Masalah daun gugur

Saya suka tinggal di rumah yang banyak pohonnya. Rasanya sejuk, teduh, dan segar. Juga bakal banyak burung yang hinggap. Tetapi kalau daun-daunnya sudah berguguran, rontok, saya jadi susah. Susah membersihkannya.

Pertama kalau daunnya basah dan bertumpuk-tumpuk. Akan lebih susah menyapunya dari pekarangan karena sapu justru tertutup lumpur. Lalu, kalau daun yang rontok kecil-kecil, makin susah pula membersihkannya. Belum kalau kena angin, belum kalau pekarangannya luas.

Pagi tadi saja saya sudah kewalahan. Memang tidak jogging, tetapi menyapu pekarangan seluas ini sudah menghasilkan keringat yang porsinya sama dengan lari 3 km..
heh…

Orang lain mungkin akan menanam pohon yang menghasilkan sedikit daun seperti palm, cemara kipas, atau sejenis kelapa untuk tetap menjaga keasrian dan kebersihan rumah. Tetapi saya bukan tipe yang suka pohon dengan sedikit daun. Kurang rindang menurut saya.

Angan-angan saya, kalau memiliki pohon besar seperti akasia atau mahoni di rumah, saya bisa membuat ayunan atau rumah pohon di atasnya. Sepertinya menyenangkan memiliki rumah pohon yang bisa dikunjungi ketika bosan berada di rumah. Bisa menghabiskan berjam-jam dengan membaca buku atau melukis. Waaah..

Tapi bagaimana ya cara menyelesaikan masalah daunnya? Kalau ada penyedot debu, adakah penyedot daun kering?

3 thoughts on “Masalah daun gugur

    1. Tina Latief Post author

      di Indonesia juga ada, hanya saja tidak dibuat film..
      mungkin ayunan tidak dipandang sebagai sesuatu yang menarik di sini..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s