakit hati dsb. Logika saya, untuk apa saya bersamanya kalau saya haya dibuatnya sakit, frustasi, dan tidak dimengerti?

Selama beberapa jam, saya merasa kesendirian saya menyenangkan. Saya merasa bahagia berdiri sendiri. Bahkan pada hari itu juga saya sempatkan belanja ke mall dengan teman saya selama berjam-jam.  Seperti yang dikatakan banyak orang, bukankah menyenangkan merasakan kebebasan?

Benar, usai belanja sore itu, saya memang merasakan kebebasan karena tidak ada apa-apa lagi yang akan menjadi beban pikiran saya. “Aku bukan hanya tidak lagi memikirkannya, aku sungguh-sungguh tidak peduli”, kata saya. Namun sewaktu saya mengatakan itu, sebentar-sebentar saya berlinangan air mata, terisak mengingat masa bahagia sewaktu bersama.

Di sinilah saya menyadari satu hal. Linangan air mata itu mungkin bisa saja kita lewatkan sebagai hal yang biasa. Namun, pemahaman penuh empati yang menyadari bahwa bila mata seseorang berkaca-kaca berarti ia sedang sedih meskipun kata-katanya menyangkal merupakan tindak pemahaman yang sama persis dengan perilaku menyerap makna yang terkandung dalam kata-kata tersurat (Goleman). Yang satu merupakan tindakan pikiran emosional, yang satunya lagi merupakan tindakan pikiran rasional.

Jika Goleman menyatakan kecerdasan emosional lebih penting daripada intelektual, mungkin peristiwa inilah yang menjadi jalan pemahaman saya akan kata-katanya itu. Kami berdua pada akhirnya berbaikan kembali dan berjanji akan berusaha berperilaku sebaik-baiknya.

Sangat tidak rasional jika kami berdua akhirnya bisa kembali ke dalam sebuah hubungan setelah bermacam-macam kesakitan yang sama-sama kami terima. Sedangkan nalar kami saat itu sudah bersikukuh untuk terlepas dari hubungan yang seperti lingkaran setan itu. Lalu apakah yang menyebabkan kami kembali menjalin hubungan? Tidakkah kami merasakan sakit yang kami timbulkan satu sama lain? Untuknya, saya tidak tau pasti mengapa ia pun sepakat untuk bersama-sama lagi. Tetapi untuk saya sendiri, kekuatan emosi mendesak saya untuk mengalahkan nalar saya yang sebegitu kerasnya. Yang saya pikirkan, saya tidak peduli lagi dengan sakit yang saya rasakan, saya ingin kembali menjalin hubungan bersama meskipun itu membutuhkan perjuangan yang sulit. But It doesn’t matter because it is not about rationality. It is about feeling, about love. 

Well, I have many mistakes in this kind of relation. But, I have my own way to love someone I love. I know, it needs more fight and struggle. But I want to learn. As far as still have courage to learn, I believe I will be a good person to him. To my only love. 
I love you, Fa...

One thought on “I want to tell you about… LOVE

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s